
Lembah surga.
Memangnya, apa yang anda pikirkan tentang lembah ini? Apa mungkin benar ini adalah tempat tinggal seorang tabib dewa?
Puncak-puncak disana terlihat teratur dan rapi. Pohon-pohonnya juga telah tumbuh bunga juga dengan sungai-sungainya yang tumbuh teratai di sekelilingnya. Terlihat hijau sekali, dimanakah tempat tinggal tabib dewa itu? Benarkah ia tinggal di tempat yang seindah ini?
Xiao Xing Chen duduk pada sebuah platform batu yang ada di luar rumah sederhana milik tabib dewa tersebut. Tabib dewa paruh baya, memiliki janggut tipis dan sudah keriput muncul beberapa rambut putih, terlihat lebih santai dibandingkan dengan tabib lainnya dan bisa diajak untuk berbicara.
Apakah ada lagi tabib yang terlalu baik selain yang ada di depan wajah saya sekarang ini? Semua tabib disini hanya berwajah seram dan selalu menakut-nakuti pasiennya dengan diagnosis yang mengerikan dan membuat pasiennya mengalami serangan jantung mendadak dan meninggal di tempat!
Tabib dewa itu menggenggam tangan Xiao Xing Chen dengan serius merasakan apa yang sedang mengalir di dalamnya. Perasaannya sangat dingin dan kuat. Tidak sulit untuk dikatakan tapi, bisa saya katakan, "Ternyata, benar. Orang ini adalah pria." Tabib itu mengatakan tanpa memikirkan apa yang dilihatnya sekarang ini.
Guan Wei menjawab, "Soal itu, saya sudah tahu."
Memangnya, apa yang dilihat tabib dewa sekarang ini? Apakah menurutnya, ia sedang mengira jika kami kemari hanya untuk menanyakan apakah saya ini perempuan atau bukan? Xiao Xing Chen memberikan sebuah penolakan yang keras, "Apakah anda benar-benar tabib dewa? Atau jangan-jangan Anda hanya menyamar saja dan menipu agar kami bisa membayar lebih?"
Tabib dewa melemparkan tangannya yang dipegangnya tadi. "Saya tidak menerima pasien yang memberontak apalagi menuduh saya mengambil untung lebih!"
Xue Jing bertindak dan menghunuskan pedangnya dan menekannya di leher tabib dewa tersebut dengan tatapan sangar, "Segera, lakukan pengobatannya atau anda akan kehilangan kepala anda!"
Kenapa suasananya semakin mencekam saja padahal saya hanya datang dengan keluhan iblis wabah!
Xiao Xing Chen menurunkan pedang Xue Jing yang dihunuskan pada tabib dewa mencoba merubah suasana hati Xue Jing yang dingin, "Tunggulah sebentar, Jing'er. Tunggu sampai racunnya menghilang lalu kau bisa membunuhnya sesuka hati anda."
Untuk pertama kalinya Xiao Xing Chen memanggilnya dengan sebutan Jing'er (Menandakan sayang) dan malah membuatnya memerah hingga kembali menurunkan pedangnya. *aku tersentuh. (>▂<)....
Xiao Xing Chen akhirnya yang menjelaskannya sendiri, "Tabib dewa, maaf yang sebelumnya. Saya sebenarnya sudah terkena racun iblis wabah dan telah menginfeksi pada kaki saya."
__ADS_1
"Iblis wabah?" Ekspresi yang dikeluarkan oleh tabib dewa seketika berubah menjadi terkejut "benarkah itu?" Perasaan tabib dewa itu menjadi buruk. Pasalnya tidak ada yang mampu menahan racun itu dalam jangka waktu yang lama dan bahkan seorang pejabat surgawi sekalipun, tidak akan mampu menahannya. Setelah jeda yang cukup lama karena memikirkannya, tabib dewa melanjutkan, "Katakan pada saya, bagaimana anda menahan racunnya?"
Xiao Xing Chen menjawab, "Saya menyumbat aliran darah saya sendiri."
Tabib dewa mengelak semua perkataan tersebut, "Bukan! Bukan seperti itu! Tidak mungkin racun itu menyebar luas hanya melewati aliran darah saja! Meskipun itu bisa ditanggulangi dengan cara menyumbat aliran darah, pastinya seharusnya bagian yang sudah terinfeksi itu, sudah dipotong!"
Seketika wajah Xiao Xing Chen berubah pucat. Ini terlalu mengerikan! Dasar egois! Apa maksud tabib ini, kaki saya harus segera dipotong agar tidak semakin menyebar? Maksud anda sekarang ini apa?
Guan Wei meraih bahu Xiao Xing Chen karena melihat wajahnya yang berubah pucat, "Xiao Ying, kau tidak apa-apa?"
Xiao Xing Chen tersenyum simpul, berkata, "Shifu, saya rasa saya baik-baik saja."
Setelah melihat kakinya, terlihat tampak racun ini sudah menyebar cukup luas dan bahkan hanya dengan menyumbat aliran darahnya saja, itu percuma untuk dilakukan. "Saya memiliki pertanyaan untuk anda. Karena tidak mungkin bahkan untuk seorang pejabat surgawi bisa menahannya sedangkan anda juga adalah seorang pejabat surgawi, kaisar cahaya. Dengan melihat semua ini, katakan apa yang saya katakan ini benar atau tidak kalau anda adalah keturunan dari bangsawan iblis?"
