Kaisar Cahaya Kultivasi Iblis

Kaisar Cahaya Kultivasi Iblis
Chapter. 108 [S 4]


__ADS_3

Beberapa saat lalu, Guan Wei tampak bertamu pada seorang nenek tua paruh baya, yang merupakan penduduk paling tua yang ada di wilayah Peng Yan dan yang menurut orang-orang sering melihat iblis-iblis yang berkeliaran di sekitar wilayah seperti ini. 


Nenek tua itu terlihat seperti seseorang yang sangat sulit untuk diajak bicara dan mata yang seluruhnya sudah buta serta hanya mampu duduk di atas kursi kayu sederhana miliknya. 


Penduduk Peng Yan kembali ke rumah kayu mereka masing-masing karena takut dengan iblis-iblis pembawa wabah yang terkadang berjalan di bawah tanah. Mereka lebih mirip dengan hama yang merugikan dibandingkan dengan dikatakan sebagai iblis wabah. 


Memang benar! Ini adalah tempat pertarungan keji para iblis yang mewabah di tanah terkutuk ini. Beberapa tahun sebelum desa ini terbentuk, iblis yang memperebutkan posisi sebagai pemimpin alam iblis namun berakhir tragis tidak sempurna. Bagaimana ini bisa dikatakan "Tragis"? Karena pertarungan itu tidak menghasilkan kemenangan pada salah satu pihak? Pedang pusaka yang sangat digolongkan sebagai pedang keramat yang membuat tanah ini dikutuk oleh alam surga. Iblis itu mampu menembus celah bebatuan yang keras dan kecil. 


Awalnya disini hanya ada seorang kultivator pengelana yang sekedar bermalam disini namun, ia tidak sendiri melainkan membawa banyak orang di belakangnya. Mereka adalah para kultivator muda dan sebagian dari penduduk desa miskin yang belum menguasai tingkatan kultivasi apapun. Hingga satu bilah bambu yang membentuk sebuah rumah diikuti oleh orang-orang pengikut lainnya dan menjadi sebuah desa. Kultivator pengelana yang baru saja kembali dari perburuan malamnya, sudah terinfeksi oleh iblis wabah bahkan sekarang ini sudah menyebar hingga sampai pada jantungnya yang sangat sensitif terhadap serangan dari luar. Kultivator pengelana itu akhirnya tewas dan dimakamkan di desa ini. Sudah bertahun-tahun lalu, mereka tetap tinggal disini menemani sang Kultivator muda yang juga dimakamkan disini. 


Perlahan, iblis-iblis kecil mulai berdatangan mereka mengatakan jika ini adalah perintah dari atasan mereka untuk kembali menggali pedang pusaka milik dua iblis petarung tersebut yang terkubur. Mereka juga mengirimkan iblis wabah yang saat itu sama seperti yang menyerang sang Kultivator pengelana tersebut dan selalu berjalan di bawah tanah juga menginfeksi para penduduk desa. 


Akan sangat berbahaya jika seseorang terkena wabah dari iblis itu. Tandanya, akan muncul bercak berbintik merah yang ada di tubuh pengidapnya. Ia akan mengalami sakit kepala yang luar biasa serta akan sering mengeluarkan darah dari tenggorokannya. Namun, saat wabah itu sudah hampir meracuni aliran Qi seseorang, rasanya akan berubah seperti tertusuk oleh ratusan pedang beracun dan tidak lama, orang itu akan mati. 


Singkat, jelas dan dimengerti, Guan Wei sesaat meminum teh hangat yang tersaji di depannya. Jika memang ini hanya sebuah kebetulan Guan Wei memiliki tugas seberat ini, ia mungkin tidak akan mengambilnya. "Lalu, bagaimana dengan kalian yang memasang obor di setiap sudut rumah kalian dan mematikan lilin yang menyala di dalam rumah kalian?" 


Nenek tua menjawab dengan lemas dan suara yang agak terbata-bata, "Kami yang hidup di wilayah Peng Yan, wilayah yang terkutuk, percaya jika dengan menyalakan obor seperti yang kami lakukan sekarang ini, mungkin itu akan meminimalisir keberadaan iblis wabah yang terkadang muncul dari bawah tanah." 

__ADS_1


Tangan Guan Wei menggenggam karpet kasar yang didudukinya sekarang ini. Getarannya mulai terasa! Apakah sedang ada pertarungan di luar sana? Terasa sedikit ada tolakan yang dibuat dari dalam tanah, seperti kilat telah menyambar tanah ini dan merambat di seluruhnya. 


Terdengar juga suara dentuman bunyi seseorang menghancurkan dalam jumlah banyak juga teriakan para penduduk desa yang membawa tombak dan golok mereka. "Seseorang telah terinfeksi!" Tombak dan golok mereka tampak dihunuskan pada seseorang yang berdiri di tengah-tengah mereka. 


