Kaisar Cahaya Kultivasi Iblis

Kaisar Cahaya Kultivasi Iblis
Chapter. 58 [S 2]


__ADS_3

Seorang pemuda dewasa, dengan pesona (sihir) yang kuat. Laki-laki ini sama sekali tidak main-main! Pedang besar yang diselipkan pada pinggang kirinya, pandangannya tampak kejam melihat sekitar. Berani sekali seorang penjahat sampah menemui saudaranya di sini! 


Zi Xian, setiap harinya semakin membenci Xiao Xing Chen dan bahkan saat ia berani untuk menemui kakak seperguruannya. Penjahat sampah, tidak pantas untuk hidup di sini setelah membunuh banyak orang! 


Zi Xian dengan mudahnya membuka pesona (sihir), dan mengayunkan pedangnya ke arah Xiao Xing Chen. Ia sangat mengetahui bahwa sekarang ini, Xiao Xing Chen tidak mungkin bisa menggunakan pedangnya karena saat ini dia adalah seorang kultivator Iblis. Xiao Xing Chen tidak melawan dan hanya berani untuk menghindari serangannya yang tiba-tiba akan datang. 


Apa yang pernah saya lakukan pada anda hingga membuatnya ingin sekali membunuh saya!? 


Saat Xiao Xing Chen sudah terpojok, dengan sigap Yuan Qiu juga membuka pesonanya dan menepis serangan Zi Xian yang semakin bertubi-tubi. "Patriark Jingshi, saya rasa anda jangan membuat keributan di sekte orang lain." 


Mendengarnya, Zi Xian kembali memasukkan pedangnya dalam sarungnya. Masih menatap Xiao Xing Chen dengan tatapan seram. "Xiao Xing Chen, saya sarankan anda segera pergi dari sini jika, tidak ingin sesuatu terjadi pada anda." 


Zi Xian beranjak dari tempat itu bersama dengan beberapa pengikutnya. Xiao Xing Chen akhirnya mampu bernafas lega setelah Yuan Qiu memisahkan mereka. Suara seorang perempuan, lembut sekali kedengarannya memanggil: "Ah Chen!" Kakak seperguruannya, Yue Li dengan wajah tersenyum gembira menyambut Xiao Xing Chen dengan hangatnya. 


"Kakak seperguruan!" 


Yue Li menggenggam tangan Xiao Xing Chen dan memperhatikannya dengan baik. Tubuhnya lebih tinggi dari sebelumnya, dan agak kurusan sekarang ini; "Ah Chen, kau agak kurusan sekarang ini. Apa kau lapar? Selama di alam bawah sadar, apa yang kau makan di sana hingga terlihat kurusan seperti ini?" Yue Li tampak terlalu mengkhawatirkan Xiao Xing Chen padahal, sekarang ini ia sehat-sehat saja dan tidak penyakitan. 

__ADS_1


"Kakak seperguruan, kau terlalu khawatir. Aku baik-baik saja." Xiao Xing Chen menjawab dengan ramahnya pada kakak seperguruannya. 


"Apa kau sudah bertemu dengan keponakan mu saat ini?" 


"I, iya. Baru saja tadi aku bertemu dengannya secara tidak sengaja." 


Yue Li terlihat senang tidak karuan, dan hanya tersenyum senang melihatnya. Xiao Xing Chen ingin sekali menanyakan pada kakak seperguruannya itu, mengapa Zi Xian semakin hari semakin membencinya? Xiao Xing Chen terima saja dirinya disebut sebagai seorang penjahat sampah karena memang itu benarnya. Mantan penjahat yang pernah membunuh banyak orang tidak berdosa, tiba-tiba saja di angkat ke surga dan mendapatkan julukan yang sangat terhormat. Jika bukan karena dewa kultivasi Wu Shen, Xiao Xing Chen mungkin sekarang ini sudah meninggal dengan mengenaskan di bunuh oleh para kultivator muda. 


Seorang pemuda gagah, berjalan dengan seorang wanita anggun dilihatnya. Mereka telah kembali dari perburuan malamnya! Pemuda dengan pesona yang sangat tinggi dan pedang besar yang di gendong pada belakang punggungnya. Laki-laki itu tidak salah, itu adalah Lui Zhi Ying dan seorang tabib wanita dengan pakaian merah bercorak hitam, menjuntai ke bawah dia adalah Luo Tian, nona sekte Qing Fei.


