
Semua yang kujalani dalam kehidupanku,bagai mimpi.Memang inilah kehidqupan,,kita tidak bisa memilih semua sudah digariskan oleh Tuhan.
Tapi tetap kita harus mensyukuri dan menjalaninya dengan ikhlas.
"sayang.. kamu kenapa,kok melamun"
Suara lembut mama mengagetkanku
Aku tersenyum kecil,Dan menatap mama
Inilah mama kandungku,entah kenapa meski aku sudah mulai bisa menerimanya,namun jujur dari lubuk hatiku belum bisa dekat seperti ibu.Apa karena ibulah yang dari kecil selalu merawatku jadi aku hanya bisa menganggap ibu layaknya ibu kandungku.
"gapapa ma.. " kataku.Mama mengambil tempat dan duduk disampingku.
Dipegangnya tanganku dengan lembut.Rasanya hangat sekali.
"sayang,, mama mau ngomong sesuatu sama kamu.Bolehkan...?" ucap mama lembut.
Aku mengangguk mengiyakan.
"boleh ma... ada apa.." kataku
Mama diam dan menatap mataku..
Disibakkannya rambut poniku yang menutupi mata ku.
"sayang,, eehm.. begini.Kamu pasti pernah dengar tentang perjodohan yang sudah mama siapkan untukmu.."
Aku menatap mama dengan tatapan tajam,masalah ini lagi..oh Tuhan.
Mama diam melihat tatapan mataku yang terlihat protes.Dia pegang tanganku semakin erat.Aku menundukkan pandanganku.
"sayang.. bukan maksud mama merusak suasana kita,kita baru saja saling mengenal."
aku alihkan pandangku.
"sayang.. jangan marah ya..." bujuk mama.
Aku kembali menunduk..
Kuhela nafasku dalam-dalam.
Lalu kuberanikan diri menatap mama kembali.
"ma... bolehkah aku minta sesuatu.." kataku
Mama melihatku dengan seksama..
"tentu..tentu ..sayang," katanya
Aku tatap mata mama.
__ADS_1
"ma.... tolong batalkan perjodohanku" ucapku
Mama terlihat kaget,dia tertegun untuk beberapa saat.
"Ma... aku tidak ingin ada perjodohan,"sambungku.
Mama masih diam tak menjawab.
Aku enggan berkata lebih banyak.Aku hanya bisa berharap semoga mama mau mengabulkan permintaanku.
" mama tidak bisa menolak ,sayang.."
Aku kembali menunduk.
"Almarhum papamu yang dulu punya rencana ini.Mama hanya melaksanakan apa yang papamu kehendaki", jelas mama.
" tapi ma..aku tidak mengenalnya,dan aku juga belum siap."jelasku.
Mama memegang pipiku dan mengelusnya dengan lembut.
"ya sudah..kita bicara lain waktu sayang.Jangan dipikirkan." mama tersenyum,tapi aku tau itu senyum palsu.
Mama pasti kecewa denganku.
Tapi aku juga belum siap dengan perjodohan ini.
Dan lagipula ini sudah jaman modern,kenapa harus ada perjodohan segala.
Aku senang mendengarnya,akhirnya aku bisa sekolah lagi.Bosan rasanya aku dirumah terus.
Gak ada teman,membosankan.
"benarkah ma.. oh..terima kasih ma.." kataku.
Kupeluk mama,,mama balas pelukanku.
Diciumnya keningku dengan lembut.
"aku bahagia banget bisa sekolah lagi" kataku.
**************
Akhirnya hari yang kunanti tiba.Hari ini aku sudah bisa sekolah kembali.
Semua benar- benar telah mama persiapkan dengan matang.
Tidak seperti saat dirumah mama Lilian,disini aku berangkat sendiri hanya diantar sopir.
Kalo disana aku berangkat dengan Will.
Will yang suka jail,yang nyebelin,tapi baik.
__ADS_1
Sekolahku adalah sekolah terbaik dikotaku.
Bangunannya sangat bagus,aku tertegun melihat setiap sudut sekolah ini.
Murid-muridnya yang acuh ,yang sibuk dengan aktifitas masing-masing.Hingga tidak menghiraukan sekitarnya.
Aku terus berjalan mencari kelasku.
Rasanya semua lorong sudah kujelajahi,tapi kok belum juga aku menemukan kelasku ya.
Kakiku capek berjalan naik turun tangga.
Eitts, aku tersesat.Ruangan apa ini....?
Ruangan kosong hanya beberapa kursi saja,
mungkin ini ruang tak terpakai.
Hufft ,, aku harus segera menemukan kelasku.
Jangan sampai hari pertamaku bermasalah,pikirku.
Saat akan berbalik arah,dari balik pintu kulihat asap mengepul.
Kebakarankah?? bahaya.Aku harus melihatnya.
Cepat kudatangi arah asap,suasana begitu sepi.Kukira tempat ini jarang dilalui orang.
Tapi kenapa bisa ada asap?
Langsung kudorong pintu yang sudah terbuka itu agar lebih terbuka.
Dan betapa terkejutnya aku,disitu nampak seorang murid laki-laki sedang duduk santai sambil merokok.
Kedua kakinya dia naikkan diatas meja.
Melihat ku datang dia segera membuang rokoknya dan berdiri.
"sialan.. kukira guru..."gerutunya
Aku memandangnya dengan marah.
" Kenapa menatapku seperti itu,kamu belum tau siapa aku.Cepat pergi dari sini"Usirnya.
Huft.. cowok brengsek nyebelin.
Siapa juga yang mau disini lama-lama,batinku.
Segera aku berbalik arah,dan hendak berlalu.
"eeissz ,tunggu dulu.Awas ya jangan ngomong macam-macam." ancamnya
__ADS_1
Aku tak menyahut,segera kutinggalkan tempat itu.