
Dengan terburu-buru widya memakai seragam sekolahnya.Akibat semalam begadang nonton drakor,padahal alarm dah disetel.Percuma kalo dah tidur kebiasaan deh kaya orang mati.
Bunyi dering handphonenya ,secepat kilat dia raih.
"wid ,buruan gih.aku udah didepan nih.." suara Tania terdengar panik ditelepon,
"yupz ,bentar .. "
bergegas widya kenakan tas nya dan berlari keluar halaman.
Tania dengan wajah serius duduk diatas motor matic miliknya.Widya tersenyum kecil.
Begitu widya duduk dijok belakang,secepat kilat dia kebut tuh motor.
" Woooi ..pelan dikit,hampir aja aku jatuh"teriak
widya.
"maapp ,,aku dah gak pengin mampir ruangan mister ambros sih" timpal Tania.
Hemm ,,benar juga si Tania.Gawat kalo telat urusan sama guru BP satu itu.Kalo kasih hukuman gak kira-kira amit-amit jangan sampai berhadapan dengan tuh si guru BP.
Meski bisa dibilang mereka jarang terlambat,
tapi sudah cukup pengalaman teman-teman mereka jadi teladan wakk..
Rupanya dewi keberuntungan masih berpihak pada mereka berdua.
Tepat motor diparkiran bell sekolah baru bunyi.
Mereka segera lari ke kelas,kelas 1B ada dilantai 2.
Saat menaiki tangga tak sengaja widya menabrak seseorang,
Bruuukkkk.
"aduhhh, " teriak widya dia jatuh terduduk
"emm ,,sorry sorry ..kamu gapapa kan.."sambil mengulurkan tangan seorang cowok yang menabraknya berusaha membantu widya berdiri.
" wid, buruan ....!"teriak Tania.
Widya yang terpesona melihat senyum tuh cowok langsung tersadar,dan segera meraih tangan tuh cowok.
__ADS_1
Dia berdiri dan segera berlari mengikuti Tania ke kelasnya.
Sementara cowok itu mengikuti mereka dengan pandangan ,,sampai mereka masuk kekelas 1B.
"Nia ,, kamu tau gak sapa tuh cowo tadi ?"bisik widya sambil duduk dibangkunya.
" gak tau dan gak mau tau." balas Tania.
Memang sahabatnya ini anti banget sana cowok.Mungkin karena kluarganya yang broken home,ayahnya yang suka main tangan dan kasar pada ibunya.
Saat masih kecil Tania sering melihat ibunya dipukuli ayahnya.Hingga sampai sekarang Tania jadi dingin sama cowok.
Ingatan Widya kembali pada senyum tuh cowok,manis banget.
Tapi semenjak masuk sekolah diSMA itu Widya sama sekali belum pernah melihat tuh cowok.
"ech wid,,kapan ortu mu pulang dari Surabaya?"
tiba-tiba pertanyaan Tania menyadarkan lamunannya
"nanti sore "bisik widya.
Sudah 3 hari orangtuanya di Surabaya,menghadiri acara keluarga disana.
Jam pelajaran terlewati dengan membosankan.
Karena terburu-buru dan tidak sarapan.
Pikiran Widya tertuju ke kantin sekolah terus.
Pengen mendoan yu Jum yang masih anget dicocol sambal kecap.
Wuiich mantap pasti,ditambah es susu coklat kesukaannya.
Bel istirahat langsung dia samperin si Tania yang duduk didepan nya.
" Cepetan ke kantin ,dah tahan nih perut.Laper.."
sambil menarik tangan Tania.
"iyaaa bentar ich.. " Tania tergesa mengikuti Widya.
Kantin ada dibawah tangga dilantai satu.
Sampai disana sudah penuh murid yang antri.
__ADS_1
"mendoankuuuu.... " kata widya putus asa
"tuh liat ,,antri gitu.Kita beli ketoprak aja yuh didepan" ajak Tania.
"gak mau, aku gak doyan.Gara-gara kamu jalannya lambat sih,jadi antri gini huuft"
tiba-tiba si gendut Soni lewat sambil bawa setumpuk mendoan.
"ehhh ,,mau kemana . .buru-buru amat"
Widya menarik baju lengan baju si Soni.
"eh kak widya,ini kak ..." belum selesai soni bicara Tania memotong
"gila banyak amat kamu belinya,habis tuh segitu?" Widya dan Tania tertawa.
"bagi-bagi kita dong.. " ujar Widya.
"boleh si kak,,tapi.. oke ayo deh kakak ikut aku"
kata si Soni sambil jalan mendahului mereka.
"wooi , mau kemana..." teriak Widya
"udaah ikut aja kak.."kata Soni
" yuck ikut,,lumayan dapat mendoan gratis tanpa harus ngantri" bisik Tania
Mereka berjalan di belakang Soni.Terus dan sampai diruang alat olahraga.
Memang didekat situ ada ruang kosong biasa buat ekskul musik.
Soni masuk kedalam ruangan tersebut.
Langkah Widya dan Tania langsung berhenti dipintu.Mereka melongo dan diam tak bergerak
"sini kak masuk aja.. " kata Soni.
Sebuah senyuman yang masih terbayang jelas dipelupuk mata Widya.
Kini benar-benar nyata didepan matanya.
__ADS_1