Kakakku sayang

Kakakku sayang
episode 46


__ADS_3

Aku keluar dari ruang guru dengan perasaan lega.Akhirnya terbebas juga aku dari hukuman .


Entah bagaimana anak itu menyelesaikannya,yang jelas aku sudah tidak lagi harus menanggung hukuman dari kesalahan yang tidak pernah kulakukan.


Aku masih penasaran juga sih,sebenarnya siapa anak itu.


**********


"Ryana.....??" kak Irawan mengerutkan kening,mencoba mengingat nama itu.


Aku mengangguk cepat.


"aku pernah dengar sih,, tapi lupa.Sebentar aku coba mengingat."


Kuberanikan diri menemui kak Irawan diruang OSIS.


Cukup lama kak Irawan memainkan pena ditangannya,sambil mencoba mengingat.


Aku berusaha memberi ciri-ciri fisik anak itu.


"aahh.. aku ingat.Ya cewek tomboy itu.."


Kak Irawan mengambil sesuatu dilacinya.


Buku tebal berisi seluruh data murid.


Dia buka tiap halaman buku,


"nah.. ketemu..ini bukan ...?" katanya menyodorkan buku padaku.


Kuamati dengan seksama,benar.


"iya kak benar ini dia.." kuraih buku itu dan mencoba membaca setiap kalimat.


Ternyata dia anak klas 3.


Kurasa cukup,aku sudah tau beberapa hal tentang hal dia.Kak Irawan menceritakan semua perihal tentang anak itu.


Pantas saja gampang sekali dia menyelesaikan masalah kemarin.


Ternyata justru dia anak dari guru BP itu.


Tapi kenapa kelakuannya begitu ya.


"itu bentuk protes dia pada orangtuanya,kluarganya broken home.Bisa jadi dia mencari kasih sayang." Jelas kak Irawan.


Mencari kasih sayang,,?? sama sepertiku.


Aku tertegun ,,akupun pernah dalam rasa yang hampa karena kehilangan orang-orang yang aku sayangi.


"Wid...hello.. Widya..." suara kak Irawan mengagetkanku.Aku segera tersadar dari lamunku.

__ADS_1


"e..iya kak... maaf..giman?? " kataku buru-buru


"kamu itu ya.. dijelasin malah ngelamun." dipukul nya pelan kepalaku dengan penggaris.


Aku cuma nyengir,merasa bersalah juga sih.


"hehe.. ya kak maaf, e... mungkin sudah cukup kak.Aku undur diri dulu ya kak." kataku sambil beranjak,


Kak Irawan ikut berdiri dan mengikutiku berjalan hingga dipintu.


"makasih banyak ya kak...sudah banyak membantuku.." kataku


"iyaa ..gapapa,, jangan sungkan.."


Akupun segera berpamitan.


***********


"darimana saja kamu.." Begitu masuk rumah Stev sudah berdiri didepan pintu kamarku.


"aku .. tadi ada tugas tambahan.." kataku.


Gak mungkin aku bilang aku mampir ketempat kak Irawan cuma buat ngepoin si Ryana.


Stev menatapku menyelidik.


Aku berdiri mematung,Stev tidak juga menyingkir dari pintu.Aku jadu gak bisa masuk kamar.


Stev menatapku dengan tajam,gak enak banget diliatin kaya gitu.


"ada apa..?" tanya Stev.


"Siapa Ryana..?" tanyaku cepat


Stev memasukkan tangannya ke saku celananya,dia bersandar dipintu kamarku.


"dia temanku,,tepatnya kami saling mengenal.." jelas Stev


Jawaban macam apa ini,gak jelas banget.


"pacarmu...?" tanyaku,kok aku jadi kepo gini.Gak biasanya deh.


Stev tertawa ,jelek banget ketawanya.


"dia bukan tipe cewekku,,lagian apa dia kaya anak perempuan..." kata Stev.


Aku mengerutkan kening,tanda tak puas dengan jawaban Stev.


Stev seakan mengetahui,dia beranjan mendekatiku.Ditepuknya pundakku.


"sudah tidak usah peduliin dia,dia itu sebenarnya anak yang baik kok.Lagian masalahmu dah kelar kan .."

__ADS_1


Aku mengangguk,iya juga sih sudah deh lupain Ryana.


Aku berjalan membuka pintu kamar.


"cepat ganti baju,aku tunggu kamu dibawah.Kita makan siang bareng." ajak Stev.


Aku cuma mengangguk mengiyakan.


Segera aku masuk dan mengganti bajuku.


Tiba-tiba hapeku berdering.


Kulirik panggilan telepon,no tidak dikenal.


Sapa sih,,,


Segera kuraih hape ku, baru dua hari aku dibeliin hape lagi sama Stev.


Tapi ini adalah nomer lama yang kuaktifkan lagi.


Mestinya semua yang tau kontakku ada didaftar telepon.


"hallo..." tidak ada jawaban.


Kulihat ..masih aktif.Kenapa gak jawab.


"hallo.. ini siapa..?" tanyaku


masih diam saja,orang iseng pasti.


kututup teleponnya.


Bunyi lagi,,masih nomer yang sama.


Apaan sih ini orang,,kaya kurang kerjaan aja.


Kudiamkan,,sampai panggilan berakhir.Tapi tetap dia memanggil lagi.


Segera kuambil hape itu dan kuterima panggilan itu.


"jangan iseng deh,,aku gak punya waktu melayani orang gak penting kaya kamu.."


"oo... jadi sekarang kamu sudah sangat sibuk,hingga tidak mau bicara denganku..."


Deg....suara ini.... aku sangat mengenalnya.


Suara...yang tidak asing.


"Will.......?" bisikku.


aku terduduk,gak percaya.

__ADS_1


Ini Will..dia masih mengingatku.


__ADS_2