Kakakku Polisi Ku Kakakku Suami Ku

Kakakku Polisi Ku Kakakku Suami Ku
penjelasan


__ADS_3

Andre mematung dengan apa yang ia lihat di hadapannya tanpa menjawab pertanyaan dari Rey yang terlihat sangat terkejut, ia merasa sungguh sangat kecewa di hatinya, sahabatnya yang paling dekat dengan nya dan dia tidak tahu hubungan apa antara Rey dengan Latya saat ini, yang dulu pernah Rey akui sebagai adik sepupunya apa itu yang sebenarnya atau hanya pengakuan tidak jujur nya saja.


Andre menatap Rey dengan tatapan penuh, ntah marah, kecewa atau merasa di bodohi. Namun dari raut wajahnya yang tenang kini berubah menjadi raut yang sangat mengintimidasi.


"Elu lagi ngapain di sini, sama siapa?" tanya Rey gugup, ia seakan Andre adalah pacarnya dan ketahuan selingkuh dengan yang lain ckckck.


Andre menatap ke arah wajah Latya dan melihat Latya tampak kebingungan. Lalu Andre pun menatap kembali pada arah Rey, sahabat nya.


"Sepertinya gue butuh penjelasan elu Rey!" ucapnya dengan nada serius. Saat Rey akan berbicara Andre memotongnya. "Tapi tidak untuk sekarang!" ucapnya lalu pergi begitu saja melewati Rey tanpa sikap yang seperti biasanya.


"Latya, Abang pamit." ucap Andre melirik sekilas ke arah Latya yang masih tampak tidak mengerti situasi ini.


"Dre..." panggil Rey namun Andre terus melangkah tanpa mempedulikan panggilan sahabatnya itu.


Setelah kepergian Andre, Rey pun mendesah frustasi. Ia merasa tidak enak karena sudah membohongi Andre sahabat nya itu, membiarkan Andre yang terus berharap pada Latya istrinya.


"Hah bodoh... Harusnya gue jujur sama dia." gumam nya frustasi.


Latya yang merasa bingung itu pun dengan cepat bertanya pada Rey. "Kenapa sih bang Rey? Kok muka bang Andre jadi di tekuk begitu, kalian lagi ada masalah?" tanya Latya heran ada apa dengan mereka.


Rey mengacak atas kepalanya lalu menatap Latya seraya mengembuskan nafas panjang.


"Kenapa sih?" Latya semakin bingung karena Rey tak kunjung bercerita. "Apa bang Andre belum tahu kalau kita sudah menikah? Lalu kenapa juga bang Rey mesti gelisah gitu, Abang kan udah dapat ijin lagian kita juga udah sah kan?" ucap Latya menebak-nebak. Apa salahnya gitu kalau mereka menikah.


Latya yang belum tahu bagaimana perasaan Andre padanya pun merasa kalem saja tanpa beban karena Rey juga tidak pernah bilang pada istrinya jika sahabatnya itu menyukainya.


"Kamu tahu...?" ucapnya berjeda. "Andre memiliki perasaan sama kamu sayang, dan Abang tahu karena dia selalu cerita sama Abang, kalau dia jatuh cinta sama kamu semenjak pertemuan kalian dulu." jelas Rey menatap Latya dengan lekat.


Latya sedikit terkejut dengan penuturan suaminya sendiri itu. "Mana mungkin sih bang, aku gak pernah lihat kalau bang Andre punya perasaan sama aku, yaaaa walaupun bang Andre memang selalu baik sama aku." jawab nya tidak percaya.


"Ya Andre cerita nya sama abang sayang, dan belum berani mengungkapkan perasaan itu sama kamu, Abang kira dia memang tidak seserius itu tapi ternyata lama-lama dia semakin menanyakan kamu sama abang." terang Rey mengungkapkan.


"Lalu kenapa Abang gak cerita sama bang Andre kalau kita sudah menikah, dia kan sahabat Abang." ucap Latya.


