
Bayangan hitam itu seketika datang dari gerbang Utara istana alam surga. Jari-jari emasnya membuat kehancuran dimana-mana, di tempat para pejabat surgawi itu, hancur berantakan membuat mereka terluka cukup parah.
Meskipun hanya dalam dua tahun saja, Xiao Xing Chen sudah melampaui kemampuan ratusan dewa sekalipun! Dan bahkan dengan kekuatannya yang sekarang ini, begitu luar biasa dan mampu meruntuhkan sebuah dinasti yang menguasai puluhan negara sekalipun.
Xiao Xing Chen yakin jika ia tidak akan berhenti mengayunkan pedangnya dan semakin menghancurkan alam surga sebelum ia mendapatkan apa yang ia inginkan. Apalagi ketika kabut putih itu menghilang dan memperlihatkan Xiao Xing Chen bersama dengan beberapa bangsawan iblis termasuk Xin Dao yang selalu setia berada di sampingnya.
Apakah ia benar-benar akan menghancurkan alam surga?
Dewa kultivasi, Wu Shen berkata, "Kaisar cahaya! Apa anda benar-benar akan berbuat menghancurkan?"
Xiao Xing Chen menancapkan pedangnya di atas tanah merah dan kemudian duduk bersila sambil memegangi pedangnya. "Dewa kultivasi, siapa yang anda sebut sebelumnya? Bukankah yang anda sebut kaisar cahaya, sudah meninggal?"
Apa yang telah dikatakannya barusan, kaisar cahaya sudah meninggal? "Bukankah kaisar cahaya itu adalah anda?" Apa yang anda katakan, bukankah itu adalah sebuah kedustaan?
Xiao Xing Chen kembali berkata, "Dewa kultivasi, kenapa anda merasa bingung dengan perkataan saya? Siapa yang anda lihat sekarang ini, bukanlah seseorang kaisar cahaya yang menjadi seorang pejabat surgawi tapi, anak dari keturunan bangsawan iblis, yang terkenal dengan kekejamannya juga tidak melakukan tugasnya dengan baik. Apakah anda lupa saat mereka menghukum saya dengan kejamnya hingga mengancam nyawa? Lalu, tidakkah anda berpikir mereka benar-benar akan membunuh saya!"
Memangnya apa yang Xin Dao katakan padanya hingga membuatnya semakin brutal seperti ini? Saya sama sekali tidak salah, anda benar-benar kaisar cahaya!
Wu Shen hanya bisa berbicara pada dirinya sendiri, apakah benar Xin Dao kembali mengambil yang sudah menjadi hak saya? Tidak! Kenapa dia selalu mengambil seseorang yang sudah saya perbaiki kehidupannya? Apa yang anda lihat sekarang ini, bukanlah Xin Dao kecil anda!
Wu Shen kemudian berjalan mundur perlahan, mengeluarkan sebuah jimat mantra penghalang iblis untuk melindungi istana alam surga dari tangan-tangan iblis yang menyerang mereka.
Namun, pergerakannya memang sudah diketahui Xin Dao dengan jelas yang seketika langsung meluncurkan dirinya. Pesona hitam itu, seketika muncul di belakangnya dan menarik kedua tangannya dengan kejam, membuatnya berlutut di hadapan Xiao Xing Chen.
Lihat! Apa yang dilakukan oleh seorang pejabat surgawi yang memiliki ribuan pengikut itu, berlutut di hadapan seorang mantan dewa!
Wu Shen yang masih merasakan tangannya di tarik ke belakang, terasa dipaksa ingin terputus, menyumbat beberapa pembuluh darahnya karena tangan dingin Xin Dao yang menahannya. "Saya tidak akan meminta balas Budi saya setelah meningkatkan derajat anda saat di pandang rendah oleh penduduk Qishan Jin tapi, apa anda benar-benar akan membunuh saya sekali lagi?"
