
Guan Wei tampak tidak mengenal siapa orang ini.
Tatapan wajah Guan Wei, tidak seperti menunjukkan bahwa ia mengenal Xiao Xing Chen. Apa yang membuat shifu melupakan saya? Guan Wei terdiam tidak berekspresi dan malah menyuruh murid-muridnya untuk meninggalkan Xiao Xing Chen. Rupanya, Guan Wei juga dengan beberapa muridnya hanya sekedar lewat dan sama sekali bukan yang Xiao Xing Chen bayangkan sekarang ini. Saya pikir, mereka sedang mencari sama seperti yang saya cari.
"Shifu!" Xiao Xing Chen tersenyum lebar menatap Guan Wei. Namun, Guan Wei sama sekali terlihat tidak mengenal siapa itu Xiao Xing Chen.
Guan Wei hanya menganggukkan kepalanya, beberapa dari muridnya juga memberi hormat pada Xiao Xing Chen dan kembali pergi menuju suatu tempat. Saya rasa, julukan sebagai kaisar cahaya tidak pantas untuk saya. Mungkin, julukan sebagai kaisar terlupakan itu lebih pantas. Sudah beberapa hari ini, Xiao Xing Chen menginjakkan kakinya di alam manusia ini dan hanya beberapa orang saja yang mampu mengenalnya.
"Ah, sudahlah lupakan saja. Saya rasa, lebih baik menyelesaikan tugas ini sejak awal daripada harus menjadi iblis sepenuhnya di sini."
Xiao Xing Chen kembali berjalan hingga menemukan kuil ghaib di dalam hutan ini. Perlahan jalannya menjadi berkabut, buram tidak terlihat satupun benda di dalamnya. Matanya perih, terus menatap kabut tebal ini.
Beberapa anak panah dan tombak, di luncurkan ke arah Xiao Xing Chen. Ia berhasil menghindarinya dengan postur tubuh yang baik, meskipun beberapa ada yang hingga menggores tubuhnya. Xiao Xing Chen bingung dalam menghadapi musuh yang seperti ini, ia sama sekali tidak bisa melihat kemana arah serangan itu akan di luncurkan.
Dewa murah hati, tiba-tiba berbicara pada Xiao Xing Chen menggunakan array komunikasi, ia mengatakan; "Kaisar cahaya, anda harus menutup mata anda agar tidak perih!"
"Dewa murah hati? Bagaimana saya bisa menutup mata saya jika saya tidak mampu melihat kemana arah musuh berada?"
"Kaisar cahaya, pintar lah sedikit. Anda mungkin tidak akan bisa melihat kemana arah musuh anda tapi, anda rasakan keberadaannya."
Xiao Xing Chen akhirnya memejamkan matanya, merasakan keberadaan musuhnya melewati Indra pendengaran juga peraba.
__ADS_1
Puluhan panah dikerahkan!
Xiao Xing Chen menggunakan kultivasinya, memunculkan bayangan hitam di sekitar tubuhnya. Panah itu berhasil di patahkannya! Sebuah tangan manusia, keluar dari bawah tanah dan nyaris menyentuh kaki Xiao Xing Chen disaat ia menggunakan ilmu meringankan tubuh. Seseorang muncul di belakangnya dan langsung menghunuskan pedangnya. Xiao Xing Chen menggunakan serulingnya untuk menahan serangan pedang tersebut. Namun malah, serangan itulah yang menjadi pancingan untuk Xiao Xing Chen agar jatuh dalam jebakan musuh.
Baru saja ia menapak di tanah, tiba-tiba saja seperti sebuah pintu di bawah kakinya, membuatnya masuk ke dalam pintu tersebut. Begitu gelap dan membuat putus asa. Xiao Xing Chen menjadi tidak sadarkan diri dan berada di sebuah ruangan yang luas dan terdapat banyak helai kain, yang sengaja di biarkan berterbangan di setiap tiang bangunan.
Saya berada di sebuah ilusi?
Guan Wei seperti mendapatkan ingatannya kembali! Ia merasa mengenal siapa orang tadi yang menyapanya dan tersenyum padanya. Ingatannya muncul tiba-tiba saat ia melihat sebuah pita merah yang tergantung di sebuah dahan pohon. Seperti ada sesuatu yang menghantamnya, Guan Wei tiba-tiba merasa panik dan bersalah karena telah melupakan seorang laki-laki yang pernah menjadi muridnya ini.
"Shifu, ada apa?" Seorang muridnya bertanya, karena melihat Guan Wei yang kelihatan pucat.