"Abang akui kamu sebagai adik sepupu Abang." ungkap nya dengan cengengesan.


Latya tampak menautkan kedua alisnya. "Abang malu punya istri kayak aku!" cebik nya kesal.

__ADS_1


"Bu...bukan begitu sayang, tapi Abang gak mau aja semua orang tahu kalau kita sudah menikah, sebelum Abang dapat ijin dari kantor. Gimana kalau itu jadi masalah untuk karier Abang sebagai polisi." terang nya.


Latya nampak manggut-manggut. "Iya sih, tapi ya setidaknya Abang cerita sama bang Andre, dia kan sahabat Abang, aku yakin bang Andre gak akan lemes mulutnya." ucap Latya.


"Bukan masalah itu sayang... Abang cuma gak enak aja sama Andre karena dia punya perasaan sama kamu." jelas Rey.


"Lalu sekarang bagaimana?" tanya Latya. "Aku gak nyangka kalau bang Andre suka sama aku." ucapnya dengan senyum tipisnya.


Rey yang melihat istrinya tersenyum seperti itu pun langsung menatapnya dengan tajam. "Kamu senang kalau Andre suka sama kamu hah?" tanyanya ketus.


"Aku gak bilang gitu, cuma gak nyangka aja." balas Latya acuh tak peduli suaminya yang sedang pusing dan di tambah dengan rasa cemburu.


"Abang juga sih ngakuin aku Ade sepupu jadi bang Andre marah kayak tadi." ucapnya menyalahkan Rey seraya meminum jus pesanan nya.


"Pokoknya ya abang mesti jelasin dan minta maaf sama bang Andre, karena sayang aja persahabatan kalian jadi gak baik karena masalah ini." saran Latya santai padahal biang masalahnya kan dia.


Rey menghela nafasnya. "Masalah ini kan gara-gara kamu!" ucap Rey gemas melihat istrinya yang cuek saja.


"Lho kok aku sih!" kesal Latya tidak terima.


"Ih sakit, kebiasaan deh gimana kalau pipi aku jadi melar gara-gara keseringan di cubit sama Abang!" kesal nya seraya terus mengusap pipinya yang memerah gara-gara di cubit.


"Abis Abang gemes banget sama kamu, kamu yang jadi biang masalah tapi tidak peduli. Gimana kalau pas Abang jelaskan sama si Andre dia gak terima lalu Abang sama dia adu jotos gara-gara masalah ini, kamu mau tanggung jawab?" tanya Rey tidak habis pikir, bukan nya cari solusi istrinya ini malah enjoy aja tanpa dosa.


"Ya kan Abang yang adu jotos nya bukan aku, salah Abang juga gak pernah jujur sama bang Andre." Latya pun tidak mau kalah karena terus di sebut biang kerok.


Rey pun menjembel kedua pipi istrinya itu saking gemasnya. "Gemas deh pengen ngarungin!"


"Aku lapor sama bunda lho!" ancamnya.


***


Keesokan harinya Rey sudah bersiap untuk pergi bertugas, dengan seragam yang begitu rapi dan sangat tampan untuk di lihat.


Ketika sudah sampai di kantor ia yang melihat Andre di sana pun langsung menghampiri Andre yang sedang berbincang dengan salah satu rekan nya.


"Hai Dre." sapa Rey mencoba biasa saja saat mereka bertemu.

__ADS_1


Andre yang merasa kecewa karena di bodohi Rey pun melengoskan pandangannya. Melihat Rey ada di hadapannya membuat dia merasa malu jika mengingat dirinya yang selalu bercerita bagaimana ketertarikan dia terhadap Latya yang Andre sangka sebagai adik sepupunya yang sekarang di ketahui adalah istri dari sahabatnya itu.


