Kakakku sayang

Kakakku sayang
Episode 4


__ADS_3

Kupandang wajah ibu yang terbaring tak berdaya.Badannya semakin kurus dan tak bercahaya.Tanpa terasa menetes airmataku.


Aku harus pergi bu,, mungkin tidak bisa sering mengunjungimu.Ini demi pengobatan ibu dan masa depan kita.


Aku harus bisa menjadi seorang yang membanggakan.Terus terngiang permintaan ayah.Aku ingin jadi yang pertama,yang ibu lihat saat ibu sudah bisa membuka mata.


Tapi mungkin jarak kita terlalu jauh.


"sudah siang ayo kita berangkat.."


suara tante Lilian menyadarkanku.


Kupeluk ibu kukecup keningnya.


Berat rasanya kaki ini meninggalkan ruang ICU.


Tante lilian membimbingku kluar.


Pandanganku tak lepas dari ibu.


"tante tau ini berat ,tapi percayalah.Ini yang terbaik " senyum tante lilian menenangkan.


Ya,sebuah tawaran dari tante buatku.


Tante akan menjadi orangtua angkatku,dan aku harus tinggal bersamanya di Jakarta.


Soal ibu ,tante bilang aku tidak perlu cemas.Tante sudah mencari seorang perawat untuk menjaga ibu.


Dan mengurus semua keperluan ibu.


Aku sadar mungkin ini memang yang terbaik.

__ADS_1


Keluarga ibu dan ayah adalah orang-yang sederhana dan pas-pasan.Mungkin mereka bisa menerimaku jika aku mau.


Tapi bagaimana dengan kebutuhan pengobatan ibu.Itu terlalu memberatkan.


Tapi tante lilian lain,dia seorang yang kaya raya.


Mungkin memang aku terlihat jahat.Seakan memanfaatkan kesempatan yang tante lilian tawarkan.


Tapi aku tidak berdaya,ini demi ibu.



Akhirnya perjalanan yang melelahkan ini berakhir.Mobil memasuki kawasan perumahan elit,dan berhenti disebuah halaman rumah yang megah.Rumah berlantai dua yang bagiku begitu mewah.Begitu mobil berhenti kami disambut beberapa pembantu yang membawakan barang-barang kami.


Aku begitu kikuk,karena ini pertama aku disambut dan dilayani oleh pembantu.


Seakan tau aku yang masih belum terbiasa tante menggandeng tanganku dan mengajakku memasuki rumah.


Semua hiasan,perabot dan perlengkapan rumah yang tidak biasa.Sepertinya barang-barang luar negeri semua.


"Tante akan tunjukkan kamarmu.."


aku ikuti tante Lilian dari belakang,dia menaiki tangga menuju lantai dua.


Sebuah kamar yang besar dengan tempat tidur yang besar dan indah.


Seperti memang sengaja dirancang untukku.


Semua warna dan perabotannya terlihat untuk anak perempuan.Sedang dua anak tante Lilian semua laki-laki.


"masuklah..ini kamarmu.Tante sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari.

__ADS_1


Gimana,kamu suka kan?"


"yaa,ini sangat indah tante.Kamar ini terlalu bagus untukku"


Tante Lilian duduk ditepi ranjang.


Dia menyuruhku duduk disamtd rb kata sing nya.


"Widya.. ,tante tidak punya anak perum p kan.


Maukah kamu jadi putri tante?"


Aku menatap tante ,seakan tak percaya dengan pertanyaan tante.


"tapi... tante...aku..." kataku terbata


"Tante tau,kita butuh saling menyesuaikan diri.


Sekarang istirahatlah kamu pasti capek."


Tante berdiri dan hendak berlalu


Aku menahan tangan tante Lilian dan berdiri memeluknya.


"tante terimakasih ," ucapku lirih.


tante Lilian membalas pelukanku dan mencium keningku.


"Tante sayang Widya.. "


senyuman tulus tante,yang membuatku selalu nyaman bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2