Aura kejam tidak terasa namun sebuah pesona yang besar terus mengalir. Bukan! Ini sangat familiar tapi bukan seperti ini rasanya! 


Guan Wei menerobos kerumunan orang-orang dan menuju ke tengah. 


Seorang wanita berpakaian pengantin dan terbuka dengan seorang laki-laki yang berdiri di belakangnya berniat untuk melindungi adalah orang yang telah melakukan pertarungan disini dan membunuh para iblis wabah! 


Pupil matanya kembali menghitam, melihat bayangan putih memancar di depannya. Xiao Xing Chen cukup sudah merasa terkejut dengan kedatangan Guan Wei yang muncul dihadapannya. Ekspresinya berubah menjadi konyol. Apakah shifu akan membela saya sekarang ini? 


Guan Wei merupakan orang yang terampil dalam mengatasi masalah yang seperti ini. IQ nya cukup tinggi dan apalagi terkenal dengan kesalehannya juga seorang shifu ternama. Tenang saja, tidak akan ada sesuatu yang besar terjadi disini, kembalilah ke rumah kalian masing-masing. "Saya tidak akan membuat laki-laki ini menyentuh kalian."


Penduduk desa, merasa takut dan tidak percaya. Melihat darah yang sudah dikeluarkan oleh Xiao Xing Chen berasal dari tenggorokannya dan masih berbekas di mulutnya, rasanya akan sulit untuk terobati namun, ekspresinya tetap biasa biasa saja. Apakah orang ini benar-benar manusia? 


Para penduduk desa tersebut akhirnya kembali ke rumah mereka masing-masing kembali mematikan cahaya lilin di rumah mereka. Langkah kakinya berjalan menuju Xiao Xing Chen dengan Xue Jing yang terlihat masih terlalu waspada pada Guan Wei yang semakin mendekatinya. Guan Wei berhenti untuk beberapa langkah lagi menuju Xiao Xing Chen dan sangat memperhatikan apa yang dilihatnya sekarang ini. Tidak ingin melakukan sentuhan langsung pada seorang wanita, apakah Guan Wei harus segera mengusirnya? 

__ADS_1


Guan Wei berkata dengan menaruh kedua tangannya di belakang punggungnya, "Nona, bisakah saya menatap langsung majikan anda, yang anda lindungi di belakang punggung anda?" 


Xiao Xing Chen yang mendengarnya, membisikkannya di telinga Xue Jing, "Kali ini, kau tidak perlu khawatir! Tenang saja, ia adalah shifu-ku, dia tidak akan melukai saya." 


Sesuai dengan perintah majikannya, Xue Jing memberikannya ruang untuk berjalan mendekati shifu-nya sendiri. Xiao Xing Chen berjalan sedikit cacat jalannya, menghampiri Guan Wei yang berada cukup jauh di depannya. Apalagi sekarang ini? Apa para pejabat surgawi itu, kembali mengusir anda dari alam surga? 


Tanpa berkata apapun, Guan Wei juga ikut menghampiri Xiao Xing Chen dan langsung sedikit membuka sedikit rok pakaian jubahnya untuk melihat kakinya yang terinfeksi. Melihat Guan Wei yang benar-benar melakukan ini padanya, Xiao Xing Chen segera kembali menutup kakinya dan tidak ingin dilihat dengan jelas oleh shifu-nya. "Yang dikatakan penduduk desa benar jika anda sudah terinfeksi oleh iblis wabah?" 


Xiao Xing Chen tidak menjawab dan hanya mengangguk, memalingkan wajahnya. 


Guan Wei menghela nafas beratnya dan seakan-akan ia sedang marah pada Xiao Xing Chen, "Lalu, kenapa kau kemari? Apa yang ingin anda lakukan disini?" 


Xiao Xing Chen menjawab, "Itu, karena Xue Jing yang selalu mendekati saya bahkan sampai ke alam surga, karena itu, saya terpaksa harus meninggalkan alam surga. Tapi,......" Setelah jeda sejenak Xiao Xing Chen memunculkan senyum simpulnya, "....hal bagusnya, saya bisa membantu shifu dalam perburuan malam anda bukan?" 


Guan Wei tampak tidak senang melihatnya. "Saya akan menunda ini dan membawa anda pada tabib dewa." 


Guan Wei berdiri di depan Xiao Xing Chen, membawanya di belakang punggungnya. Memangnya apa yang dilakukannya? Untuk hari ini saja, kenapa saya diperlakukan layaknya anak kecil? Sakit kepala tiba-tiba muncul terasa ketika racun iblis wabah sudah menyebar, pandangan mata Xiao Xing Chen berubah menjadi hitam. 

__ADS_1


__ADS_2