
Tak lama, setelah dewa murah hati berbicara dengan Xiao Xing Chen tiba-tiba saja Zhi Lian membuka matanya dan membuat Xiao Xing Chen terkejut dengan hal itu. Apa saya masih hidup? Zhi Lian mulai merasa lugu.
"Eh? Zhi Lian ternyata anda masih hidup? Baru saja saya ingin membeli peti mati pada penduduk desa untuk mengubur anda." Xiao Xing Chen langsung berkata seperti itu pada Zhi Lian dan malah membuatnya marah dan wajahnya berubah merah.
"Ngawur! Apa maksud anda saya sudah mati!?" Zhi Lian membentak dan memukul kepala Xiao Xing Chen dengan sarung pedangnya.
"Saya hanya mengatakan ini, kenapa anda yang harus marah? Apa salah saya?" Xiao Xing Chen berkata dengan memegangi kepalanya yang masih terasa sakit dan dibalut dengan perban.
Zhi Lian akhirnya melihat tubuhnya kali ini yang sudah dibalut dengan perban. Rasanya saya mengalami pendarahan yang cukup hebat tapi, kenapa saya masih bisa selamat? Siapa yang menyelamatkanku?
"Zhi Lian! Saya rasa anda harus berterimakasih pada dewa murah hati yang telah mengobati luka anda ini." Xiao Xing Chen berkata dan menunjuk ke arah dewa murah hati.
Zhi Lian tampak sangat tertegun melihat seorang dewa murah hati yang sekarang ini duduk di depannya dan menjadi pahlawan baginya karena telah menyelamatkannya kali ini; "Anda benar-benar seorang dewa murah hati?"
Dewa murah hati mengangguk dan sedikit tertawa mengatakan; "Iya, menurut anda apa saya ini mirip dengan penampilan seorang dewa?"
Zhi Lian membungkukkan badannya dan berterimakasih pada dewa murah hati dengan tidak biasa dan seperti berlebihan. Wajah dewa murah hati seketika merah karena tidak terbiasa dengan hal ini. Tolong berterimakasih padaku biasa-biasa saja. Saya tidak terbiasa dengan hal seperti ini. Anggap saja ini sebagai tugas saya sebagai seorang dewa murah hati.
"Jika saja saya melihat bagaimana dewa murah hati mengobati luka anda, saya pasti akan memerintahkannya untuk membiarkannya saja dan membiarkan anda mati di tempat." Lagi-lagi Xiao Xing Chen mengatakan sesuatu yang membuat Zhi Lian naik darah dan tidak sanggup berkata apapun selain menyiksanya dengan beberapa pukulan pedang.
Lalu setelah itu…..
__ADS_1
"Karena semua pejabat surgawi sudah merasa aman dengan keberadaan anda saat ini, anda bisa langsung kembali naik ke atas surga dan mencari perlindungan di sana." Dewa murah hati berkata sambil merapikan barang-barangnya yang ia gunakan untuk mengobati lukanya.
"Jadi, saya bisa kembali naik ke surga?" Xiao Xing Chen berkata dengan senangnya ia mendengarkan.
"Jangan seenaknya pergi! Bagaimana dengan saya yang sudah menjadi murid anda?" Zhi Lian berkata dengan penuh penolakan dalam hatinya.
Xiao Xing Chen; "Memangnya, saya peduli dengan anda?"
Zhi Lian kembali menahan kesal.
Seperti ada yang terlupakan disini, ada seseorang yang ingin saya temui dan ternyata benar saya sangat ingin bertemu dengannya saat ini untuk menyampaikan kabar gembira ini. Mungkin, saya akan menunda untuk saya naik ke surga. Karena, masih banyak yang saya tinggalkan disini termasuk saya sudah menjanjikan sesuatu pada seseorang disini dan saya ingin menepatinya. Pada sebuah gunung Cang Qiong, seorang shifu selalu menunggu saya untuk kembali. (Saya bikin Xiao Ying kangen dengan shifu-nya, hehe)
Dewa murah hati hanya tersenyum dan kemudian kembali naik ke atas surga melanjutkan tugas lainnya. Zhi Lian yang sejak tadi hanya menyimak pembicaraan mereka, sama sekali tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Apa itu pegunungan Cang Qiong? Dan sebenarnya kaisar cahaya masih memiliki seorang shifu?
