
Sementara itu, Guan Wei yang terus saja berada di samping Xiao Xing Chen berharap dirinya segera terbangun dari tidurnya. Perlahan mengelus kepalanya dengan lembut. Saya berharap anda segera terbangun dari tidur anda. Agar saya bisa mengucapkan terimakasih pada anda.
"Sepertinya, murid kesayangan anda hanya bisa terbaring di atas ranjangnya." Seorang laki-laki bersuara keras dan sepertinya orang ini adalah Tang Yin yang berdiri tepat di belakangnya.
Guan Wei yang mengenal suara ini, segera mengangkat pedangnya dan mengayunkannya ke arah Tang Yin dan kali ini serangannya berhasil ditepis dengan baik. Guan Wei melompat dan berdiri di depan Xiao Xing Chen saat ini, dengan masih menghunuskan pedangnya ke arah Tang Yin.
"Sepertinya, anda sangat melindungi murid kesayangan anda ini. Apa yang terjadi, jika saya melukai anak ini?" Tang Yin berkata dengan senyum tipisnya seperti merencanakan sesuatu yang buruk akan terjadi.
Guan Wei mengeluarkan ekspresi marahnya pada Tang Yin dan hawa membunuh yang kejam. "Saya tidak akan membuat anda menyentuhnya sedikitpun itu, bahkan jari jemari anda saya pastikan akan hilang jika anda berani menyentuhnya!"
"Tuan muda Guan Qin memang sangat melindungi murid-muridnya. Saya sangat terkejut dengan kesetiaan anda pada murid yang sekarang ini, bahkan tidak boleh saya sentuh." Tang Yin memasukkan pedangnya kembali ke dalam sarung.
"Saya sekarang mengetahui apa yang anda rencanakan saat ini. Apa anda sengaja melakukan hal ini, agar Xiao Ying yang masih dalam kondisi lemah seperti ini, bisa mengambil semua kitab iblis darinya?"
"Pintar sekali. Bagaimana anda mengetahui bahwa setelah Xiao Ying kehilangan kesadaran spiritualnya, ia akan menjadi lemah tidak berdaya selama berhari-hari? Jika saja, murid kesayangan anda itu tidak mendapatkan kesadaran spiritualnya kembali maka dia akan mati lalu, apa yang akan anda lakukan?"
Pembuat masalah yang menyebalkan! Guan Wei kembali mengayunkan pedangnya hingga membuat sebagian dari ruangan itu hancur. Pedang Xiu Ya milik Guan Wei, cukup hebat dan kuat bahkan mampu membelah tanah dan mengeluarkan cairan panas di dalamnya.
Memang anda tidak mampu untuk dikalahkan, saya penasaran lalu bagaimana dengan pertarungan anda yang saat itu mampu saya kalahkan tidak sampai satu menit?
Pedang Xiu Ya, tidak henti-hentinya diayunkan ke arah Tang Yin yang selalu dihindar olehnya. Kilat putih itu seperti bergerak melesat, selalu berdiri di depan Tang Yin. Pedang Xiu Ya, akhirnya berhasil menggores wajahnya.
Tang Yin yang merasakan wajahnya mengeluarkan darah, menyeka darahnya dengan tangannya dan kemudian menjilatinya sendiri. Untuk kedua kalinya, saya mengeluarkan darah seperti ini. Memang dua orang ini tidak mudah dikalahkan, bahkan ketika mereka membuat prestasi di alam surga. Saya harus melakukan ini dengan cepat lagi.
__ADS_1
Dengan mudahnya, Tang Yin bergerak melesat bersama dengan beberapa pedangnya, ke arah Guan Wei. Beberapa serangan berhasil ditepisnya. Apa yang dipikirkan olehnya sekarang ini, Tang Yin seperti begitu saja melintas di hadapannya, dan membawa Xiao Xing Chen pergi dari sekte. Apa yang anda lakukan? Membawa pergi Xiao Ying dari sini? Saya tidak akan membiarkan hal ini terjadi!
Sebelum, Tang Yin menghilang bersama dengan Xiao Xing Chen. Guan Wei memberikannya sebuah luka sayatan pedang pada tangannya. Tang Yin membalas dengan sebuah pisau kecil yang menancap pada bahunya. Bayangan hitam itu akhirnya menghilang bersamaan dengan mereka yang membawa Xiao Xing Chen pergi dari sekte-nya.
Guan Wei berlutut lemah sambil melepaskan pisau yang menancap di bahunya. Pisau ini, sudah berlumur dengan racun. Tubuhnya mati rasa ketika darah terus saja keluar dari bahunya. Murid-murid shifu ini, terburu-buru, berlarian mencari tempat yang terdengar bising dan menjadi sebuah arena pertarungan.
Di ruangannya, mereka hanya menemukan serpihan bangunan bambu dan kayu juga dengan shifu mereka yang sudah berlutut lemah dengan pedangnya yang ditancapkannya di lantai dasar.
Dalam alam mimpinya, Xiao Xing Chen malah bertindak seperti biasa disaat semua orang sedang mengkhawatirkannya dan dengan santainya ia berbicara lancar dengan seorang kakek tua dengan tongkat kayu di tangannya. Kakek tua ini tampaknya tidak menjadi seorang iblis jahat yang menghancurkan orang-orang.
"Kakek tua, apa anda mengetahui bagaimana cara untuk keluar dari alam mimpi ini?" Xiao Xing Chen berkata dan duduk di samping kakek tua tersebut.