Wu Shen melihat ke arah Xin Dao dengan mengigit bibirnya dan ekspresi yang sama ketika ia pertama kali bertemu dengannya, wajah yang dipenuhi dengan rasa prihatin dan sedang mengkhawatirkan seseorang dalam hidupnya. Jelas ekspresi seperti ini, sama sekali tidak ingin dilihat olehnya. Baginya ini seperti nostalgia ratusan tahun lalu.
Xin Dao kemudian membeku sesaat, masih dalam tangannya yang menarik paksa kedua tangan Wu Shen yang menyentuh punggungnya sendiri. Sesaat, kemudian Xin Dao melepaskan tangannya, berjalan perlahan menjauh.
Pemandangan seperti ini, sangat tidak enak untuk di pandang. Seseorang yang usianya tergolong tua namun wajahnya masih terlihat mulus itu, menatap lembut laki-laki yang sudah bersamanya saat ratusan tahun lalu. Kau tidak perlu merasa merendah karena dialah yang salah! Jangan taruh kedua tangan anda di atas tanah yang sudah ternodai itu! Jangan menunduk di hadapan seseorang yang memang sudah jelas bersalah!
Wu Shen kemudian kembali berdiri disaat kedua tangannya sudah terbebas dari genggaman keras Xin Dao kemudian menerbangkan pedangnya yang kemudian meluncur menancap di tanah dan di hadapan Xin Dao.
Wu Shen berkata, "Pertahanan pertama alam surga adalah saya. Dan jika kalian yang ingin memasukinya atau menghancurkannya lebih parah lagi, kalian seharusnya bisa membunuh saya."
Tidak apa-apa mungkin, dengan meninggalnya saya kembali, urusan ini akan segera berakhir.
Setelah jeda sejenak, Wu Shen menerbangkan pedangnya ke arah iblis-iblis kecil yang berada di barisan paling belakang dan memicu sebuah ledakan besar dari dalam tanah dan menelan iblis-iblis kecil itu, seperti lenyap, hilang dari muka bumi. Lubang besar pada tanah itu kembali tertutup setelah menelan beberapa iblis kecil yang dibuatnya menghilang.
Ning QiuYa melancarkan serangannya disaat tuannya sedang menjernihkan pikiran, ia melepaskan beberapa tinjunya, gerakan kakinya yang begitu lincah, serta kepalan tangannya yang sama sekali tidak di longgarkan itu, membuat Wu Shen harus menghindari beberapa serangannya bergerak ke sana-kemari sesaat setelah pedangnya kembali ke tangannya, yang menahan seluruh serangan Ning QiuYa yang hanya menggunakan tangan kosong saat ia mulai menyerangnya.
Wu Shen kali ini mulai melupakan masa lalu yang menurutnya tidak menyenangkan dan penuh dengan kesalahan, sekarang ini menyerang secara brutal. Iblis-iblis kecil yang tersisa, menyerangnya secara bergerombol menindih tubuh Wu Shen hingga menutupi seluruh tubuhnya tidak terlihat. Namun, pedang spiritual milik Wu Shen lebih dari itu. Pedangnya segera memecah tubuh iblis-iblis kecil yang menindih tubuhnya dan kembali berdiri dengan pedang yang ia angkat ke atas.
__ADS_1
Xiao Xing Chen akhirnya bergerak setelah melihat mereka sudah bercucuran darah, akhirnya berdiri dan kembali mengangkat pedang bayangannya, pesona hitam bergerak dengan cepat di tembok gerbang Utara istana alam surga.
"Saya tidak ingin melawan siapapun karena bukan anda yang menjadi tujuan saya."
Senjata tongkat pisau sabit yang baru saja di keluarkan oleh Xin Dao, melingkar di leher Wu Shen di belakangnya. Xin Dao berkata, "Tidak keberatan jika saya yang akan melawan anda?"
Apakah anda tahu, sabit ini cukup tajam? Bagaimanapun, ini akan cukup bisa untuk memenggal kepala anda dengan mudah.
