Kakakku sayang

Kakakku sayang
Episode 20


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Semua terdiam,ruangan hening.Aku gak tau harus ngomong apa.Cuma bisa mendengarkan dan berharap ada jalan keluar terbaik.


Ibuku sudah membaik,aku ingin menjaga ibu.Tapi bagaimana dengan sekolahku disini?


Kak Aska menyarankan agar ibu tinggal disini saja demikian pula mama.


Will pun setuju,


tapi apakah ini benar?


Ibu pasti ingin kembali kerumah kami dijogja.


"Mama gak melarangmu kembali ke jogja,tapi alangkah baiknya ibumu saja yang tinggal disini.."


Aku tidak menjawab.


Hening....


 


Mobil itu masuk kehalaman,mobil yang membawa ibuku.Aku sudah menantinya sejak pagi.


Mama keluar dari dalam rumah,dia menghampiriku yang berdiri diteras.


Pintu mobil terbuka,Kak Aska keluar dari dalam mobil dia membantu memapah ibu.


Segera kuhampiri dan membantunya.


Ibu masih sama tanpa ekspresi.


Dia sudah bisa berjalan,tapi masih linglung bahkan belum mengenali siapapun.


Termasuk aku,anaknya.


Aku cium pipi ibu,kupeluk dia dan menggandeng tangannya masuk ke rumah.


"Rheina,, selamat datang.."


Mama memeluk ibu,ibu tetap diam tanpa ekspresi.


Kuantar ibu menuju kekamarnya untuk istirahat.Kutemani dia beberapa saat,hingga akhirnya dia tertidur.


Aku segera keluar kamar.


Kulihat kak Aska sedang duduk diruang tengah.


Kuhampiri dia dan duduk disampingnya.


Kak Aska menatapku dan tersenyum


"Ibu dimana?" tanyanya


"Ibu tidur kak,mungkin kecapekan dijalan."


Kak Aska mengambil cangkir kopinya,dan meminumnya.


"Kak.... makasih ya,sudah jemput ibu kesini.." kataku


Kak Aska meletakkan kembali cangkirnya di meja.Dia menatapku

__ADS_1


"Hai.. kamu ini kenapa.Kita kan keluarga.Sudah sewajarnya Kakak berbuat seperti ini.." dia pegang pipiku.


Sangat lembut dia usap pipiku.


"Kakak mau istirahat dulu ya,, "


katanya.


Aku cuma tersenyum dan mengangguk.



Ding dong ,ding dong


Suara bell pintu,segera kuberjalan kedepan dan membuka pintu.


Kulihat seorang Pria berdiri didepan pintu.Tapi aku gak mengenalnya


"yaaa,maaf ,,cari siapa..?"


tanyaku,pria itu tersenyum


"Tante Lilian...."


Oh..cari mama,,segera kupersilahkan dia masuk dan duduk.


Aku berjalan masuk,kuketuk pintu kamar mama.


Mama membuka pintu


"yaa sayang,,ada apa? "


"siapa ,, yaa..." mama mengernyitkan kening ,aku angkat bahu


Segera mama berjalan ke arah ruang tamu,aku mengikuti dari belakang.


Tiba-tiba mama berhenti melangkah dan terlihat sangat terkejut.Begitu melihat pria itu,


"kamu....." kata mama.


Pria itu berdiri dan melihat mama dengan senyum yang aneh.


Mama segera melihatku


"sayang ,,masuk kamar.." kata mama sambil mendorongku pergi.


Kurasa ada yang aneh,siapa pria ini.


Aku jadi takut,apa kupanggil kak Aska aja ya.pikirku.


Tapi mama menyuruhku masuk kamar.


Will kenapa belum pulang juga sih.


Kemana anak itu pergi.


Aku bingung,segera aku masuk kekamarku.


Aku mondar-mandir didalam kamar,bingung harus berbuat apa.


Semoga gak terjadi apa-apa ya Tuhan.

__ADS_1


Kuambil hp ku,dan segera ku chat Will.


"kamu dimana"


Belum ada jawaban,apa sebaiknya kutelepon saja ya,pikirku.


ting ,, Segera kubuka chat balasan dari Will.


"kenapa... kangen ya.."anak ini.....


gak tau apa aku lagi khawatir.


Aku jadi males mau balas chat itu.


Kuletakkan hp ku.


Hp berdering,Will menelepon.


Aku terima panggilan itu.


" kenapa gak dibalas,,"tanyanya


"Will,, " cuma itu yang mampu keluar dari mulutku.Aku bingung mau ngomong apa.


"ada apa...kamu kok aneh gitu.."


Aku diam saja,


"ibumu kenapa..?sudah sampai kan?"


Ini bukan masalah ibu Will,tapi mama.Gimana aku mau bilang.


Aku diam,"Wil kalau kamu sudah selesai dengan acaramu.cepat pulang.."


kataku.kututup telepon.


Pulang dong Will,,aku beneran takut mama kenapa-kenapa.


Siapa pria itu,harusnya pria itu seumuran Kak Aska.


Ada masalah apa ya antara mama dan pria itu.


Aku akan keluar dan melihat mama,aku takut mama kenapa-napa.


Aku keluar dengan hati-hati.Berjalan pelan menuju ruang tamu,dan berdiri dibalik dinding.Aku harus bersembunyi.


Jangan sampai mereka tau aku ada disini.


"aku tetap pada pendirianku.itu semua masalalu.." kudengar mama bicara dengan nada marah


"tapi ,,aku harus memenuhi permintaan almarhum ayahku tante.." balas pria itu.


Mereka berdebat apa sih


Kok sampe kaya gitu.


Aku gak berniat menguping,tapi aku makin penasaran.Belum pernah kulihat mama semarah ini.


Siapa pria ini.....


 

__ADS_1


__ADS_2