
Sementara ini, Zhi Lian sangat merasa aneh pada Xiao Xing Chen karena ia sangat terlalu mencoba untuk menghindar darinya. Memangnya apa yang pernah saya lakukan padanya, hingga ia berani untuk mencoba menghindari saya dan memutuskan agar saya bisa tinggal di pegunungan Cang Qiong yang memiliki ribuan aturan di dalamnya!? Ah, lagipula saya adalah orang luar, mungkin saja tidak apa-apa jika saya melenceng aturan tersebut.
Malam ini di pegunungan Cang Qiong sangatlah dingin setelah mengalami gempa yang kecil selama beberapa saat akibat pertarungan yang terjadi di alam iblis juga pertarungan seorang kaisar cahaya dengan pelayan dewa iblis. Zhi Lian terpaku pada Guan Wei yang masih saja duduk menekuk lutut di mata air mengalir. Bukankah sekarang ini, suhunya cukup dingin? Kenapa shifu itu masih duduk berlutut di mata air itu?
Hanya memastikan saja, Guan Wei baik-baik saja. Zhi Lian segera menghampirinya dan memberikannya jubah panjang miliknya untuk menyelimuti tubuhnya yang sepertinya tidak tahan dingin. "Apakah anda akan baik-baik saja jika terus saja berada di mata air ini? Bukankah akan membuat suhu tubuh anda menjadi lebih dingin?"
Guan Wei tidak berekspresi dan memalingkan wajahnya. Ia seperti sangat tidak ingin melihat wajah Zhi Lian atau siapapun yang sedang berbicara dengannya. Saya tidak akan memperlihatkan wajah saya sebelum saya mendengar murid saya Xiao Ying kembali kemari!
Zhi Lian yang hanya diperlihatkan dengan ekspresi wajah Guan Wei yang tidak ada dan ditambah lagi dengan ia membuang wajah padanya, hanya mengangguk pelan dan duduk di samping Guan Wei tanpa memikirkan efek sampingnya. "Anda tidak seperti kaisar cahaya yang banyak bicara dan main asal meninggalkan seseorang di tempat lain." Zhi Lian berkata dengan menggenggam air yang ada di tangannya sekarang ini.
Apa maksud Zhi Lian adalah benar! Memangnya, siapa yang bisa mengalahkan mulut Xiao Xing Chen yang setiap harinya mengeluarkan dua puluh ribu kata dalam sehari! Juga dengan pikirannya yang aneh dan semakin menjadi-jadi, membuatnya menjadi bahan tertawaan tiga alam berbeda!
"Kenapa anda tidak kembali ke asrama murid dan tidur disana?" Guan Wei akhirnya membuka mulutnya karena merasa risih dengan keberadaan Zhi Lian di sampingnya.
"Tapi sebelum itu, ada yang ingin saya tanyakan pada anda. Jika Xiao Ying adalah murid anda, bisa anda jelaskan mengapa orang itu selalu menghindar dari kerumunan dan sama sekali tidak ingin membawa seseorang dalam tugasnya?"
Guan Wei merasa tidak sanggup untuk menjawab pertanyaan yang seperti menjebak ini. Jika ini diceritakan, apa mungkin orang ini akan menyebarluaskannya?
__ADS_1
Zhi Lian kembali melanjutkan: "Saya tahu, jika Xiao Ying adalah seorang kaisar cahaya juga pastinya ia masih ada hubungannya dengan alam iblis. Menurut anda, bagaimana ini bisa di jelaskan dan mengapa ia sama sekali tidak meminta bantuan padahal mereka bisa meringankan bebannya?"
Guan Wei menjawab: "Xiao Ying, bukanlah orang yang mudah menyerah dan tidak pernah berpegang pada orang lain. Ia sama sekali tidak ingin kembali melihat orang yang menjadi bagian dari hidupnya, kembali terluka apalagi meninggal karena ulahnya. Apa yang dilakukan oleh grandmaster-nya, tidak akan terulang lagi kali ini."
Zhi Lian terdiam mencoba untuk memikirkannya. "Para pejabat surgawi tidak memberitahu saya tentang masa lalu seorang kaisar cahaya. Memangnya, apa yang pernah dilakukannya hingga bersikap egois seperti ini?"
