
Xiao Xing Chen merasa dirinya tersambar petir!
Ia begitu terkejut dengan kedatangan Guan Wei yang tiba-tiba memanggil namanya. Apakah shifu sudah kembali mengenal saya? Segera, Xiao Xing Chen berlari menghampiri Guan Wei dan seperti ingin memeluknya. Namun, biksu itu tidak tinggal diam. Ia segera membuat penghalang untuk agar Xiao Xing Chen tidak bisa menyentuh shifu-nya itu. Mirip sekali dengan dinding penghalang yang tembus pandang! Xiao Xing Chen tiba-tiba berhenti karena merasakan adanya penghalang di depannya.
Biksu ini, tidak berniat untuk menghalangi ku dari shifu ku sendiri bukan?
Xiao Xing Chen membalikkan tubuhnya ke arah biksu itu. "Biksu tua, apakah anda tidak bermaksud untuk menghalangi ku untuk menemui shifu ku, bukan?" Xiao Xing Chen dalam benaknya sangat membenci seseorang yang sengaja memisahkan dirinya dengan shifu-nya.
"Seorang kultivator Iblis, tetaplah seorang kultivator Iblis. Jika anda menyentuh orang putih itu, saya tidak akan tinggal diam. Bagaimanapun juga, kau tetaplah seorang kultivator Iblis. Jangan mengkhianati tuan kami, yang mulia Xin Dao." Jelas biksu tua
Biksu itu menepuk kedua tangannya dan muncul beberapa mayat-mayat hidup yang ada di sekitar Guan Wei yang berdiri di sisi yang lain. Xiao Xing Chen sama sekali tidak membiarkan hal itu, dan berlari mendekati biksu. Mengeluarkan semua energi spiritual pembunuhnya.
Bayangan hitam membentuk pedang!
"Jangan lukai shifu ku!" Xiao Xing Chen berteriak dan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk membunuh biksu ini. Xiao Xing Chen, mengarahkan pedang untuk memenggal kepala biksu ini. Namun, serangannya kembali terbaca! Biksu itu melesat, melayang di atas kepala Xiao Xing Chen dan memukul tengkuk lehernya hingga terbanting ke tanah, hingga membuatnya hancur.
"Xiao Ying!" Guan Wei berusaha merusak mantra dinding penghalang itu namun, biksu itu juga tidak membiarkan Guan Wei bertindak semaunya dan menggerakkan mayat-mayat hidup itu untuk menyerang Guan Wei.
Xiao Xing Chen kembali berdiri dan menghajar biksu itu mengunakan tangannya. Ia kembali terhempas jauh, karena ayunan tangan kecil biksu itu yang membuat angin kencang mengenai Xiao Xing Chen. bagaimana cara mengalahkan orang ini? Xiao Xing Chen memuntahkan seteguk darah dan mencoba berdiri kembali dengan berpegangan pada dinding kuil tersebut.
"Tuan muda Xiao Ying, anda jangan mengandalkan kultivasi iblis anda." Wu Shen berkata melalui array komunikasi.
__ADS_1
"Dewa kultivasi? Lalu, bagaimana cara mengalahkannya?"
"Saya pernah melawannya bersama dengan Xin Dao waktu itu. Biksu itu, menggunakan kultivasi jarak jauh, pastinya tidak mudah untuk mendekatinya. Gunakan mantra apapun itu untuk mendekati biksu itu dan jika anda memiliki kemampuan untuk berkultivasi teleportasi, segera manfaatkan itu!"
"Itu artinya, saya harus tetap membunuh biksu itu bukan?!"
"Ya. Gunakan mantra atau kultivasi teleportasi."
Melihat Guan Wei yang juga sedang melakukan pertarungan disana jauh darinya, Xiao Xing Chen tidak tinggal pikir, ia segera berlari menggunakan kultivasi teleportasi, langsung melesat berada di atas kepala biksu itu dan menggunakan mantra penghalang agar biksu itu terjatuh seketika terdorong oleh mantra penghalangnya.
Begitu biksu itu terjatuh, ia meletakkan tangannya pada dada Xiao Xing Chen. Biksu itu mengeluarkan seluruh kekuatan spiritualnya dan menekan ke dada Xiao Xing Chen. Rasanya seperti semua organ dalamnya di hancurkan dalam sekejap. Xiao Xing Chen langsung mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya, melompat menjauh dari biksu itu. Xiao Xing Chen berlutut karena, kakinya yang sudah tidak sanggup menahan beban tubuhnya itu.
"Mungkin aku harus lebih pintar lagi dalam menghadapi orang tua ini."
Xiao Xing Chen mendengus, tidak tahan dengan luka yang sudah begitu parah ini. Selama di alam bawah sadar, ia bermanjakan para gadis-gadis cantik disana namun, yang ia dapatkan di alam manusia ini, ia malah mendapatkan luka yang parah. Serasa seperti tidak dihormati! "Kau benar! Aku memanglah harus menggunakannya."
