Kaisar Cahaya Kultivasi Iblis

Kaisar Cahaya Kultivasi Iblis
Chapter. 16


__ADS_3

Xiao Xing Chen dan juga Li Fang Jun melanjutkan perjalanan mereka yang tidak jelas itu. Xiao Xing Chen hanya mengikuti apa yang Li Fang Jun tunjukkan saja kemana ia harus berjalan. Hingga pada sebuah ladang rumput yang cukup luas akhirnya Xiao yang menagih hutang Li Fang Jun.


"Guru Fang Jun, kapan anda akan mengajariku kultivasi seni pedang?"


Li Fang Jun terdiam dan hanya menunjukkan ekspresi senyum kecilnya pada Xiao Xing Chen dan seperti ada yang mencurigakan. Meskipun Xiao Xing Chen tahu Li Fang Jun tidak akan mengajarkannya seni pedang karena ia malas untuk menyebarkan ajarannya. Xiao Xing Chen ingin merubah sifat Li Fang Jun yang menurutnya sangat egois itu.


Li Fang Jun tiba-tiba saja menghunuskan pedangnya ke arah Xiao Xing Chen dan menantangnya untuk bertarung dengannya. Xiao Xing Chen tidak mengerti apa yang Li Fang Jun lakukan itu hingga ia mengayunkan pedangnya ke arahnya.


Xiao Xing Chen hanya bisa menahan serangan pedang Li Fang Jun dan tidak bisa melawannya karena gerakan pedang yang begitu cepat menurutnya. Xiao Xing Chen akhirnya terpuruk tidak bisa melakukan apapun dengan bahu yang terluka akibat ayunan pedang Li Fang Jun yang begitu dalam.


"Apa-apaan kau ini guru! Kenapa kau malah menyerang ku dan tidak mengajariku sama sekali!?" Xiao Xing Chen berteriak menahan darah yang terus keluar dari bahunya itu.


"Memangnya, kenapa? Aku hanya melakukan pengujian saja. Lagipula, lukamu sebentar lagi pasti akan sembuh." Li Fang Jun berkata sambil kembali memasukkan pedangnya ke dalam sarung.


"Itu sama sekali tidak masuk akal!"

__ADS_1


"Aku sama sekali tidak ingin mengajari murid yang tidak bisa apa-apa dan hanya bisa menahan seranganku dan tidak melawan."


Li Fang Jun memberikan Xiao Xing Chen sebuah pil obat, agar luka yang ada pada bahu Xiao Xing Chen cepat untuk sembuh. Li Fang Jun masih menunjukkan senyum lembutnya pada Xiao Xing Chen, seperti puas dengan apa yang ia lakukan saat ini.


"Kenapa guru memberiku pil ini?"


"Sudah jelas, agar lukamu cepat sembuh."


Lalu disaat Li Fang Jun sudah memberikan pil obat itu pada Xiao Xing Chen, sebuah anak panah melayang ke arah mereka dan berhasil dihancurkan panah itu oleh pedang Li Fang Jun yang mampu mengeluarkan listriknya. Dari bentuk panahnya yang sangat familiar, anak panah itu berasal dari sekte Qing Fei yang tidak jauh dari sana.


"Kau memang cukup cepat jika ada yang menyerangmu dari belakang ya, grandmaster Li Fang Jun." Ming Su tersenyum tipis dan seperti menyimpan dendam tersendiri pada Li Fang Jun.


"Jika kau ingin membunuhku silahkan saja tapi, buatlah aku tidak merasakan rasa sakit itu!" Li Fang Jun mengejek Ming Su yang menurutnya tidak cukup cepat darinya.


"Ingin mati, ya? Kalau begitu, apa kau bisa mengelak semua serangan yang aku berikan padamu?"

__ADS_1


Ming Su menyuruh para pasukannya untuk membunuh Li Fang Jun menggunakan pedang mereka masing-masing. Li Fang Jun kali ini harus bekerja 2 kali untuk menyerang para pasukan Ming Su yang berjumlah 50 an orang itu. Li Fang Jun juga harus melindungi Xiao Xing Chen yang terluka pada bahunya yang mengakibatkan ia tidak bisa mengangkat pedangnya itu semua juga karena ulah Li Fang Jun sendiri.


Xiao Xing Chen tidak hanya bisa diam saja melihat Li Fang Jun melawan orang-orang itu. Ia segera mengambil pedang Miu Shi dan berusaha mengangkatnya namun tidak kuat karena luka yang ada pada bahunya membuat pedang itu menjadi sangat berat tentunya.


Setelah mengalahkan setengah dari orang-orang itu, Li Fang Jun segera membawa Xiao Xing Chen pergi dari sana dan bergerak dengan cepat agar tidak terkejar oleh Ming Su dan juga para pengikutnya.


Di dalam hutan yang cukup dalam dan pada sebuah pohon tua yang besar, Li Fang Jun membuat Xiao Xing Chen bersandar pada pohon itu. Meskipun mengalami luka yang cukup parah akibat serangan dari pasukan Ming Su, Li Fang Jun masih bisa tersenyum lembut dan menyuruh Xiao Xing Chen untuk memakan pil obat yang sudah ia berikan tadi untuk mengobati luka pada bahunya itu.


"Kenapa guru Fang Jun masih menyuruhku untuk memakan pil ini setelah tahu guru, sedang terluka sangat parah seperti ini?" Xiao Xing Chen berkata dengan mata yang sedikit menangis.


"Sudahlah,.. jangan seperti itu. Makan saja pil obat yang sudah aku berikan tadi agar kau bisa mengangkat pedangmu lagi." Li Fang Jun berkata dengan lembutnya pada Xiao Xing Chen.


Xiao Xing Chen menjadi tidak ingin memakan pil itu karena melihat luka bekas tikaman dan sayatan pedang yang ada di tubuh Li Fang Jun. Xiao Xing Chen berpikir Li Fang Jun akan mati akibat kehabisan darah jika tidak diobati sesegera mungkin.


Xiao Xing Chen akhirnya memasukkan pil itu ke dalam mulut Li Fang Jun dengan tangannya sendiri dan membuatnya memakan pil tersebut. "Luka yang ada di bahuku juga, sebentar lagi akan sembuh. Bahkan jika luka yang ada pada guru dibiarkan saja, guru akan mati nantinya."

__ADS_1


Li Fang Jun tidak berekspresi dan hanya terdiam memakan pil yang Xiao Xing Chen berikan padanya. Padahal Li Fang Jun sangat mengkhawatirkan keadaan Xiao Xing Chen yang menurutnya saat ini begitu terlihat prihatin dalam arti mengejek fisiknya yang lemah itu.


__ADS_2