
Alasan mengapa Xiao Xing Chen mengepalkan tangannya dengan kuat hingga terlihat tulangnya, itu semua karena dendamnya pada Quan Shi yang tidak menghormati grandmaster.
Wajahnya tampak marah dan tidak sabaran. Perlahan mulai mengeluarkan energi spiritual negatif yang sangat tinggi. Seperti ada sebuah dinding penghalang yang membuat jarak antara Quan Shi dan juga pasukannya yang ada di belakangnya. Apa-apaan ini!?
Saat ini, yang berdiri di hadapan Quan Shi hanyalah Xiao Xing Chen dengan tatapan marahnya. Seolah ingin membunuhnya, Xiao Xing Chen mengerahkan semua kekuatan spiritualnya untuk membunuh orang ini. Hanya terlihat wajah ketakutan Quan Shi ketika melihatnya. "Xiao Ying! Kau akan membunuhku!?" Quan Shi menelan ludah perlahan berjalan mundur
"Menurut mu, jika dalam peperangan seperti ini, aku ini berperan sebagai apa?" Xiao Xing Chen memasang wajah sangar-nya dan juga senyum tipisnya sekarang ini juga melanjutkan pembicaraannya tadi: "Seorang patriark sekte, yang sama sekali tidak menghormati grandmaster sekte-nya sendiri dan bahkan berani tertawa di depan makamnya saat hari kematiannya tiba. Apa itu, yang disebut sebagai seorang patriark? Kau tidak mengira dan berpikir bagaimana kekuatan ku saat ini, bukan? Anda hanya mengetahui kalau saya adalah seorang kultivator Iblis. Aku yang seperti ini, bahkan mampu untuk menghancurkan sekte anda dalam hitungan menit bahkan detik!"
Quan Shi masih memasang wajah ketakutannya pada Xiao Xing Chen. Wajahnya pucat karena ketakutan ia hanya bisa berkata: "Xiao Ying, aku minta maaf karena tidak menghormati grandmaster itu! Saya mohon, jangan membunuh saya!" Quan Shi berlutut dihadapan Xiao Xing Chen namun, hal itu tidak membuat hatinya lunak dan tetap menyerang Quan Shi bagaimanapun caranya.
Xiao Xing Chen membentuk sebuah pedang menggunakan bayangan hitam di sekelilingnya. Cukup aneh namun bisa diandalkan. Xiao Xing Chen menghentakkan pedangnya, hingga membuat retakan tanah yang cukup besar dan mengeluarkan beban di dalamnya (ruh perut bumi). Mereka membawa pedang dan secara brutal menyerang Quan Shi tanpa ampun.
Xiao Xing Chen yang sudah tidak bisa berkultivasi pedang, diwakilkan ruh itu untuk membawa dendamnya! Bunuh orang itu, lakukan secara brutal dan jangan ampuni dia!
Bayangkan saja, satu orang melawan ratusan ruh yang marah padanya. Berbagai bentuk, mereka masing-masing memegang pedang yang tajam dan berbagai bentuknya.
Quan Shi mulai merasa berputus asa dan takut akan menghadapi ruh yang marah ini. Perasaan mereka menggambarkan sosok dendam yang amat luar biasa!
Saat bersamaan ketika ruh itu bergerak untuk membunuh Quan Shi, Guan Wei seketika datang disana dan membuat sekumpulan ruh itu terlempar ke belakang bersamaan dengan pedang mereka. Guan Wei tetap saja memasang ekspresi terkejutnya dengan mata yang sedikit melotot melihat ke arahnya..
__ADS_1
"Xiao Ying! Apa yang kau lakukan!? Hentikan semua ini!" Bentak Guan Wei pada Xiao Xing Chen. Hm….tanpa di duga, ternyata Shizun itu marah pada Xiao Xing Chen dari perasaan terdalamnya.
"Iya, kau Shizun! Tidakkah untuk sehari saja kau tidak datang padaku secara tiba-tiba?" Xiao Xing Chen berkata dengan wajah tanpa ekspresi dan kembali mengangkat pedangnya ini.
"Xiao Ying! Hentikan! Apa kau mencoba untuk membunuh patriark Jin Li saat ini!?"
Xiao Xing Chen semakin kesal karena Guan Wei yang selalu membela orang ini. "Bukankah orang ini pantas untuk mati! Sudah berani untuk tertawa sendiri di depan makam grandmaster, apa itu layak untuk dimaafkan!?" Xiao Xing Chen membentak, menyapu pakaiannya hingga membuat sebuah angin kecil dibawah kaki mereka.