Merasa kecewa, marah dan juga ntahlah membuat Andre malas untuk bertemu dengan Rey, ia malu sekali, selalu membicarakan bahwa dia begitu menginginkan Latya sebagai pendamping nya di suatu hari.


"Dre gue mau ngomong sama elu." ucap Rey menghentikan langkah Andre yang akan pergi.


Andre diam namun tidak berkata apa-apa. "Gue minta maaf sama elu." ucap Rey merasa tidak enak.


"Gue tahu, elu pasti kecewa kan sama gue, karena gue sekarang suaminya Latya." sambung Rey.


Andre masih diam ia mencoba mendengar apa yang akan di ucapkan oleh Rey. "Latya sebenarnya bukan sepupu gue Dre, dia anak dari sahabat kedua orang tua gue." jelas Rey membuat Andre mengerutkan keningnya.


"Kenapa elu gak pernah cerita kalau kalian bukan sepupuan? Dan kenapa elu gak jujur sama gue Rey, Elu tahu Rey gue kayak orang bodoh yang berharap pada gadis yang sudah menjadi seorang istri, dan lebih bodoh nya lagi gue selalu cerita ketertarikan gue sama suami gadis yang gue sukai." ucap Andre dengan senyum sinisnya menertawakan kebodohan nya.


"Gue yakin saat elu tahu kalau gue suka pada Latya, elu pasti menertawakan pengakuan gue kan dan elu mencoba diam dan menyembunyikan nya hubungan kalian berdua." sarkas Andre penuh kekesalan.


"Sorry Dre, gue sebenarnya gak ada maksud untuk menyembunyikan hubungan gue sama Latya, tapi ada banyak alasan gue belum bisa cerita sama elu." ujar Rey mencoba menjelaskan kenapa dia tidak bercerita.


"Apa jangan-jangan elu hamilin Latya? Secara elu dengan nya tinggal dalam satu rumah?!" tuduhnya tanpa pikir.


Rey menghela nafasnya panjang semua orang berpikir jika dia menghamili Latya, Rey lelah jika harus menjelaskan terus menerus pada orang dan meyakinkan orang bahwa dia tidak menghamili Latya.


"Sorry Dre gue bukan laki-laki bajingan seperti yang elu tuduh!" geram Rey kesal.


"Lalu Latya Sekarang sedang hamil besar, kalau bukan elu siapa yang menghamilinya?" tanyanya penuh penekanan.


"Ya jelas gue yang buat Latya hamil, anak dalam kandungan Latya anak gue." jelas nya kesal. "Begini ya Dre gue bakal jelaskan semuanya sama elu, setelah gue cerita sama elu, terserah elu mau percaya sama gue atau gak, terserah elu mau menerima atau gak yang jelas gue sama Latya sekarang sudah sah menjadi suami istri." terang Rey tanpa jeda.


Andre kesal mendengar pengakuan Rey, rasanya ia ingin sekali menonjok sahabat nya itu, jika saja mereka tidak sedang di lingkungan kantor Andre tidak segan untuk memberikan pelajaran pada nya karena sudah merebut gadis yang ia incar dan ia berniat untuk meminang nya.


"Elu mau dengerin penjelasan gue kan?" tanya Rey melihat Andre yang hanya diam saja dengan raut wajah yang penuh dengan tatapan tajam nya.


"Sepertinya gue gak perlu penjelasan elu Rey, gue udah terlanjur kecewa sama elu, elu gak pernah anggap gue sebagai sahabat." ucapnya membuat Rey menohok.


"Tapi elu harus dengar Dre bagaimana gue dan Latya harus menikah secara diam-diam, gue juga awal nya gak terima begitu aja pernikahan ini, tapi mau bagaimana lagi, kejadian itu yang membuat kita harus menikah dan lama kelamaan gue merasa nyaman berhubungan dengan Latya." jelas Rey pelan.


"Serah elu Rey gue malas!" ucapnya kesal seraya pergi meninggalkan Rey begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2