
2 bulan kemudian.
Sekolahku telah usai,mama memintaku untuk meneruskan kuliah diluar negeri.
Kata mama biar aku lebih dekat sama mama.
Aku tidak bisa menolak jika itu sudah keputusan mama.
Hubunganku dengan Will tetap baik,meski kami komunikasi masih dengan sembunyi-sembunyi.
Will tidak lantas membenciku karena kutolak.
Aku bahagia dengan sikapnya yang semakin dewasa.
Stev menyiapkan semua keperluanku.
Lusa aku akan berangkat ketempat mama.
Sebenarnya gelisah juga mikirin tentang hidupku disana selanjutnya.
Aku yang belum terlalu pandai bahasa inggris,seorang anak ndeso yang tiba-tiba beralih kehidupan jadi serba glamour dan memaksakan diri berbaur dengan orang-orang kelas atas.
Untungnya mama Lilian banyak memberiku bekal dulu.
"Semua sudah siap,, kuharap kamu jangan bikin mama sedih disana.Jaga mama ya.." kata Stev sambil menyerahkan pasporku.
Aku hanya mengangguk.
"Stev..." kataku ragu.
Stev menatapku dan duduk disampingku.
Dielusnya rambutku dan dipeluknya aku.
"Apa aku bisa ..." kataku lirih
Stev diam saja.Kuhela nafas dalam-dalam.
"kamu harus yakin,apapun yang mama pilihkan,tu pasti yang terbaik untukmu.." kata Stev.
*************
Aku dan Stev tiba disebuah apartemen elite di negara S.
Perjalanan menggunakan pesawat pertama bagiku.
Menyenangkan tapi juga melelahkan.
Mama tidak bisa menjemput kami dibandara dikarenakan mama lagi ada meeting.
Jadi kami hanya dijemput sopir.
Kami memasuki sebuah flat yang mewah.
Tak hentinya kukagumi tiap benda yang ada disini.
Ternyata tempat tinggal mama sangat mewah.
"tolong antar non Widya kekamarnya.." kata Stev pada pelayan dalam bahasa inggris.
__ADS_1
Pelayan itu mengangguk dan berbicara dengan bahasa inggris juga.
Sedikit aku tau dia mengajakku mengikutinya.
Kutatap Stev ,Stev mengangguk dan aku segera mengikuti pelayan itu.
*********
"nanti teman mama akan makan malam dirumah,kamu siap-siap ya sayang.Pake gaun yang kemarin mama beli.." kata mama sebelum berangkat kekantor.
Aku hanya mengangguk dan meneruskan sarapanku.
Mama mendekatiku,setelah mencium pipiku dia segera berangkat.
Hemm... sepi banget.
Sudah seminggu aku disini,Stev sudah kembali ke Indonesia.
Tiap hari aku hanya liat tv ,siaran tv yang bahasanya gak terlalu kumengerti.
Mau jalan-jalan takut kesasar.
Paling cuma tidur dan makan saja kerjaku.
Gpp deh nikmati aja dulu.
*************
Pukul 19.00
Aku dan mama susah siap menyambut kedatangan teman mama.
Hidang juga sudah disiapkan
"iya ma..." jawabku singkat.
Pelayan datang dan memberi tahu kalo tamu sudah datang.
Mama segera bangkit daru duduknya membetulkan gaunnya dan menghampiriku.
Dirapikannya rambutku yang kurasa sudah rapi.
"sayang... ayo... " bisik mama.
Aku mengangguk,kuikuti mama.
Kami berjalan menuju ruang tamu.
Kulihat ada seorang laki-laki tua dan seorang perempuan,mungkin mereka seumuran mama.
Mama segera menghampiri si perempuan.
"oh... Vani.... " teriak mama.
Tante Vani segera berdiri dan menyongsong kedatangan mama.
Mereka berpelukan dan berbasa-basi.
Aku tersenyum saja melihat mereka.
__ADS_1
Tiba-tiba mama melepas pelukan tante Vani.
"o.. iya.. kenalin..ini Widya ,putriku.." kata mama.
Tante Vani dan om John,suaminya melihatku.
Aku segera menghampiri tante Vani,tante menciumku.
Dan kusalami om John.Dielusnya rambutku.
"cantik... kaya kamu..." puji tante Vani
Aku cuma tersenyum malu.
"iya dong,,sapa dulu mamanya.." jawab mama.
Akhirnya kami pun ngobrol sambil makan malam.
Aku hanya banyak diam.
Dan menjawab seperlunya pertanyaan mereka.
**********
Aku bangun agak kesiangan pagi ini.
Semalam tamu pulang sampai larut.
Tok tok tok..
Aku menguap dan segera duduk
"masuk...." jawabku
Pintu terbuka,dan tak percaya dengan yang kulihat.
Kuucek mataku ,iyaa.. ada.
"Lay....." bisikku
Wajah yang selalu ramah dan tersenyum
Yang beberapa bulan ini menghilang dan sekarang muncul dihadapanku.
Lay mendekat kearahku.
Aku diam tak bergeming,ini beneran Lay.
Lay duduk dipinggir tempat tidurku.
Wangi parfum yang tidak asing,penampilan yang selalu rapi dan wajah yang tersenyum ini.
Hidungku dicubitnya...
"awwww... " teriakku
Lay tertawa dan melepaskan tangannya
"tuan putri,mau tidur sampai jam berapa..." katanya.
__ADS_1
Aku pukul dia pelan.
Kami pun tertawa bersama.