Kakakku sayang

Kakakku sayang
episode 67


__ADS_3

Aku kok jadi sebel banget ya.


Tiap melihat tingkah Cath yang sok caper dan manja sama Lay.


Aku harus bisa menahan diri.


Seperti pagi ini,mau oles selai aja.


Kenapa harus Lay yang olesin.


Aku diam saja dan tetap santai menikmati sarapanku.


Tak kuhiraukan suara berisik Cath yang mencoba membuatku cemburu.


Aku bahkan tidak tertarik untuk meliriknya.


"Nanti kita berangkat sama-sama aja ya"ajak Lay padaku.


"Gak Lay,aku berangkat sendiri aja.Lagian aku harus mampir kesuatu tempat."


Aku sudah jenuh untuk bersama Cath dirumah.


Males banget jika harus satu mobil juga.


Belum sempat Lay menjawab,segera kuambil tasku dan berjalan keluar.


Lay menatapku seakan tidak rela aku pergi.


Aku berjalan cepat,aku harus segera pergi.


Lay jangan sampai menyusulku.


Uh....rasanya bosan jika aku harus lalui semua ini terlalu lama.


Sudah 3 Minggu dan aku sudah merasa tidak sanggup.


Apa aku yang harus keluar dari rumah itu.


Aku gak mau melihat Cath yang dekat-dekat Lay.


Dasar perempuan gak tau malu.


Tapi Lay juga sama aja,harusnya dia menghindar.


Tapi kenapa Lay seolah menikmati semua ini.


Apa anak itu sengaja mau buat aku cemburu.


Kutendang batu kerikil yang ada di hadapanku.


"aduhh...!"


Aku terkejut,ada yang mengaduh.


Aku mencari arah suara itu.


Mataku tertuju keatas pohon.


Ada seseorang disana.


"Jangan lempar-lempar sembarangan dong"


Jluggh..


Seorang anak laki-laki.


Melompat turun dari atas pohon.


Aku melihat dari bawah hingga keatas.


Anak ini asli orang sini.


Wajahnya sangat khas dengan postur tubuh yang tinggi.

__ADS_1


Kulitnya putih dengan rambut kecoklatan.


"Lihat apa kamu"bentaknya.


Aku segera tersadar.


"em..maaf,itu tadi aku gak sengaja"jawabku.


Anak itu berkacak pinggang.


Dia gantian menatapku dari atas hingga bawah.


"enak aja habis buat kesalahan cukup minta maaf "


Ditariknya tanganku,aku terkejut.


"hei,lepaskan aku"teriakku


Anak itu tak menggubris ku.


Dia menuju motor gede yang terparkir diatas Padang rumput.


"Cepat naik ,pakai ini"perintahnya.


Aku mundur dan berusaha menghindar.


Anak itu menyerahkan sebuah helm padaku.


"Aku tidak mau,aku tidak kenal kamu"kataku.


Aku memutar badanku dan berusaha kabur.


Anak itu mengejarku dan menarik kembali tanganku.


"Jangan coba-coba kabur,ayo ikut aku.Atau kamu akan merasakan sendiri akibatnya"


Dia mencoba mengancam ku.


Disodorkannya helm padaku dan berusaha memakaikannya padaku.


Ditariknya tanganku dan dipaksanya duduk diatas motornya.


Lalu dia melaju tanpa peduli penolakanku.


"hei,cepat turunkan aku.Kita mau kemana"


Dia tak peduli dan terus melaju.


***


Aku pernah kesini,bersama Lay.


Ya,ini tempat yang Lay tunjukkan padaku waktu itu.


Anak ini juga sekarang membawaku kesini.


Aku berjalan pelan menuju tempat dimana dulu aku menikmati udara segar disini.


Aku jadi teringat pada Lay.


"Hay,mikirin apa?"


sebuah suara membuyarkan lamunanku.


Anak yang menyebalkan.


"Kenapa kamu bawa aku kesini?"tanyaku marah.


Anak itu menatap pemandangan didepannya.


"Karena aku pengin kesini"jawabnya.


Aku tambah marah mendengarnya

__ADS_1


"tapi kenapa mesti mengajakku?"


Anak itu menatapku tajam.


Lalu mendekatkan mukanya padaku.


Aku palingkan mukaku.


"Karena,ini hukuman untukmu"katanya


Aku injak kakinya


"Aduuh ... "Dia mengaduh kesakitan.


Rasain kamu,batinku.


"Kamu cewek apaan sih,kasar banget"dia pegangin kakinya.


"Aku mau pulang"kataku


Aku berjalan mendahului.


Kulihat anak itu masih asyik mengamati kakinya yang sakit.


"Hey,,aku mau pulang"kataku lebih keras.


Anak itu menatapku


"Jangan paggil aku hey,aku Al.Lagian aku belum pingin pulang.Kalo kamu mau pulang.Sana pulang sendiri"jawab Al ketus.


Aku terbelalak tak percaya.


Dia yang ngajak dan gak mau antar aku pulang.


"kamu harus tanggung jawab"kataku.


Kuhampiri dia lagi dan kutarik tangannya.


Dia menahan tanganku dan tak bergeming.


Ditariknya aku hingga jatuh dalam pelukannya.


"Kamu bilang aku harus tanggung jawab,memang apa yang sudah kulakukan padamu?apa seperti ini"Diarahkannya bibirnya padaku.


Kudorong tubuhnya untuk menjauh.


"Dasar tidak tau malu"


Aku melangkah menjauhinya.


Dia tertawa lepas,merasa senang sudah membuatku marah.


Sial banget aku,kenapa harus bertemu orang macam ini ya Tuhan.


Al mengikutiku melangkah.


"kamu mau kemana,kamu tidak hapal daerah ini.Disini banyak orang jahat,apalagi jika melihat wanita cantik"dia mencoba menakutiku.


Aku tak peduli,aku terus berjalan.


Tapi kudengar dibelakangku sepi.


Tidak ada lagi langkah kaki.


Al sudah pergi,tiba-tiba aku ingat omongan Al.


Aduh,gimana kalo benar disini tidak aman.


Aku balik saja ke Al.


Tapi aku gak mau,dia siapa sih.


Aku mau cari kendaraan saja,yang bisa mengantarku untuk pulang.

__ADS_1


Aku segera berjalan cepat menuju jalan raya.


__ADS_2