Kakakku sayang

Kakakku sayang
episode 52


__ADS_3

Lay semakin mendekatiku,aku pejamkan mataku.


Dia pasti marah dan bisa jadi akan memukulku.


Gelas di tanganku diambilnya,,


kubuka mataku.Lay minum tanpa peduli padaku yang menatapnya tak mengerti.


"aahhhhh... legaaa ..."dia ulurkan lagi gelas kosong itu padaku.


Aku menerimanya saja.


"hei,, ada apa denganmu.."kata Lay sambil melihatku dengan serius.


Aku menggeleng,jadi Lay tidak marah padaku.


Dia tidak tau kalo tadi aku terima telpon dari Will.


Lay tersenyum mengejek..


"Hem.. jangan-jangan kamu berpikir aku hendak mencium mu ya... "


Aku melotot pada Lay,,anak ini keterlaluan banget.


"gak usah malu,sini.. sini aku cium .."


Sambil menyodorkan bibirnya ke arahku dengan mata terpejam ,bibirnya dia monyong-monyongin.


"ih... apaan sih.... "kudorong tubuh Lay.


"jijik banget kamu... "Aku segera berlari pergi


"hahahaahaaaa...... "Lay tertawa melihatku kabur.


Dasar anak aneh.


************


Aku terbangun ,diluar terdengar hujan turun dengan deras.


Kulirik jam 02.45 wib,dini hari.


Aku mencoba pejamkan mata,sial gak bisa tidur lagi.


Rasanya tenggorokanku haus sekali.


Kusibakkan selimutku dan mengambil gelas yang ada dimeja,kosong.


Dengan enggan aku berjalan keluar kamar.


Melangkah menuju dapur untuk mengambil air minum.


Ahh.... legaa banget.


Aku duduk di kursi tengah setelah selesai minum.


"huahhhmmmm... "aku menguap.


Rasanya masih ngantuk banget.


Kubaringkan tubuhku di kursi panjang.

__ADS_1


Disini sejuk banget.Rasa kantukku tak tertahan.


Tanpa terasa aku tertidur diruang tengah.


Aku gak sadar ketika ada seseorang yang mengangkatku pindah masuk kedalam kamar.


********


"pagi semua..."


Kulirik Lay yang baru masuk ke ruang makan.


Sudah rapi dia,mau kemana.Mau pulang kali,,baguslah.


"Morning Lay.... ,ayo sarapan.."ajak Stev.


Aku cuek aja,kuminum susu digelasku.


Lay mengambil tempat disampingku.


Disentuhnya tanganku dengan sengaja.


Padahal jelas-jelas dia mau ambil sendok yang ada di dekatku.


Aku melotot ke arah Lay.Apa-apaan anak ini.


Kutarik tanganku dan melanjutkan makanku.


Lay melihatku sambil terus makan.


"ehhemmmm..."Stev berdehem.


Lay melihat kearah Stev dan tersenyum.


Aku menatap Stev dengan protes.


"gak ..sama sopir aja deh.."kataku


"jangan membantah.."Stev bicara dengan keras.


Kalo sudah gini,aku mending diam.


Kuambil tasku dan berjalan keluar.


Mulai deh sifat Stev yang menjengkelkan kambuh lagi.


Lay mengikutiku dari belakang.


"ayo.. "katanya


Aku tak menjawab,kudekapkan tanganku didada.Nunggu dia keluarkan mobil.


"aku harus cari akal supaya kamu segera pergi dari sini.."gumamku.


"siapa yang pergi...."tiba-tiba Stev sudah ada di belakangku.Aku terkejut..


"nggak... ini.. anu ..udah siang.."kataku.


Buru-buru aku menuju mobil dan membuka pintu belakang.


"eeiittt...."Stev berteriak,dia melangkah menuju mobil.

__ADS_1


Ditutupnya kembali pintu belakang dan dibukanya pintu depan.


"duduk didepan,, gak sopan.Kamu kira Lay sopirmu..."hardik Stev.


Sambil cemberut kuturuti perkataan Stev.


Aku segera duduk disamping Lay.


Lay tersenyum kearah ku.


"ngapain sih senyum-senyum mulu.."bentakku.


Lay mengangkat bahunya,tanpa berkata.


Mobil segera berjalan menuju sekolah.


"sebenarnya kamu siapa sih?" kataku tiba-tiba.


Kami terdiam cukup lama selama perjalanan.


Aku harus pastiin,ini orang siapa sih.


"aku...?? "kata Lay sambil bertanya balik.


Kutatap Lay dengan jengkel.


"iyaa... Kamu... sapa lagi.."kataku ketua


Lay tersenyum manis,dia itu gak bisa marah apa ya.Selalu tersenyum dan ramah.


"ehmm. aku... aku... sopirmu..maksudku,aku yang diberi tugas untuk mengantarmu kemanapun kamu pergi.."jelas Lay.


Aku memandang tak percaya.


"apaa..sopir.... ? gak mungkin..."kataku


Lay menatapku ..


"apa nya yang gak mungkin,emang gitu kok."


timpal Lay.


"tapi.. tapi..Stev sama kamu,,kamu gak keliatan datang sebagai supir.."bantahku


"ya.. itu...kerena..kerena aku dan Stev memang berteman.Tapi saat aku bilang aku butuh kerjaan, Stev menawariku jadi supir adiknya..gitu deh.."jelas Stev.


Entah ..antara percaya atau tidak sih.


"terus.. kenapa kamu mau jadi supir.Kulihat kamu bukan orang yang kekurangan uang"


kulihat bajunya branded,jam tangan juga.Tampang yang rupawan,dan tubuh terawat.Bohong pasti ini orang.


Tau kutatap begitu Lay tersenyum saja.


"ooh... ini..ini baju majikanku dulu,Karena kekecilan jadi diberikan padaku."


Kupicingkan mataku..Lay garuk-garuk kepalanya.


Mungkin benar juga ,aku gak boleh berpikir buruk padanya.


Oke deh..aku berusaha percaya padamu.

__ADS_1


Awas lho kalo kamu boong.


__ADS_2