Xiao Xing Chen terdiam sejenak, kemudian mengangguk, "Ya, anda sama sekali tidak menyadari jika saya satu-satunya pejabat surgawi yang berasal dari alam iblis?"
Tabib dewa mendegus, "Baiklah, saya juga merasakan pesona yang besar disini. Pantas saja pergerakan racun ini, sangat lambat pada tubuh seorang bangsawan iblis. Namun, saya sepertinya memiliki penawarnya."
Xiao Xing Chen menerima obat ramuan tersebut dan membuka tutupnya, mencium aromanya yang sangat pahit dan menyakitkan ketika dihirupnya. "Terasa seperti racun mematikan untuk saya."
Tabib dewa kembali mengambil botol ramuan tersebut dan membuka tutupnya kemudian memasukkannya kedalam mulut Xiao Xing Chen memaksanya (mencekoki) untuk meminum ramuannya. *Ini adalah pemaksaan kehendak!
Xiao Xing Chen batuk keras menyemburkan sedikit obat ramuan yang sudah terlanjur ada di tenggorokannya. Xue Jing mengambilkannya segelas air yang terletak di atas meja batu (primitif sekali) dan menyodorkannya, membuat Xiao Xing Chen meminum airnya. "Tuan, apakah anda baik-baik saja?"
Xiao Xing Chen memukul meja, kemudian dengan mulut yang masih berantakan karena air yang mengalir, ia membentak, "Apa yang tabib dewa lakukan ini salah!"
Tabib dewa menjawab, "Memangnya, mau bagaimana lagi? Pastinya anda tidak akan meminumnya, bukan?"
__ADS_1
Xiao Xing Chen yang menahan kesal, Xue Jing memegang bahunya dengan hati-hati mencoba membuatnya tenang kembali. Memangnya siapa yang tidak akan marah setelah diperlakukan tidak sopan seperti tadi!?
"Tuan, tenanglah sebentar."
Guan Wei membiarkan sesaat Xiao Xing Chen untuk beristirahat diruangannya ditemani oleh Xue Jing, sementara ia bertatap muka langsung dengan tabib dewa diluar dari ruangannya dan menanyakan, "apa yang akan terjadi jika efek dari obat ramuan itu menghilang?"
Tabib dewa itu duduk diatas sebuah platform batu, mendegus mengelus janggutnya sendiri, "Sebenarnya, ramuan obatnya, hanya bertahan sampai besok pagi saja dan untuk selanjutnya, itu tergantung padanya sendiri apakah ia bisa menahannya sedikit lagi atau tidak, pastikan saja racun itu tidak menyebar lagi."
Setelah jeda sesaat, memikirkan apa yang akan terjadi berikutnya, Guan Wei kembali bertanya, "Tabib dewa, butuh berapa lama jika racun iblis wabah untuk menyebar di tubuh seorang keturunan iblis seperti Xiao Ying?"
Tabib dewa menjawab, "Menurutmu, apakah ia bisa menahannya lebih lama lagi?"
Guan Wei menundukkan kepalanya, mencoba kembali berpikir memutar kepalanya, "Apakah ada yang lain? Apa ada yang bisa saya lakukan untuk mengobati racunnya?"
Tabib dewa berdeham, "Sayangnya, tidak ada. Belum ada yang menemukan obat untuk yang seperti ini. Bahkan saya yang seorang tabib para dewa pejabat surgawi saja, belum mampu untuk menemukannya."
Jika memang tidak ada obatnya, apakah saya akan membiarkan murid saya meninggal begitu saja? Jika saja saya bisa menjaga murid saya dengan baik, apa itu masalahnya ketika saya tidak berada disampingnya, ia akan terluka?
Sejak malam itu juga, Guan Wei segera pergi dari lembah surga kembali pada perburuan malam di wilayah Peng Yan, menyelesaikan iblis-iblis wabah yang belum terselesaikan. Beberapa langkah keluar dari lembah surga, Xiao Xing Chen berdiri di depannya seperti sedang menghalanginya untuk pergi sendirian. Bukan! Perburuan malam ini terlalu sulit dan bahkan jika menyelesaikan dengan satu orang saja, apa itu akan selesai dengan mudahnya?
Xiao Xing Chen berkata, "Shifu, apakah anda akan kembali ke wilayah Peng Yan tanpa saya?"
Guan Wei tampak mengabaikan pertanyaan itu dan tetap berjalan, berlalu begitu saja tidak mengatakan apapun padanya.
Xiao Xing Chen menarik tangannya, "Tidak! Shifu yang mengatakan sendiri jika shifu harus tetap berada di samping saya! Lalu, kenapa shifu berlalu begitu saja?"
Guan Wei berbalik dan menghadapnya langsung dan berjalan mendekatinya. "Karena itulah, anda yang membuat saya tidak bisa menjalankan perburuan malam saya dan karena anda, saya terpaksa harus mundur dari pertarungan."
__ADS_1
Yang dikatakan oleh Guan Wei memanglah sebuah kenyataan dan bukan kebohongan. Matanya tidak pernah menatap tajam ke arah Xiao Xing Chen, melihatnya seperti seorang penjahat yang keji. Memangnya, apa yang bisa saya pikirkan sekarang ini? Shifu, apakah anda benar-benar membenci saya?
Satu pukulan keras, dihentakan pada dada Xiao Xing Chen! Terasa seperti ratusan pedang yang dihantam ke arahnya, membuatnya merinding tidak bisa melihat apapun saat ini, pandangan matanya berubah menjadi hitam dan jatuh seperti kertas putih dihadapan shifu-nya.