Kakakku sayang

Kakakku sayang
episode 42


__ADS_3

Aku keluar kelas dengan tergesa,perutku dari tadi rasanya tidak nyaman banget.Disini semua murid terkesan sangat cuek,aku mau nanyain UKS saja rasanya enggan,melihat wajah-wajah mereka yang begitu serius.


Memang untuk ukuran sekolah biasa,sekolah ini dalam hal mata pelajaran lebih unggul dan saling bersaing dalam nilai.


Jadi mungkin mereka sangat fokus dalam menyimak setiap Mapel.


Belum begitu jauh aku berjalan aku dihentikan oleh seorang murid perempuan dan pak guru disebelahnya.


"nah ,ini dia pak.Anak yang kulihat tadi pagi keluar dari ruang praktek."


Aku diam tak mengerti,pak guru itu menurunkan kacamatanya.


"kamu.. ikut saya..." kata pak guru.


Aku menggeleng tak mengerti.


"maaf,ada apa ya..?" tanyaku


Murid itu berkacak pinggang padaku


"Sudah kamu ikut saja,jangan coba-coba kabut" katanya


Aku benar-benar makin tak memgerti.


Lalu tanganku ditariknya untuk mengikuti langkah pak guru itu berjalan.


"tunggu dulu..ada apa sih..?" tanyaku


sambil terus menarikku dia hanya menatap ku saja.


Aku dibawa keruang BP.


Oh,jadi pak guru ini guru BP.Tapi kenapa aku dibawa kesini.


"duduk.." perintah pak guru


Aku pun duduk meski masih bertanya-tanya tak mengerti.


"kalo begitu saya permisi dulu ya pak.." kata murid perempuan itu.


Pak guru menatapnya dan mengangguk.


Setelah murid itu pergi,pak guru mengeluarkan sesuatu dari dalam laci.


Bungkusan plastik bening kecil,dan isi didalamnya membuatku terperangah..puntung rokok!!

__ADS_1


"kenapa ??kamu terkejut ?" kata pak guru


Aku diam dan angkat bahu


"pagi tadi saat bersih-bersih hendak praktek,kami menemukan ini.Dan seorang saksi melihatmu keluar dari ruang praktek pagi tadi" jelas pak guru.


Aku terkejut mendengarnya.Ini salah paham.


Nyentuh rokok saja gak pernah,gimana aku yang jadi dituduh...


"bukankah kamu murid baru itu? tak kusangka prilakumu benar-benar tidak baik"tambah pak guru.


Aku tatap pak guru dengan protes.


" pak... bukan.."baru saja hendak aku buka mulut.Pak guru memotong bicaraku


"sudah ..kamu gak usah menyangkal,baru kali ini sekolah ini menemukan hal seperti ini.Bahkan guru dan karyawan yang bekerja disini saja tidak bolaeh merokok diarea sekolah.Sekian sekolah ini berdiri,baru hari ini terjadi.Dan saat kamu disini"


Ya Tuhan, ini orang ngomong apa sih.


Semau sendiri menuduhku.Perutku tambah gak nyaman rasanya.


Aku harus bisa menemukan murid cowok yang tadi pagi.Tapi gimana caranya,bahkan namanya saja aku tidak tau.


Sialan tuh cowok,bikin aku dalam masalah dihari pertamaku.


Pak guru diam saja dan asyik menulis sesuatu di secarik kertas.


"pak... saya benar-benar tidak melakukan hal itu,bukan saya pelakunya.Memang benar saya tadi pagi ke ruang praktek.Tapi bukan saya pelakunya." jelasku


Pak guru berhenti menulis dan menurunkan kacamatanya ,dia menatapku tajam.


"jadi kamu mau berdalih?" ujarnya


aku menggeleng,,


"tidak pak..bukan begitu maksud saya."


Pak guru menulis lagi


"saya tau siapa pelakunya.." kataku


Pak guru tak menghiraukanku.


Diserahkannya kertas itu padaku,

__ADS_1


"isi halaman ini ,dan tanda tangani.Saya masih banyak tugas.Dan tidak waktu mendengarkan omong kosongmu"


What...? omong kosong.Ini orang macam apakah??


Gak mau dengarin penjelasan orang lain.


"saya berani bersumpah pak,bukan saya pelakunya.Saya tau siapa pelakunya" bantahku.


Pak guru menyerahkan pena padaku.


"sudah kamu tulis saja dan tanda tangan"


Kubaca isi kertas itu.


Saya yanh bertanda tangan dibawah ini mengakui kesalahan saya dan bla bla bla...


Tidak..! aku gak mau mengaku,dan gak mau tanda tangan,enak saja aku dituduh.


"saya tidak mau tanda tangan"


Kusodorkan kembali kertas itu.


Pak guru memandangku gusar.


"Oh..kamu mau dihukum lebih dari ini " katanya.


"terserah bapak,saya tidak melakukan hal itu," Pak guru mengambil kertas itu kembali.


"pak saya tau siapa pelakunya," kataku


Pak guru menatapku ,,dimasukkanya pena nya disaku.


"siapa..?" tanyanya.Dia duduk bersandar dikursinya.


"Saya tidak tau siapa dia.Tapi saya tau wajahnya." jelasku.Pak guru menatapku dalam.


"oke..kuberi kamu waktu 24 jam,kalo kamu tidak bisa membuktikan.Maka kamu harus tanda tangani surat ini"


Aku tertegun ,,24 jam.?


Bagaimana caraku mencari itu anak.


"bagaimana? kalo kamu tidak mau.Sekarang cepat tanda tangan" ancam pak guru.


kuhela nafas panjang.

__ADS_1


"baiklah saya mau" kataku pasrah.


__ADS_2