Pegunungan Cang Qiong, perguruan sekte Guan Qin. Begitu damai seperti di surga, seperti tidak ada perselisihan disana. Suara sitarnya juga terdengar sangat lembut dan merdu terdengarnya.
"Maaf, shifu apakah saya tidak apa-apa jika memasuki tempat suci seperti ini?" Zhi Lian terlihat sedang bersembunyi pada sebuah pohon besar dan wajahnya menjadi merah, gugup melihat murid-murid itu yang sepertinya sangat terhormat.
"Jika kau ingin disini saja tidak apa-apa. Tunggu saja sampai besok pagi, jika anda tidak ingin masuk." Xiao Xing Chen berkata dan melangkahkan kakinya pada anak tangga keempat.
"Tapi, shifu." Zhi Lian akhirnya memutuskan untuk berdiri di belakang Xiao Xing Chen yang sekarang ini menjadi punggungnya. Risih sekali saya melihatnya.
__ADS_1
Seorang murid, Xie Ling sedang mengajarkan beberapa juniornya hal-hal yang harus diperhatikan dalam ilmu pedang. Gerakan pedang yang sungguh indah terlihatnya bahkan seperti memunculkan monitor cahaya yang terlihat di setiap ayunan pedangnya.
"Gerakan pedang anda setiap harinya semakin indah saja." Xiao Xing Chen berkata bersandar pada sebuah dinding batu dengan Zhi Lian yang masih saja menempel di sampingnya. Bahkan terlihat seperti menyukainya.
"Tuan muda Chen! Sejak kapan anda turun gunung?" Xie Ling berlari dan menghampiri mereka yang sedang peluk-pelukan ini.
"Iya, kebetulan saja aku ingin bertemu dengan shifu. Mana dia?"
"Sudah sejak kemarin shifu belum pulang dari perginya menuju suatu tempat. Mungkin ia mendapatkan tugas rahasia dan sangat penting dari pemimpin sekte." Jelas Xie Ling yang langsung melihat ke arah Zhi Lian yang masih nyaman dengan punggung Xiao Xing Chen. "Tuan muda Chen, siapa orang putih ini?"
"Saya rasa anda tidak perlu menanyakan hal ini. Tenang saja ia sudah seperti penyusup bagi saya."
Zhi Lian yang mendengarnya tidak terima dan langsung mendorong Xiao Xing Chen dengan keras. Saya sudah berada di samping anda selama beberapa hari ini dan anda masih menganggap saya sebagai penyusup?
Seorang murid, menghampiri mereka dengan kabar yang cukup meyakinkan! Murid itu tertawa kecil dan tersenyum senang berkata bahwa shifu telah kembali! Tunggu apa lagi? Segera temui dia!
Pada paviliun Xin Ang, tampak jelas semua muridnya menyambutnya dengan senang hati dan ekspresi mereka tiba-tiba berubah ketika melihat pakaian bawah shifu mereka sudah ternodai dengan darah seseorang.
Ini tidak biasanya terjadi pada shifu! Ia adalah orang yang biasanya jika menyentuh sesuatu selalu tidak langsung dan harus ada perantaranya untuk menggenggam tangan seseorang yang akan di pegangnya. Apa mungkin shifu telah diserang oleh seseorang?
Wajah shifu-nya tampak kesal dan marah. Ia sama sekali menunjukkan ekspresi senang di wajahnya ketika berhadapan dengan Xiao Xing Chen seolah-olah itu adalah hal biasa. Guan Wei lalu menyuruh Xie Ling untuk menyiapkannya air hangat untuknya mandi di sebuah mata air.
__ADS_1
Terlihat acuh tak acuh ketika melihat murid-muridnya ini. Guan Wei sangat tidak penasaran dengan apa yang dicapai oleh murid-muridnya ini selama ia berada di pengasingan. Ada apa dengan shifu? Ia berubah semenjak iblis-iblis itu menyerang sekte