Kakakku sayang

Kakakku sayang
Episode 28


__ADS_3

2 bulan kemudian


"kamu pasti telah menyembunyikan putriku." Renata berteriak pada mama lilian.


Renata adalah ibu kandung Widya.


Sudah tiba saatnya Widya harus kembali pada keluarganya.


Besok adalah hari ulang tahun Widya,dimana dia berusia 17 tahun.


Renata dan Steven menjemput Widya dirumah Lilian.Tapi begitu Lilian bilang Widya kabur dari rumah dua bulan yang lalu,Renata tidak percaya.


"dimana putriku....?kamu yang memintanya dulu padaku.Aku baik-baik memberikannya padamu,tapi apa balasanmu.." Renata berkata dengan nada geram.Lilian hanya bisa terduduk dan menangis.


"maafkan aku Rena...aku tidak tau jika akan terjadi hal seperti ini.."


Lilian berdiri dan mengambil secarik kertas diatas meja kerjanya


dia sodorkan kertas itu pada Renata.


"lihatlah Rena...lihat ini..Widya hanya meninggalkan secarik kertas ini sebelum dia pergi."


Renata menerima kertas tersebut dan membacanya.


Dia merasa sangat lemas,dan terduduk.


Steven peluk ibunya.


"Kami sudah berusaha mencarinya ,tapi belum juga kami menemukannya.Tiap hari kami mencarinya,bahkan kami umumkan disemua surat kabar dan melapor pada polisi juga."


Lilian mencoba menerangkan.


Steven hanya terdiam,dia benar-benar geram.Kenapa dia tidak diberi tahu kabar kepergian Widya,adiknya.


Bahkan ini sudah dua bulan.


Bagaimana dia bisa bertahan diluar selama ini.


 


Aku sedang membersihkan ruang tengah ketika Henry pulang kerumah.


"Widya....", dia memanggilku.


Aku segera datang menemuinya


Dia bawa plastik puti ditangannya.


" coba tebak apa yang kubawa..?"


aku pura-pura berfikit keras..seakan tak tau apa isi nya.


"emm... pasti gorengan. atau martabak kesukaanku..." tebakku.

__ADS_1


dia tertawa lebar


"hahhaaahha...salah.coba tebak lagi.."


Aku pura-pura marah,kudekap tanganku didada.


"auk ah.. males.." kataku


Henry mendekat dan mengangkat plastik itu di depan mukaku.


Tercium bau harum masakan.


Sepertinya aku kenal.


Aku berusah rebut plastik itu.


Henry berlari dan memegang plastik itu erat-erat.


Kukejar dia,pokoknya harus dapat


"cepat berikan..jangan nakal.."


aku terus kejar dia.


"tangkap aku kalo bisa...."


Aku capek,nafasku ngos-ngosan.


Aku bungkukan badanku tanganku memegang lututku.


Dia mendekatiku,dan berdiri didepanku.


Menyodorkan plastik itu padaku.


"payah ah..kaya gitu aja nyerah.."


dia berantakin rambutku.Aku kibaskan tangannya.


"singkirkan tanganmu,,hufft"


kataku.Dia tertawa...


Disini ,


yah disini dia bulan sudah aku disini.


Aku bahkan tidak pernah keluar rumah.


Henry melarangku pergi kemana-mana sejak dia melihat beritaku muncul disurat kabar.


Dia selalu melindungiku,dia cukupi semua kebutuhanku.


Entah kenapa kurasa aku nyaman,aku bahagia,aku terlindungi olehnya.

__ADS_1


Biar orang bicara apa tentang dia,tapi bagiku dia baik,sangat baik.


Dia tidak pernah melakukan hal yang tidak pantas. Dia menghargai keberadaanku.


Meski kadang aku merasa kesepian jika dia pergi entah kemana dan baru kembali larut malam.


Henry,, terimakasih.


Entah apa yang terjadi padaku jika aku tidak bertemu denganmu.


Kamu adalah dewa penyelamatku.


Yang Tuhan kirim untuk membantuku.


Dan membuat ku bahagia,entah sampai berapa waktu lagi


 


"aku pergi dulu.kamu kunci pintu rumah.Jangan kemana-mana dan telpon aku jika ada apa-apa"


selalu itu yang Henry ucapkan sebelum dia pergi.


Aku hanya mengangguk


Kulepas kepergiannya pagi ini,aku berdiri di balik jendela.


Kulihat sampai mobil itu menghilang dari pandanganku.


Aku segera kunci semua pintu dan jendela.


Dan berjalan masuk kedalam kamarku.


Bosan sih selalu begini tiap hari.


Gimana ya kalo aku ikut kerja aja dikebun teh.Henry tidak akan tau.


Kan dia selalu pergi dan baru kembali malam hari.


Tapi kalo Henry tau pasti dia marah besar.


Ahhh ,suntuk banget aku rasanya..


Aku melangkah keruang tengah dan menyalakan televisi.


Baru saja aku duduk ,aku dikagetkan oleh sebuah berita.


Aku menangis,seakan tak percaya.


ini pasti bohong...


Pasti bohong kan...


Tidak mungkin.

__ADS_1


Ini pasti bohong.!!!!


 


__ADS_2