Kakakku sayang

Kakakku sayang
episode 58


__ADS_3

"aku mau minta tolong..." Catherin membuka tasnya dan mencari sesuatu.


"ini dia...,tolong berikan ini pada Lay" dia sodorkan sebuah bungkusan kado yang indah.


Aku tak berani menerimanya.


"apa ini.... ?" tanyaku


Diambilnya tanganku dan dipaksanya menerima bungkusan itu.


"sudah.. berikan saja ini pada Lay.Nanti dia juga tau kok..."


Aku mangamati bungkusan itu dan memandang Cath.


Sepertinya Cath anak yang baik.


Cath tersenyum manis


"tolong ya... " pintanya sambil mengatupkan tangannya.Gak tega juga aku


"ya sudah,nanti aku berikan pada Lay.." kataku.


*******


Lay menatapku tajam


Aku hanya bisa menundukkan pandanganku.


Kami duduk diruang tamu berhadapan.


"aku gak mau tau,kamu harus kembalikan itu besok.." katanya


Kuberanikan menatap Lay.


"tapi..." kataku


Lay sepertinya marah padaku karena aku sembarangan nerima kado dari Cath.


Kulirik kertas yang ada dimeja,Cath nembak Lay.


Dan memberikan Lay sebuah jam tangan bermerk.


Ini pasti barang yang sangat mahal.


Lay berdiri dan melangkah masuk kekamarnya.


Aku gak berani ngomong lebih banyak.


Kuberesin jam itu dan kumasukkan kembali kewadahnya.


Ya sudah besok aku akan menemui Cath dan mengembalikannya.


********


"jadi Lay menolakku..." gumam Cath.


Kulirik Cath dengan perasaan gak enak.


"aku gak tau,aku cuma disuruh mengembalikan itu.." kataku.


Cath menatapku tajam.


"kamu tau...,,dia itu menolakku.." kata Cath dengan nada keras.


Aku terkejut,ini anak nakutin amat sih.


Tapi sedetik kemudian Cath terdengar menangis.


Dia duduk dan menutup mukanya dengan tangan.

__ADS_1


"hik hik,, padahal aku sayang sama kamu Lay.." ratapnya


Kudekati Cath dan kuelus punggungnya.


"jangan nangis gitu dong..." hiburku


Cath bersandar padaku.


Dia tambah nangis dengan keras.


Aduh ini anak kok malah nangisnya tambah keras sih.


"Kamu harus menolongku.." Dia tiba-tiba duduk tegak ,membuatku terkejut.


Diraihnya kedua tanganku


"kamu mau kan menolongku.." pintanya


Kutatap mata Cath


"apa...?" tanyaku


"Tolong buat aku,dekat dengan Lay.." pintanya


Aku sedikit terkejut.


"gimana caranya...?" tanyaku


Dia tampak diam berpikir.


"Widya...,ijinkan aku menjadi temanmu.."


Cath memohon padaku.


Apa..? teman..?


Aku mengangguk saja


"baiklah...." kataku


Aku gak tau apa ini bisa membantu Cath,tapi biarlah kita coba.


Kulihat Cath ini baik,cantik,pintar cocok sekali dengan Lay.


Lagian kalo Lay punya pacar aku jadi lebih aman dan terhindar dari acara perjodohan.


********


Lay belum pulang,tidak biasanya dia kuliah sampai sore seperti ini.


Kemana anak itu.


Aku mondar-mandir diruang tamu.


Perasaanku kok gak enak ya.


Kuambil hape ku,kuhubungi lagi no Lay.


Tetap tak dapat dihubungi.


Bahkan dia matikan ponselnya.


Lay..jangan bikin aku khawatir dong.


Aku duduk ,,kok aku jadi khawatirin Lay ya.


Biarin aja,dia udah besar ini.


Aku segera berdiri dan berjalan kekamarku.

__ADS_1


Tapi bel didepan mengagetkanku.


Aku merasa gembira mendengarnya.


Aku segera berlari ke depan,ini pasti Lay.


Cepat kubuka pintu


"kemana aja sih bikin aku.......ka....wa....tir....." aku langsung terbata begitu melihat siapa yang datang.


Bukan Lay,melainkan seorang laki-laki setengah baya.


"anda mencari siapa?" tanyaku


Orang itu melepaskan topinya


"apa benar ini nona Widya.." tanyanya


Aku melihat kiri kanan,kayaknya orang ini sendirian.


"iya.. saya sendiri.." jawabku


"boleh saya masuk..." pintanya.


Aku berpikir,Lay bilang aku gak boleh percaya dengan orang asing.


Aku juga takut sama orang ini.


"emm..jangan,,eh maaf..Kita bicara di.. disitu saja.." kataku sambil menunjuk kursi di depan rumah.


Orang itu melirik kursi yang kutunjuk.


"baiklah kalo begitu..mari.." ajaknya.


Aku mengangguk dan segera menutup pintu.


"ada apa ya pak..?" tanyaku hati-hati.


Orang menatapku lalu menunduk kembali.


Jadi gak enak perasaanku.


"Maafkan saya sebelumnya ,Sebenarnya saya kesini disuruh menjemput nona.." katanya


Aku sedikit terkejut


"menjemput saya? siapa yang menyuruh..?" tanyaku.


"nona..sekarang ikutlah denganku,Waktu kita tidak banyak.Tuan muda sedang tidak baik saat ini.." katanya hati-hati


Aku masih belum mengerti juga dengan kata-katanya.


Menjemput..


Tuan muda...


Apa sih maksudnya,,


apa jangan-jangan Lay...


Kenapa dengan Lay.


"Apa yang terjadi dengan Lay..?" tanyaku


Pria itu menatapku.


"saya tidak bisa menceritakan,sebaiknya nona cepat ikut saya.."


Tak terasa airmata ini menetes jatuh.

__ADS_1


__ADS_2