Xiao Xing Chen kembali melesat, melayang di atasnya. Bayangan hitam membentuk sebuah pedang dan di ayunkannya ke arah biksu itu. Dengan mudahnya, biksu itu menghindari serangannya, sangat disayangkan! Ayunan pedang Xiao Xing Chen memicu ledakan dalam tanah, hingga bebatuan berterbangan di area pertempuran.
"Sepertinya, saya terlalu meremehkan anda." Biksu itu berkata dengan memegang janggutnya yang panjang itu.
Xiao Xing Chen kembali bergerak tanpa kata, dan langsung kembali melesat di hadapannya menggunakan bayangan hitam miliknya, terus mengayunkannya demi kemenangan yang telak. Ia sama sekali tidak memberikan ruang yang cukup untuk bernafas! Bayangan hitam yang ada di sekelilingnya, itulah kekuatannya yang sebenarnya! Tidak mungkin jika saya bisa menyentuh bayangan hitam itu karena, hanyalah sebuah ilusi.
__ADS_1
Biksu itu terlalu sibuk dalam menghindari serangan Xiao Xing Chen, hingga tidak mengetahui bahwa Xiao Xing Chen kini sudah berada di belakangnya dan menusuk tubuhnya dengan 3 pedang dibuatnya. Biksu itu melemah, begitupula dengan mantra penghalang juga mayat-mayat hidup yang menyerang Guan Wei, sudah menghilang! Ia mengeluarkan seteguk darah kembali, tubuhnya tidak hentinya mengeluarkan darah.
"Anak muda, kau memiliki tubuh emas. Pantas untukmu jika yang mulia Xin Dao begitu tertarik dengan anda bahkan tidak berani untuk membunuhmu."
Xiao Xing Chen semakin menekan lebih dalam pedangnya itu. Tidak peduli bagaimana tangannya ini sudah menghitam akibat darah biksu ini yang terus mengalir di tangannya ini. Guan Wei akhirnya mendekat dan mencoba menghentikan Xiao Xing Chen yang sudah terlewat batas itu; "Hentikan! Xiao Ying, kau sudah kelewat batas!"
Xiao Xing Chen akhirnya menyadari apa yang dilakukannya dan akhirnya menghilangkan pedangnya yang semakin menusuk dalam tubuh biksu ini. Biksu itu akhirnya terjatuh lemah tak berdaya. Xiao Xing Chen juga melemah nyaris terjatuh dan untungnya Guan Wei dengan sigap menyandarkan tubuh Xiao Xing Chen yang lemah itu pada bahu dan lengannya. "Kau tidak apa-apa, Xiao Ying?"
Apa yang membuat biksu itu tersenyum? Rupanya, tasbih yang ia selalu pegang itu, memunculkan cahaya merah menyala, membentuk sebuah array besar hingga Xiao Xing Chen juga dengan Guan Wei ikut masuk dalam array tersebut.
Ledakan besar akan terjadi!
Kuil itu akhirnya hancur berantakan dimana-mana akibat ledakan besar tasbih seorang biksu. Beruntung saja, Xiao Xing Chen yang mampu berkultivasi teleportasi langsung memindahkan dirinya dan juga Guan Wei menjauh dari array tersebut juga keluar dari kuil.
Pada dasarnya, penggunaan kultivasi teleportasi menggunakan kekuatan spiritual yang cukup besar untuk melakukannya apalagi dengan memindahkan 2 orang sekaligus. Pastinya akan sangat berat. Jika saja Xiao Xing Chen gagal dalam melakukan kultivasi teleportasi, mungkin saja tubuh mereka akan hancur berkeping-keping.
Xiao Xing Chen akhirnya mampu menghela nafasnya setelah melawan biksu tua itu. Meskipun agak lemas, tapi Xiao Xing Chen memiliki tugas berikutnya yaitu memperbaiki segel pembatas yang mulai kendur. Rasanya saya ingin tertawa hehe sekali lagi, perihal kekuatan spiritual saya yang sudah mulai menghilang.
"Kau tidak perlu melakukannya jika kekuatan spiritual mu tidak mendukung."
Xiao Xing Chen sama sekali tidak menghiraukan perkataan shifu-nya itu dan kembali ke reruntuhan kuil ghaib untuk mencari array pembatas. Biasanya array itu terletak pada dasar lantai perunggu kuil ghaib ini. Dan akhirnya, di bawah sebuah patung dewa disana, Xiao Xing Chen mengangkat patung tersebut. Melihat array yang sudah mulai pudar termakan usia, Xiao Xing Chen mencoba menggunakan kultivasi-nya untuk memperbaiki array tersebut. Xiao Xing Chen menyarankan agar Guan Wei sedikit memberi jarak padanya dan akhirnya Xiao Xing Chen menekan array tersebut menggunakan tangannya! Tangan Xiao Xing Chen sudah mengeluarkan darah hingga ia tidak perlu melukai tangannya itu.
__ADS_1
Cahaya merah keluar dari array darah tersebut. Energi spiritualnya seperti sedang dihisap habis! Hingga cahaya merah itu selesai memunculkan dirinya, barulah array itu dinyatakan selesai dalam masa perbaikan. Namun sayangnya, setelah itu Xiao Xing Chen malah kehilangan kesadarannya dan pingsan di atas array darah tersebut.