"Jangan memanggil saya dengan sebutan kakek tua!" Kakek tua itu tiba-tiba membentak dan memukul kepala Xiao Xing Chen dengan keras dan menimbulkan suara seperti toples kosong.
"Panggil saya ini adalah iblis alam mimpi, Qong Jie. Saya adalah iblis alam mimpi yang mengawasi orang-orang yang terjebak dalam alam ini. Rata-rata, orang yang berhasil memasuki alam ini adalah orang-orang yang kehilangan kesadaran spiritualnya cukup banyak."
"Orang yang berhasil memasuki alam ini? Maksudnya, apa kakek Qong Jie?"
"Seseorang yang kehilangan kesadaran spiritualnya sangat banyak seperti yang anda rasakan sekarang ini, biasanya akan mati dan langsung pergi berjalan menuju alam akhirat. Bisa dikatakan, alam mimpi ini adalah pertengahan antara alam akhirat dan juga alam nyata. Alam mimpi ini, adalah penentu apakah orang yang anda disini akan berakhir kematian atau kembali terbangun dalam kondisi lemah." Jelas Qong Jie layaknya seorang ensiklopedia untuk menjelaskan keadaan pada Xiao Xing Chen.
"Itu berarti, karena sekarang ini saya berada di alam mimpi…. Apa sekarang ini saya dalam keadaan tidak sadarkan diri?" Xiao Xing Chen tiba-tiba mengatakan dengan sangat terkejut dan akhirnya bingung dan memikirkan bagaimana cara agar dia bisa keluar dari sini.
"Jangan terkejut seperti itu. Tenang saja, itu tergantung anda sendiri. Ingin kembali ke alam nyata yang penuh dengan cobaan atau, langsung saja pergi ke alam akhirat dan menyelesaikan masalah anda." Qong Jie berjalan dengan tongkatnya dan berdiri di belakang Xiao Xing Chen.
__ADS_1
"Tapi, tentu saja saya akan kembali ke alam nyata! Saya ingin bertemu shifu saya dan meminta maaf padanya!"
"Saya harus mengatakannya, jika anda kembali ke alam nyata dalam keadaan seperti ini, anda akan lemah disana dan tidak mampu melakukan apapun. Saya bisa melihatnya, tubuh anda sekarang ini sedang berada di alam iblis."
Mendengarnya, Xiao Xing Chen tiba-tiba saja tidak sengaja menelan ludahnya sendiri dan tersedak karena itu. "Yang benar saja anda! Tidak mungkin shifu membawaku ke alam iblis!?"
"Bagaimana anda tidak bisa merasakannya? Apa tubuh anda tidak merasakan jika tubuh anda ini terasa panas atau ada bagian yang sakit?"
Xiao Xing Chen awalnya tidak merasakan apa-apa namun, tiba-tiba saja seperti ada yang menggenggam jantungnya dan meremasnya. Ini tidak mungkin terjadi di alam mimpi! Orang-orang disini, pastinya sama sekali tidak pernah merasakan sakit ataupun panas, yang mereka rasakan hanyalah sebuah kesejukan yang datang dari alam surga.
Qong Jie memegang bahu Xiao Xing Chen yang sedang berlutut lemah memegang dada kirinya, berkata: "Anda harus segera kembali ke alam nyata. Jika anda terus saja seperti ini, bisa-bisa anda hanya mampu pergi ke alam akhirat dan tidak bisa kembali!"
"Tapi, anda bilang jika saya kembali ke tubuh saya, saya akan menjadi lemah selama beberapa hari?" Xiao Xing Chen berkata dengan suara yang lemah.
"Saya akan menjamin bahwa anda tidak akan menjadi terlalu lemah saat berada di alam nyata. Mungkin harus dengan meringankan rasa sakitnya."
Qong Jie mengusap-usap telapak tangannya, perlahan mengeluarkan cahaya dan meletakkannya pada dada Xiao Xing Chen. Hanya saya yang bisa mengembalikan kesadaran spiritual manusia kembali ke tubuhnya. Jangan khawatir, saya tidak akan membuat anda merasa lemah saat anda kembali pada tubuh anda. Saya akan membuat kesadaran spiritual anda stabil dan lurus.
Bisakah saya mempercayai ucapan kakek tua ini yang juga termasuk iblis-iblis itu?
Xiao Xing Chen perlahan membuka matanya, dan mencoba memulihkan kesadarannya sekarang ini. Kenapa disini, gelap sekali dan berbau anyir, tidak seperti di alam surga yang selalu tercium dupa disana?
Saat Xiao Xing Chen mencoba untuk berdiri, tiba-tiba saja sebuah bayangan hitam yang melesat di hadapannya dan membuat Xiao Xing Chen terpaksa melompat dari jendela ruangan itu, dan mendarat cukup sempurna. Berlutut di atas tanah sambil memegang bahunya yang sekarang ini terluka. Debu asap hitam itu perlahan menghilang dan memperlihatkan seorang laki-laki bertubuh besar dan memakai baju zirah dengan bayangan naga terlihat di belakangnya. Mungkinkah itu Bao Shi Xuan?
__ADS_1
"Kaisar cahaya! Saya tidak akan mengulangi perbuatan saya yang dulu itu. Kalah melawan anda dengan mudahnya, saya tidak akan mengulanginya lagi. Dan kali ini, pastinya saya akan menang dari anda."