Kakakku sayang

Kakakku sayang
episode 68


__ADS_3

Aku masih berdiri dihalte ketika Al datang dengan motornya.


Aku tak pedulikan,aku tetap duduk tak bergeming.


Al membuka helm nya,


"Mau naik nggak?" teriaknya.


Aku masih cuek tak peduli.


"Jam segini disini sudah gak ada bis.Ayo cepat naik" Al mencoba memaksaku.


Aku menatap Al sedikit ragu.


Tapi jika beneran gak ada bis,gimana cara aku pulang nanti.


Aku segera beranjak dan menerima helm yang Al sodorkan.


Dan duduk dibelakang Al.


****


"Kenapa kamu membawaku kesini,aku mau pulang!" bentakku.


Ini anak benar-benar kelewatan,masa aku dibawa kerumahnya.


Ini sudah sore dan aku harus pulang.


"Sebentar saja,nanti aku antar kamu pulang"


Al melepas helm nya,aku cemberut.


"Ayo masuklah" Al menarik tanganku.


Aku terpaksa mengikutinya.


Rumah Al besar,tapi cukup berantakan.


Ada foto keluarga terpampang didinding.


Ayah,ibu dan seorang anak kecil ditengah-tengah mereka.


Jika kuperhatikan warna rambut dan matanya,itu pasti Al kecil.


"Tuan muda sudah pulang" tiba-tiba seorang wanita tua muncul.


Mungkin dia pembantu dirumah ini.


Dia menatapku dan tersenyum padaku.


"Siapa dia,tuan muda?gadis yang manis"


Aku tersipu mendengar pujian wanita itu.


"Dia temanku,buatkan kami minum"


jawab Al.


Aku hampir saja menolak,tapi perempuan tua itu sudah berlalu meninggalkan kami.


Al duduk disofa dia mengusap mukanya dan menghela nafas panjang.


Rumah ini terasa sangat sepi dan hampa.


"Kamu gak mau duduk,kenapa berdiri terus"


Kutatap Al,aku segera mendekatinya.


"Ini sudah sore,aku mau pulang" segera ku tarik tangannya.

__ADS_1


Al menahan tanganku dan menariknya.


Hingga aku jatuh terduduk dipangkuannya.


Aku berusaha untuk bangkit kembali.


Bibi masuk dengan dua gelas minuman dinampan.


Gawat,dia melihatku seperti ini.


Jangan-jangan dia mikirnya aku yang agresif.


Aku segera berdiri dan menjauhi Al.


"Silahkan,non"


Aku tersenyum malu pada bibi.


"Ya ,terimakasih"


Disodorkannya satu gelas padaku,aku segera menerimanya,dan dia segera berlalu.


Al meminum habis minuman ditangannya.


"Minumlah,lalu kuantar kamu pulang"


Aku menatap minuman ditanganku.


Dan segera meminumnya,segar sekali.


Aku sangat haus,aku minum hingga hampir habis.


Lalu kuletakkan gelas itu dimeja.


Al menatapku,lalu bangkit dari duduknya.


Dan berjalan keluar,aku segera mengikutinya.


****


Al menghentikan motornya,kulepas helm ku.


Dan kuserahkan pada Al.


"Kuharap kita tidak akan bertemu lagi" kataku.


Al menatapku,dia diam saja tidak menjawab.


Aku segera berjalan menuju rumah.


Kubuka pintu depan,tidak terkunci.


Berati mereka sudah pulang.


Mulai lagi Widya,kamu harus bisa tegar menikmati permainan ini.Aku segera masuk kamar sebelum melihat mereka berdua.


"Darimana saja kamu" aku terkejut.


Kulihat samar-samar Lay tiduran diranjangku.


Segera kunyalakan lampu kamarku,benar Lay ada dikamarku.


Aduh,gimana aku mau jelaskan tentang Al.


Yang ada pasti nanti jadi salah paham.


Lay beranjak dan menghampiriku.


Aku masih diam saja mematung tak menjawab.

__ADS_1


"Apa kurang jelas aku bertanya,dari mana saja kamu?!" suara Lay terdengar marah.


Aku menunduk tak berani menatap Lay.


"Hari ini kamu tidak datang ke kampus,dan malah pulang hampir magrib.Tak memberi kabar padaku juga" Lay semakin mendekat kewajahku.


Aku berusaha tetap tenang.


"e..,aku..aku keperpustakaan kota"jawabku asal kena.


Lay menatapku tajam.


" Ada apa Widya,apa yang kau sembunyikan dariku"bisik Lay.


Aku masih diam saja menunduk.


"Tolong ,jangan seperti ini.Semakin kamu menghindariku,aku semakin sakit" Lay memelukku.


Aku masih diam saja mematung.


Lay maaf,aku juga sebenarnya tidak ingin seperti ini.


Tapi hatiku sakit tiap kali melihatmu bersama Cath.


Aku tau ini bukan sepenuhnya kesalahanmu.


Ini juga kesalahanku yang membiarkanmu jatuh kedalam permainan ini.


Tesss..


Sebulir air mata jatuh,mengenai tanganku.


Lay menangis,aku segera menatap Lay untuk memastikan.


"Lay..." bisikku


Lay tidak menjawab,dia memelukku dengan erat.


Aku peluk Lay dan kuusap punggungnya.


"Kamu kan sudah janji,tidak akan menghindariku" bisik Lay.


Aku mengangguk dan tersenyum.


"Iya,maafkan aku" jawabku.


Widya,kamu harus menjaga hati Lay.


****


Hari-hari terasa hampa kulalui.


Kebersamaan bisa terlewati dengan sembunyi-sembunyi bersama Lay.


Sementara tiap hari aku harus menyaksikan tingkah Cath yang semakin menjadi,sok perhatian layaknya pasangan yang sebenarnya.


Bahkan dari pakaian yang akan Lay kenakan sampai menu makan pun harus Cath yang menentukan.


Jika dipikir,kamu kriteria istri idaman.


Tapi kulihat Lay tidak menikmati itu semua,apa karena dia canggung ada aku disini.


Terkadang terpikir olehku untuk mencari tempat tinggal, dan keluar dari sini.


Mungkin didepan Lay aku bisa tampak tegar,tapi saat sendiri aku sering menangis.


Entah,apa yang bisa kulakukan untuk mengakhiri permainan ini.


Tuhan,beri aku petunjuk.

__ADS_1


Jika dia jodohku dekatkan,namun jika bukan.


Maka jauhkanlah.


__ADS_2