Kakakku sayang

Kakakku sayang
Episode 38


__ADS_3

Will terdiam, dia mencoba mendengarkan sesuatu.Tapi aneh ,suara itu hilang.Sepi,, Will menatapku curiga.


Dia pasti menyangka aku berbohong.


"Will,aku tidak bohong.aku takut tadi ada suara wanita menyanyi" bisikku.


Will membenahi kembali tempat untuknya berbaring.


"kamu salah dengar,mungkin suara air hujan.Sudah tidur lagi cepat.Besok bangun pagi-pagi dan segera pulang",


Aku dongkol banget rasanya.


Dia menyangka aku bohong.


Aku berdiri dan melangkah ke atas tempat tidur.


" aku gak bohong, dikira boong"gerutuku.


Kutarik selimut dan mencoba memejamkan mata.


Suara itu ada lagi.


Aku takut,kututup selimut sampai ke kepala.


Jantungku berdebar kencang,aku takut.


Aku gemetaran,suara itu terdengar nyata.


Bukan suara nenek,itu suara wanita yang usianya lebih muda.


Tiba-tiba seseorang menyentuh bahuku.


Aku langsung bangun,dan hendak teriak.


Tapi sebuah tangan menutup mulutku.


Will.....dia memberiku isyarat untuk diam.Aku mengangguk


"Diam,,dan tidurlah."


Will menyuruhku bergeser,apa dia hendak tidur disampingku.


Satu ranjang denganku?


Tapi aku takut,mungkin lebih baik begini.


Tapi aku mesti waspada.



Adzan subuh membangunkanku,sebuah tangan memeluk perutku.


Tangan Will,, aku segera menyingkirkan tangan itu ke samping.

__ADS_1


Sembarangan ini anak.Main peluk-peluk.


Will terbangun ,membuka matanya.


"jam berapa ini..." tanyanya


Aku menggeleng,Hp ku dimobil.Aku tidak tau ini jam berapa.


Dikamar ini tidak ada jam dinding.


"ayo bangun, hujan sudah reda.Kita pulang." kataku


Aku ngeri membayangkan peristiwa semalam.


"Ayo .." Will bangkit dan membuka pintu kamar.


Kuikuti dia dari belakang,aku takut sendirian.


Aku berusaha mencari nenek,mungkin dia masih tidur dikamarnya.


Kamar nenek pintunya terbuka,Will melangkah dan berhenti dipintu


Nenek tidak ada,dimana dia.


Sepagi ini,sudah bangunkah.


"dimana nenek.."lirih Will


Tidak ada siapa-siapa.


" kita cari baju kita dulu.."ajak Will


aku mengangguk,kami berjalan ke arah belakang rumah


Baju kami tidak ada,dijemuran kosong.


"dimana ya .." kataku.


Kami mencari tapi tidak ada,akhirnya kami memutuskan untuk mencari nenek.


Kami melangkah kedalam rumah,


diruang tengah kulihat baju kami sudah terlipat rapi.


Aku dan Will saling pandang melongo.


Tiba-tiba nenek muncul dari belakang.


Dia bawa dua gelas teh hangat di nampan.


"kalian sudah bangun..minumlah selagi panas" dia berjalan kearah kami.


Kuambil segelas air itu.

__ADS_1


"terima kasih nek..." kataku.


"mandilah nenek sudah siapkan air hangat dibelakang ", oh..nenek ini begitu baik.



" kami permisi dulu ya nek,terimakasih banyak untuk semuanya"kataku


kupeluk nenek.Nenek balas memelukku.


"kapan-kapan mainlah,kunjungi nenek" kata nenek


"iyaa nek..." janjiku


Mobil kami meninggalkan rumah nenek.


Sebenarnya gak tega liat nenek sendirian.Tapi nenek tadi sempat bercerita kalo dia tidak akan pernah meninggalkan rumah peninggalan suaminya ini.


Suaminya gugur dimedan perang,dia tidak punya anak.


Jadilah dia hidup sebatang kara.


Dia bertahan hidup dari uang pensiunan suaminya.


Nek,,semoga nenek panjang umur dan selalu sehat.batinku



Will membawaku kembali kerumah mama Maria,aku tidak bisa menolaknya.


Stev melihat kami turun dari mobil.Dia terlihat marah,dan menghampiri Will.


"sudah kuduga,ini semua pasti ulahmu"


geram Stev ,Will terlihat tidak senang.


"tanya adikmu,jangan asal tuduh"


Aku melangkah pelan,Stev menatapku dalam.


"cepat masuk " perintah Stev


Aku menatap ke arah Will


"Will terimakasih banyak," kataku


"its ok,, Masuklah..jaga diri kamu baik-baik" kata Will,aku mengangguk.


Will masuk kedalam mobilnya kembali.


Dan pergi,,aku merasa ingin pergi mengikutinya pergi...


 

__ADS_1


__ADS_2