Wu Shen kemudian memejamkan matanya sebentar lalu, membukanya dengan perlahan, memperlihatkan ke anggunannya. "Sebelumnya, saya ingin bertanya pada Kaisar cahaya, apa tujuan anda sekarang ini? Kenapa yang menjadi tempat paling aman untuk anda, malah dihancurkan?"
Xiao Xing Chen mengencangkan tinjunya seperti ingin mengatakan saya bukanlah kaisar cahaya!
Xiao Xing Chen melihat ke atas dan tampak terlihat di atas awan tersebut, para pejabat surgawi bersembunyi di sana sebagai pertahanan yang mereka miliki, sebuah array penghalang iblis terpasang dengan rapi dan di depan mereka, berjejer beberapa murid yang melebarkan telapak tangannya, yang diangkat ke depan mereka harus sejajar dengan pundaknya. Murid-murid itu adalah yang membuat array khusus untuk menghalangi iblis untuk masuk ke wilayah mereka.
Xiao Xing Chen kemudian menjadi mengabaikan apa yang ada di depannya dan melompat ke atas awan yang berada di atasnya yang menjadi tempat berlindung beberapa pejabat surgawi yang merasa terancam.
Awan putih itu, seketika berubah menjadi hitam pekat ketika satu kaki Xiao Xing Chen yang menapak di atasnya. Wajah para pejabat surgawi tersebut seketika berubah pucat ketika mereka melihat siapa yang berdiri di depan mereka.
Pesona hitam semakin membuat merinding, mantan pejabat surgawi, mulai menunjukkan amarahnya yang memuncak, kesabarannya hilang hanya karena tidak ada rasa keadilan yang diberikan padanya.
Melihat dinding penghalang yang memang tidak bisa terlihat itu, namun Xiao Xing Chen melihat murid-murid yang berdiri berjejer meluruskan tangan mereka, seperti menggunakan array penghalang. "Hanya array lemah seperti ini, tidak akan bisa menghalangi saya!"
Xiao Xing Chen kemudian merubah pedangnya menjadi sebuah busur panah, yang kemudian melepaskan anak panahnya, menembus dinding array penghalang hingga menancap, menembus pada tubuh murid-murid yang sedang berdiri berbaris dari depan dan belakang mereka.
Anak panah itu menembus lima orang murid!
Xiao Xing Chen berkata dengan dingin, "Kenapa? Ada apa dengan wajah kalian yang terlihat pucat seperti itu? Bukankah seharusnya, kalian menunjukkan senyum raja kalian yang seolah-olah bisa memperbudak saya dengan semau kalian?"
"Anda benar-benar menghancurkan alam surga, tunggulah sampai hakim dewa akan memberikan anda hukuman!"
"Pergilah! Disini, bukanlah tempat iblis untuk hidup! Dan siapapun iblis yang menginjakkan kaki di sini apalagi menyentuh kami, tidak perlu tunggu lagi, dia akan segera di bunuh!"
Xiao Xing Chen sedikit menahan tawanya sendiri, dan kembali tersenyum raja. Pesonanya kembali di buka, dan membentuk pesona bayangannya menjadi sebuah pedang dengan runcing bercabang di ujungnya, yang lalu di hunuskan ke arah para pejabat surgawi yang ketakutan, waspada begitu melihatnya.
Satu orang pejabat surgawi, melayang terbang dan mendarat, menapak di depan para pejabat surgawi yang pucat karena melihat pesona milik Xiao Xing Chen.
Dewa bela diri menghunuskan pedangnya, dengan wajah sangar tidak bersahabat, "Pergilah! Anda bukanlah bagian dari kami sekarang! Anda hanyalah seorang penghianat alam surga juga telah mengkhianati para pengikut anda!"
Xiao Xing Chen semakin menunjukkan senyum raja miliknya, dan kemudian membuat pedangnya berayun, mengeluarkan cahaya merah ketika pedang tersebut di ayunkan yang langsung mengarah ke arah dewa bela diri. Pedangnya, seketika menahan serangan pedang Xiao Xing Chen yang berakibat fatal ketika cahaya merah ayunan pedang spiritualnya mengenai tubuhnya dan akan membelah tubuhnya jika itu memang benar mengenainya.