Di depannya, Luo Tian memandangnya dengan tatapan sangar tidak bersahabat. Awalnya Xiao Xing Chen mengira bahwa Luo Tian juga membencinya, namun ketika Xiao Xing Chen menanyakannya pada Yuan Qiu dia malah menjawab; "Wanita ini, nona Luo, bukankah dia itu adalah tunangan tuan muda Chen?" 


Xiao Xing Chen kembali menatapnya dan baru saja mengingatnya ternyata benar, Luo Tian adalah tunangannya berkat Li Fang Jun yang membuat itu terjadi. Xiao Xing Chen mengambil kesempatan untuk bersembunyi di balik tubuh Yuan Qiu dan perlahan mencoba tersenyum bersahabat pada Luo Tian. 


Perasaan Xiao Xing Chen dag dig dug ketika melihat wajah galak Luo Tian dan mengatakan; "Nona Luo, apa kabar? Wajahmu, sama sekali tidak terlihat tua. Bahkan terlihat lebih muda." Xiao Xing Chen mengatakan hal itu, berharap Luo Tian tidak menceritakan tentang perihal pertunangan ini. 


Wajah Luo Tian sama sekali tidak berubah dan masih menunjukkan ekspresi yang sama. Yuan Qiu yang sedang berada di tengah-tengah pertikaian ini, mencoba merubah ekspresi wajah mereka. "Nona Luo, tenang saja. Tuan muda Chen sama sekali tidak melupakan tentang pertunangan ini. Suatu saat nanti, saya yakin tuan muda Chen akan menikahi anda." Yuan Qiu berkata dengan sedikit tersenyum lebar karena juga ketakutan melihat ekspresi wajah Luo Tian. 

__ADS_1


"Apa yang kalian bicarakan!" Luo Tian tiba-tiba berkata, dalam bayangan mereka, ucapan Luo Tian itu seperti sedang menghantam duak! 


Luo Tian berjalan menghampiri Xiao Xing Chen dan memegang lengan kirinya. Tidak heran, Xiao Xing Chen merasakan sakit ketika Luo Tian memegang bahu kirinya dan setelah Luo Tian memperlihatkan tangannya yang menyentuh lengan kiri Xiao Xing Chen, terdapat bercak darah yang cukup banyak. Sebelumnya, Xiao Xing Chen sama sekali tidak merasakan ada luka pada tangannya ini hingga Luo Tian menyentuhnya. 


"Darimana kau mendapatkan luka yang seperti ini?" Luo Tian berkata dengan memasang ekspresi serius di wajahnya. 


Xiao Xing Chen akhirnya dapat mengingatnya, ini adalah luka yang ditinggalkan oleh Zi Xian setelah ia bertarung dengannya tadi. Luo Tian menghela nafas panjang, dan menggandeng Xiao Xing Chen menuju ruangannya untuk mengobati lukanya. 


"Apa kau sama sekali tidak merasakan luka yang begitu dalam di tanganmu ini?" Luo Tian bertanya sambil membungkus lengan Xiao Xing Chen dengan sehelai perban. 


"Aku juga tidak mengetahui tentang ini. Tapi, terimakasih telah mengkhawatirkan ku." Xiao Xing Chen hanya tersenyum lembut pada wanita ini (Luo Tian), menunjukkan tidak ada yang harus dikhawatirkan sekarang ini 


Luo Tian memukul pelan bahu Xiao Xing Chen. Wajahnya yang terlihat cantik itu, terlihat menahan kesal padanya. "Nona Luo, ada apa?" 


Luo Tian tiba-tiba seperti orang yang baru saja mendapatkan kesadarannya kembali dan malah pergi beranjak dari tempatnya. Xiao Xing Chen hanya terdiam saja, ia sama sekali tidak mengerti perasaannya sekarang ini. 


Luo Tian memang sekarang ini sudah menjadi seorang wanita yang cukup menawan (cantik) di sekte-nya, bahkan lebih dari yang dulu. Ia memiliki pesona keanggunan dalam dirinya. Apa mungkin, semakin dewasa seorang perempuan, ia akan semakin seperti anak kecil? 

__ADS_1


__ADS_2