"Kalian kembalilah ke gunung Cang Qiong sendirian. Saya akan segera menyusul bersama seseorang nantinya." Guan Wei segera mengambil langkah cepat berlari menyusul Xiao Xing Chen yang sepertinya ia sedang menuju bukit Yaguan.
Sementara itu, Xiao Xing Chen akhirnya tersadar dan berada di sebuah ruangan luas seperti sebuah kuil di sana. Terdapat lukisan dewa dan juga patungnya. Anehnya, Xiao Xing Chen sama sekali tidak melihat ada orang yang berdoa di sana. Apa ini adalah kuil ghaib? Sangat sepi dan tercium bau anyir darah dimana-mana. Mungkin ini menjadi hal biasa Xiao Xing Chen mencium bau anyir darah seperti ini, karena setiap harinya ia selalu bertemu dengan array darah yang masih cukup hangat.
"Anak muda, seperti anda memiliki garis keturunan seorang iblis."
Seorang kakek tua, berjanggut putih panjang namun tidak memiliki rambut di kepalanya, berbicara dengan nada yang putus-putus. Kakek tua itu berdiri sedikit lebih jauh dari Xiao Xing Chen. Kakek itu memegang tasbih di tangannya dan selalu memejamkan matanya. Dilihat dari pakaiannya, sepertinya kakek ini adalah seorang biksu!
"Kakek, kakek biksu! Bisa anda jelaskan kenapa saya dibawa kemari?"
__ADS_1
Xiao Xing Chen malah menanyakan hal yang tidak masuk akal padahal, dia sendiri yang memiliki tujuan untuk menemukan kuil ghaib dan setelah menemukannya dia malah bertanya?
"Anak muda, bukankah anda sendiri yang mencari kuil ghaib ini?"
Xiao Xing Chen mendengus; "Tapi, anda ini adalah iblis dan kenapa tidak menyerang saya jika mengetahui bahwa saya ini seperti penyusup bagi anda?"
"Untuk apa saya menyerang seseorang yang ternyata orang itu juga seorang iblis seperti saya?"
Xiao Xing Chen tertawa hehe
Pantas saja para pejabat surgawi menyerahkan tugas ini pada saya jadi, ini alasannya agar tidak ada yang terluka? Sebenarnya untuk apa kuil ghaib ini terbentuk?
Mungkin saja, ini adalah gerbang masuk menuju alam iblis. Jadi, kuil ini sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu? Pantas saja mayat-mayat hidup yang berasal dari tempat ini, sangat sulit untuk dikalahkan bahkan dengan kemampuan mempelajari kitab Gongqie, tetap saja tidak bisa di hilangkan! Lalu, untuk apa biksu ini ada disini? Dia sangat berbahaya, mungkin saya harus menyegel tempat ini lebih kuat lagi.
"Kakek biksu, bisakah saya menyegel tempat ini agar umat manusia tidak resah dengan pasukan anda yang selalu keluar dari kuil ini?"
Biksu itu tiba-tiba memukul lantai perunggu dengan tongkatnya dan memulai hawa pembunuhnya; "Anda juga seperti kami, iblis yang kejam. Kenapa anda malah menginginkan kuil ini agar tersegel dengan kuat!?"
"Saya mendapatkan tugas dari para pejabat surgawi, untuk kembali menguatkan segel kuil ini, setelah disegel oleh leluhur Wu Shen ratusan tahun lalu."
"Bukankah kau anak kemarin sore, yang dibawa oleh yang mulia Xin Dao untuk dijadikannya sebagai kultivator Iblis?"
__ADS_1
Xiao Xing Chen hanya mengangguk dan memalingkan wajahnya. Kakek biksu ini ternyata memang mengetahui semua tentangnya bahkan ia mengetahui bahwa Xiao Xing Chen memiliki garis keturunan iblis.
Disaat biksu itu sedang meredam amarahnya, seseorang membuka pintunya dengan keras. Sosok putih bersih seperti orang Sholeh lainnya, Guan Wei datang menghampiri Xiao Xing Chen dengan wajah pucat, berteriak memanggil; "Xiao Ying!" Guan Wei mengulurkan tangannya, ia seperti ingin menggeret Xiao Xing Chen kembali pada kultivasi pedang. Apalagi Xiao Xing Chen sedang bersama seorang iblis disana dan semakin membuat Guan Wei gemetar Xiao Xing Chen akan jauh lebih dalam untuk mendalami kultivasi iblis.