"Kemanakah yang lain? Mana rekan-rekan anda yang juga seorang dewa beladiri? Juga dengan para pejabat surgawi lainnya?"
Xiao Xing Chen begitu sangat dingin dan berbahaya! Pesona miliknya yang sekarang ini bahkan terasa berkali-kali lipatnya terus bertambah kuat dan semakin menyeramkan! Memang layak sekali ia di sebut sebagai kaisar cahaya!
Dewa beladiri melancarkan serangannya kali ini, menggunakan kekuatan dewa-nya, pedang hanya di arahkan satu arah yang kemudian dialiri kekuatan spiritual yang bisa membuat pedang tersebut bergerak sesuai dengan pikiran pemiliknya.
__ADS_1
Pedang itu dilemparkan ke arah Xiao Xing Chen yang berada di depannya, harus tepat mengenainya, pedang itu bergerak mengikuti pergerakan Xiao Xing Chen kemanapun kakinya melangkah tajam, menuju arah yang tidak menentu.
Mengetahui jika itu hanya sebagai umpan sebelum melakukan penyerangan, Xiao Xing Chen segera waspada di belakangnya dan benar ia menduga akan ada serangan mendadak yang terjadi di belakangnya.
Dewa bela diri menjentikkan jarinya yang kemudian memunculkan sebuah cahaya biru yang kemudian tangannya mengeraskan tinjunya yang sudah siap untuk di lepaskan.
Dewa bela diri tidaklah secepat itu! Xiao Xing Chen memegang tinjunya yang tidak sempat di lepaskan olehnya. Kakinya bergerak melepaskan tendangannya dan kemudian menghempaskan tubuh dewa bela diri hingga sampai pada dasar tanah istana surga. Retakan tanah itu terbuka sangat lebar dan besar tidak karuan sangat berantakan karena terbantingnya tubuh dewa bela diri yang di tendang sampai hancur seluruh tulangnya oleh Xiao Xing Chen yang memang sudah diluar dugaannya sebelumnya.
Istana surga yang sudah menghitam itu karena keberadaan iblis bangsawan yang menginjakkan kakinya di sana, berubah menjadi menyeramkan. Bukan lagi menjadi tempat yang aman melainkan sebuah tempat eksekusi.
Dewa bela diri tampak terlihat sudah tidak bisa bergerak, karena nyaris seluruh tulangnya berhasil di patahkan oleh Xiao Xing Chen dengan kerasnya, bahkan hanya dengan satu tendangan yang brutal, membuat dewa bela diri merasa telah di kalahkan!
"Bagaimana? Apa yang anda rasakan sekarang ini? Apakah sama dengan penghukuman yang anda berikan tanpa pikir panjang kembali ketika melakukannya kepada saya?"
Jika saja, seseorang berani untuk mendorongnya jauh di belakang, itu pasti akan mengeluarkannya dari alam surga. Tepat di belakangnya adalah sebuah jurang yang langsung menjatuhkan seseorang ke alam manusia tepatnya ia akan tenggelam di sebuah danau yang terletak di bawahnya. Namun sayangnya, tidak ada yang berani melakukannya, karena sudah melihat apa yang sudah menjadi mutlaknya.
Bayangan putih, bersih baru saja memasuki alamnya dengan anggun, berdiri di belakang Xiao Xing Chen.
Guan Wei begitu merasa sangat bersalah ketika melihat Xiao Xing Chen yang sudah sangat menghitam dan dikuasai oleh kemampuannya sendiri, wajahnya seperti tertutupi rasa dendam yang begitu nyata, serta bentuk matanya yang sangat tajam menatap tajam siapapun bahkan ketika mereka melihatnya, rasanya itu seperti bertemu dengan malaikat maut mereka sungguhan.