"Terlalu menyedihkan dan mengerikan. Saya tidak bisa berkata-kata lagi." Guan Wei beranjak dari tempatnya berdiri dan mengembalikan jubah Zhi Lian yang dipinjamkan padanya.
Apakah masa kecilnya terlalu menyedihkan bahkan shifu-nya tidak ingin menceritakannya pada yang lain? Apa yang saya bayangkan sekarang ini, apa terlalu menyedihkan untuk dilihat?
Halus, lembut selimut sutra dirasakannya. Aroma dupa tercium dimana-mana juga dengan telinga yang dipenuhi dengan suara sitar yang merdu. Xiao Xing Chen membuka matanya melihat dirinya sedang terbaring pada sebuah kasur lembut di alam surga.
Xiao Xing Chen berjalan mendekati sebuah cermin batu giok dan melihat wajahnya dengan baik. Terlihat segel Liu Yang masih terpasang di dahinya dan inilah yang membuatnya berubah menjadi seperti Iblis sepenuhnya!
Wajah siapa yang anda lihat sekarang ini? Apa yang akan anda katakan di hadapan shifu anda?
Xiao Xing Chen mengambil sebuah gelas keramik berisikan teh hangat di dalamnya. Ia mencoba melihat apa yang dilakukannya sekarang ini. Ya! Pastinya anda merasa telah melakukan hal bodoh yang membuat alam surga mengalami guncangan yang hebat!
__ADS_1
Xiao Xing Chen memasang ekspresi marah dan melemparkan gelas keramik yang di pegangnya sekarang pada sebuah cermin di depannya hingga pecah berantakan bahkan membuat wajahnya terluka sendiri akibat serpihan kaca yang berterbangan mengenai wajahnya.
Para gadis-gadis pelayan tiba-tiba membuka pintunya dengan keras karena mendengar sesuatu terjatuh ada disini. Mereka terkejut melihat Xiao Xing Chen yang berdiri pada sebuah cermin yang sudah hancur berkeping-keping juga dengan wajah yang terluka akibat goresan serpihan kaca, membuatnya lebih terlihat mengerikan dan membuat para pelayan gadis itu ketakutan untuk mendekat.
Tak lama setelahnya, Wu Shen menerobos kerumunan pelayan dan melihat apa yang dilakukan oleh Xiao Xing Chen sekarang ini. Apa yang anda lakukan hingga terus saja membanting seluruh benda yang ada disini?
Wu Shen berjalan mendekat dan mencoba untuk menenangkannya. Xiao Xing Chen terus saja memberontak tidak henti-hentinya untuk menghancurkan ketika Wu Shen berjalan mendekatinya.
"Kaisar cahaya, tenanglah! Anda tidak bersalah!"
Wu Shen memegang wajahnya dengan lembut supaya ia bisa melihat wajahnya dengan baik. Ekspresinya perlahan membaik dan bersahabat dengannya. Saya sangat tidak mengira jika kaisar cahaya akan mampu semarah ini.
Wu Shen akhirnya menyuruh Xiao Xing Chen untuk duduk meskipun diatas sebuah lantai perunggu, Wu Shen mencoba untuk berbicara dengannya. "Kaisar cahaya, apa anda sangat ingin bertemu dengan shifu anda?" Wu Shen berkata dengan memegang kedua bahu Xiao Xing Chen supaya agar ia bisa tenang dan bernafas dengan baik.
Xiao Xing Chen tiba-tiba terisak tangis dan menaruh kepalanya di atas pundak Wu Shen. Ia tidak berkata sepatah kata apapun itu dan malah terlihat ia merasa sangat bersalah!
Saya, tentunya sangat ingin bertemu dengan shifu saya sendiri. Apa yang dilakukan shifu saya sekarang ini, apakah ia semakin membenci saya atau tidak, setelah saya membuat bencana yang sangat besar.
__ADS_1
Wu Shen mencoba memeluknya dengan lembut dan berkata: "Kaisar cahaya, tetaplah disini. Saya akan segera mencari shifu anda dan membawanya di hadapan anda sekarang ini."
Mata Xiao Xing Chen tiba-tiba menghitam.