Setelah melihatnya lebih rinci lagi, memang terlihat keanehan pada Xiao Xing Chen saat ini. Matanya berwarna merah menyala! Seperti ada yang sedang merasukinya saat ini, iblis yang begitu kejam tanpa ampun mengendalikan tubuh Xiao Xing Chen.
Terlihat seperti ada yang disembunyikan oleh Xiao Xing Chen dari balik pakaiannya. Benda berharga spiritual yang membuatnya kuat seperti saat ini (Logam Lifu).
Xiao Xing Chen yang saat ini, benar-benar sudah melenceng dari kultivasi aslinya. Ia tidak seharusnya menggunakan kultivasi gelap untuk membunuh semuanya! Xiao Xing Chen seperti sengaja untuk mengembangkan kultivasi gelapnya dan berubah menjadi lebih kuat hampir menyamai Xin Dao dan juga kaisar kultivasi Wu Shen.
Guan Wei perlahan berjalan mendekati Xiao Xing Chen. Dengan wajah penuh kepastian dia berkata; "Xiao Xing Chen, kembalilah ke gunung Cang Qiong! Aku akan membawamu pada kultivasi pedang lagi."
Xiao Xing Chen mengangguk pelan dan berjalan mundur, menjauh dari Guan Wei yang berjalan mendekat. Tanpa ada isyarat, ketika perlahan mata Xiao Xing Chen berubah menjadi hitam. Quan Shi mengeluarkan pedangnya dan mengayunkannya ke arah Xiao Xing Chen.
Kaisar surgawi Yan Feng, kebetulan saja datang tepat waktu saat Xiao Xing Chen tidak sempat menepis serangan itu. Tanpa sengaja, kaisar Yan Feng membuang pedang Quan Shi pada jurang di belakangnya. Sangat tidak pantas sekali, seorang kaisar surgawi seperti ini, memegang pedang kotor milik orang lain!
__ADS_1
Tanpa berkata, kaisar Yan Feng segera membawa Xiao Xing Chen pergi saat itu juga. Mereka sepertinya mengarah ke gunung Dafan! Pasukan tersebut akhirnya bergegas menuju pegunungan Dafan yang sepertinya para kultivator disana semuanya sudah berkumpul.
Di gunung Dafan, mereka semua sedang bertarung menggunakan pedang mereka, melawan ratusan mayat hidup itu. Cukup aneh didengarnya, mereka harus bertarung dengan orang-orang yang sudah mati. Sama sekali tidak terlihat para bangsawan iblis itu dalam arena pertempuran. Apa mereka menganggap ini hanya main-main!?
Dalam keadaan seperti ini, mengapa pasukan Quan Shi dan juga Xi Jun tidak muncul juga!?
Beberapa dari mereka, mulai kehilangan sebagian besar pasukannya. Xin Dao yang menyaksikannya dari kejauhan merasa senang akan hal ini. Lihatlah! Mereka hanyalah manusia-manusia bodoh yang berani melawan iblis seperti kita!
Muncul perasaan tidak enak di benak Xiao Xing Chen melihat mereka semua yang tewas sia-sia. Harus ada yang menggantikan mereka!
Xiao Xing Chen sangat ingin membantu mereka dalam hal ini setelah melihat raut wajah Guan Wei yang tampak melihatnya dengan ekspresi prihatin, seperti ayam yang kehilangan induknya (Sungguh perbandingan metamorfosis yang menjijikkan)
Padahal, ia hanya berencana untuk membunuh patriark Jin Li tidak berencana untuk membunuh semuanya. Xiao Xing Chen menggunakan kultivasi teleportasi dan pergi ke arena pertempuran itu.
Apa yang dilakukannya!? Orang ini memang seperti manusia-manusia itu!
Xiao Xing Chen memang mendatangi arena pertempuran itu dan bersembunyi pada sebuah bebatuan besar yang cukup jauh dari jangkauan mereka. Xiao Xing Chen memainkan serulingnya secara bersembunyi.
Ia menggunakan apa yang tertulis pada kitab Gongqie untuk mengembalikan semua ruh mayat hidup itu kembali ke alam mereka masing-masing tanpa sepengetahuan mereka. Bagaimana mungkin! Xiao Xing Chen mengkhianati Xin Dao dan kembali pada manusia-manusia itu!? "Keterlaluan kau Xiao Ying! Lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti padamu!"
__ADS_1