"Xiao Ying?" Guan Wei memanggil namanya berulang kali dan akhirnya membuat Xiao Xing Chen akhirnya melihatnya dan perlahan berjalan mendekatinya.
Xiao Xing Chen berkata di hadapan Guan Wei dengan jarak yang cukup dekat dengannya, "Shifu? Lama tidak bertemu. Jika dipikir-pikir, saya sudah tidak bertemu anda selama dua tahun ini, bukan begitu?"
Hal ini sama sekali tidak membuat shifu-nya menjadi senang! Bola Mata Guan Wei seketika menjadi berkaca-kaca, bahkan tidak tahan untuk mengeluarkan apa yang tertahan di kelopak matanya. "Xiao Ying, kembalilah ke Guan Qin, saya pastikan, bisa melindungi anda di sana."
Xiao Xing Chen sedikit tertawa, "Apa yang anda katakan barusan? Saya kembali ke sekte anda? Bukankah anda sudah mengetahui dengan jelas jika saya adalah seorang keturunan iblis yang seharusnya ada di tempat saya yang seharusnya?"
Guan Wei kemudian berhenti sejenak karena tidak bisa berkata apapun ketika Xiao Xing Chen mengatakannya, rasanya seperti membakar tubuhnya sendiri dan terasa ingin meledak-ledak!
Kedua tangan Guan Wei kemudian kembali meraih, melingkari tubuh Xiao Xing Chen hingga membuatnya seperti berada di dalam pelukannya. Saya sama sekali tidak bisa menangis di depan anda karena ini adalah kesalahan saya sendiri, "Meninggalkan anda dengan penuh rasa tidak kepedulian bahkan tidak mengetahui jika sebenarnya, batin anda sedang terluka sangat parah karena, bukankah yang masih menunjukkan kepedulian pada anda adalah saya? Saya pastikan, saya akan membayar itu semua, agar anda bisa sembuh dan menjadi tenang."
Seketika setelah Guan Wei mengatakannya dalam pelukannya, tiba-tiba melepaskan kedua tangannya dengan darah yang sudah keluar dari mulutnya. Xiao Xing Chen sama sekali tidak melakukan apapun bahkan sampai seperti membuat shifu-nya terluka seperti ini dan jatuh ke jurang alam surga yang menghubungkan antara alam surga dan manusia.
Seorang murid itu berteriak, "Orang putih itu, telah menghancurkan dirinya sendiri!"
Melihat shifu-nya yang terjatuh di depannya, membuat Xiao Xing Chen juga ikut melompat ke dalamnya, dan meraih tubuh Guan Wei yang sudah terjatuh seperti sebuah kertas putih yang dikotori sebuah tinta merah.
Pada sebuah danau biru jernih itu, Xiao Xing Chen membawa tubuh Guan Wei yang perlahan dingin, berdiri di atas danau dan berjalan di tepiannya, masih memegang tubuh Guan Wei dengan wajahnya yang pucat dan tubuh dinginnya, membuatnya berasumsi jika Guan Wei telah meninggal.
Setelah berada di tempat yang cukup aman, yang menapak di atas tanah juga di atas air, sangatlah berlawanan! Murid-murid sekte Guan Qin berdiri di atas tanah sedangkan, yang berdiri di atas air itu adalah Xin Dao juga dengan beberapa bangsawan iblis lainnya.
Rupanya, ketika Xin Dao sudah tidak merasakan pesona milik Xiao Xing Chen, ia segera membawa pasukannya kembali turun keluar dari alam surga kembali ke alam manusia menyusul Xiao Xing Chen yang sudah turun lebih dulu.
Xie Ling yang juga berada di antara murid-murid sekte, merasa terkejut, memucat abu-abu ketika melihat shifu-nya berada di kedua tangan Xiao Xing Chen sekarang ini. Itu sangat aneh, sama sekali tidak bisa bergerak dan semakin dingin.
__ADS_1
Xie Ling berkata, "Tuan muda Chen, shifu, telah meninggal."