
"baiklah ..."
kalimat itu membuatku lega,tapi tetap saja aku harus waspada
Jebakan atau bukan.
"dimana kamu sekarang.."
apa baik kalo aku bilang dimana aku?
"aku tidak bisa bilang dimana aku, tapi aku akan segera menemuimu."
langsung kututup telpon itu.
Keesokan harinya dengan ijin Daniel aku keluar dari rumahnya.
Daniel berbaik hati memberiku sejumlah uang untuk menuju rumah Mama lilian.
Aku ingin segera menyelamatkan Henry.
Entah dimana dia sekarang.
Setelah perjalanan yang begitu melelahkan akhirnya aku sampai di Jakarta.
Rumah ini ,,beberapa waktu lalu pernah jadi surga bagiku.
Tempatku berteduh,tapi sekarang tidak lagi,aku hanya tamu disini.
Aku tersenyum getir, kumasuki halaman rumah.
"non Widya,, " kata seorang pelayan yang sedang menyiram bunga dihalaman depan.Dia segera berlari menyambutku.
"non gimana kabar non..." dia peluk aku erat,
"aku baik-baik saja bik"
Dia menarikku segera masuk kedalam rumah.
"nyonya,, tuan....non Widya sudah kembali...." teriaknya
Mama lilian yang sedang di ruang tengah langsung berlari seakan tak percaya.
__ADS_1
Dia terlihat sangat terkejut,melihatku.
"widya ,,, " ucapnya
"ma....." aku gak bisa bicara banyak.
Mama segera berlari memelukku.
Suasana pun mendadak jadi haru.
Will muncul dari dalam kamarnya ,,
dia menatapku dengan seksama
"Will ,,lihatlah..siapa yang datang. " kata mama Lilian,suaranya terdengar sangat bahagia.
Will diam saja dan duduk santai disofa,
"Widya. mama kangen banget sama kamu,, " mama Lilian tak hentinya mencium dan memelukku.
"Ma... ayo kita duduk .." kataku
Aku ingin secepatnya tahu kabar Henry.
Will menaikkan satu kakinya kepaha.
y menunggu aku membuka percakapan
"sayang gimana kabar kamu,kamu baik-baik saja kan .Kenapa kamu kabur dari rumah Maria ,katakan sama mama..apa dia berbuat sesuatu yang jahat padamu".
mama Lilian memberondongku dengan pertanyaan..Aku menggeleng dan tersenyum,
" nggak maa. aku cuma ...cuma pengen menuntut keadilan ."
Mama Lilian melihatku heran.
"apa maksud kamu sayang,,"
Aku menghela nafas...
"ma... Henry tidak bersalah dan kenapa dia harus ditangkap dipenjara," kataku
Will berdiri dan berjalan mendekatiku.
__ADS_1
"kami tidak ikut campur urusan itu,itu sepenuhnya ide keluargamu."
Aku terkejut,jadi Stev pasti balik didalang semua ini.
"Will kumohon bantu aku,cari dmn Henry," aku memohon
Will memandangku dalam.
Mama mendekatiku,, dia elus tambutku
"sabar sayang ,besok kita dia sama-sama," aku hanya menggigit bibirku.
"Kamu itu kabur dari rumah mu dan menuju kesini,apa kamu pikir klo kamu tidak akan menimbulkan mslh?"
ujar Will.
Aku menunduk,,
Benar ,,aku membuat masalah lagi untuk mereka
Tapi hanya mereka yang bisa kuandalkan..
Masih sama ,,kamar ini dengan yang kupakai dulu.
Tidak ada satupun yang berubah.
Aku berbaring diranjangku,saat Will masuk menemuiku.
Secepat kilat aku bangun
"Will... ada apa..?" tanyaku
"aku sebenarnya sudag tau,dimana Henry.."
Aku senang banget mendengarnya.
" benarkah...dimana dia Will.."
"besok aku akan membawamu kesana.."
Aku mengangguk dengan cepat.
__ADS_1
Aku bahagia banget, mendengar kabar dari Will.