Kakakku sayang

Kakakku sayang
Episode 27


__ADS_3

"Perilakumu ini tidak baik,jangan membuat keputusan bodoh."


Aku diam saja,percuma membalas omongan Henry.


Dia tidak akan tau perasaanku.


"Pulanglah,aku akan mengantarmu."


Aku tatap wajah Henry,dia menatapku jua.


Dimatanya ada semacam rasa ketidaksukaan terhadapku.


Mungkin baginya aku sudah keterlaluan,karena berani kabur dari rumah.


Tanpa sadar airmataku menitik.


Segera kuseka dan kutundukkan wajahku.


"Aku tidak akan pulang,tapi aku akan segera pergi dari sini."


Henry terlihat dongkol dengan jawabanku.


"Kamu ini ya,susah dibilangin.Maunya kamu itu apa sih."


"Aku gak mau apa-apa, sudahlah aku minta maaf karena sudah merepotkanmu.Aku akan segera pergi."


Aku berdiri dan menyingkirkan kursi tempat aku duduk.


Henry berdiri dia cekal lenganku


"dasar keras kepala,kamu tidak akan kemana-mana."


Aku berusaha melepaskan tanganku.


"Aku tidak mau merepotkanmu,biarkan aku pergi saja."


"duduk kembali,dan bilang padaku.Alasan apa sampe kamu pergi dari rumah."


Dia menarikku duduk kembali.


Aku enggan bercerita,ini gak ada hubungannya dengannya.


Lagian itu hanya luka,aku tidak ingin mengingatnya.


"cepat bicara ,," Henry duduk kembali didepanku.


"tidak ada yang perlu dibicarakan."


jawabku.


Dia menatapku begitu serius.


Aku menunduk berusaha menyembunyikan rasa sedih ku.


"Kamu tau gak,kamu itu anak yang beruntung.Kamu masih punya keluarga yang menyayangimu.Tidak seperti aku."


Dia berkata dengan pelan dan nada menekan.


Aku lihat wajahnya dengan kaget.


Ternyata Henry tidak punya orangtuakah?


aku merasa kesedihan disuaranya.

__ADS_1


"maksudmu..?" aku bertanya


Henry mengalihkan pandangannya.


"Aku salah karena telah membawamu kesini semalam.Harusnya aku carikan saja kamu hotel" kata Henry


"jadi kamu nyesel telah menolongku?"


Henry kembali menatapku.


"Aku tidak menyesal menolongmu,tapi kamu tidak boleh berteman denganku.Aku ini jahat."


Dia berdiri dan menatap keluar jendela,


Aku semakin tidak mengerti.


"kamu ngomong apa sih,bagiku kamu baik.Kalo tidak ,kamu pasti tidak akan menolongku." aku berusaha menghiburnya.


Dia berdiri bersandar dijendela dan melihatku.


"Kamu tau gak,Aku pernah dipenjara 2x.Kamu kaget kan".


Aku benar-benar terkejut.


Kututup mulutku,aku salah dengarkah?


" kamu...kenapa...."


hanya itu yang bisa kuucapkan


Dia terdiam dan duduk kembali.


"aku ini orang jahat,semua keluargaku pergi meninggalkanku,karena aku jahat."


"Aku pernah dipenjara dinusa kambangan,pertama dipenjara usiaku 15 tahun." pandangan Henry menerawang jauh.Berati berapa usianya sekarang?


Aku benar-benar kaget dan tidak menyangka.


"kenapa bisa kamu dipenjara disana,apa yang kamu lakuin.?"


tanyaku hati-hati,dia menatap wajahku


"bunuh.."


Aku terperangah,dia.... benarkah...?


"Aku suka berkelahi,aku nakal dan jahat.Kamu takutkan? jangan berteman denganku.."


Aku gak bisa berfikir lagi.Ini apa sih.


Aku bingung,baru pertama kujumpai orang seperti Henry.


Dari tato yang banyak ditubuhnya,harusnya aku bisa mikir kalo orang ini bukan orang baik-baik.


Tapi bagiku tato kukira seni.


Dan jujur aku suka melihat tato yang ada ditubuh Henry,dari dadanya sampai batas pergelangan tangan semua penuh ukiran tato.


Tapi kulit bersihnya sangat cocok dengan adanya gambar-gambar itu.


"Kamu kalo takut gapapa,aku maklum.Jangan berteman denganku.Jauhi aku saja." kata-kata itu terdengar penuh perasaan.


Tapi entah kenapa,aku tidak merasa takut dengan cerita Henry.

__ADS_1


Perasaanku tidak setakut tadi


"tapi apa sekarang kamu masih suka melakukan itu..?" tanyaku


"yaa.. masih.." jawabnya jujur


"apa kamu bayaran..?"


dia tersenyum lebar,,


"aneh kamu,tidak lah..",


Aku sedikit lega.


Ada kekosongan didalam hidup Henry.


Dia selama bertahun-tahun hidup dirumah ini sendiri.


Keluarganya di Jogja dia tidak pernah datang terang-terangan kesana.


Jika rindu dia hanya sembunyi-sembunyi melihat dari kejauhan.


Dia mencari rumah disini,menghindari keramaian,dan tempat ini baginya hijau dan menyenangkan.


Dia mempunyai bisnis,entah bisnis apa.


Hingga dia bisa menghidupi dirinya dan membeli semua yang dia miliki sekarang.


" Kamu tau,meski aku dibuang dari kluargaku.Tapi aku tak pernah membenci mereka.Karena aku sadar kalo aku yang salah."


dia seakan menyelidikku dengan ucapan itu.


Aku menunduk..


"aku pun sama....tapi cerita kita berbeda.."


Akhirnya aku bercerita juga tentang hidupku.


Dia mendengarkan dengan seksama.


"hidupmu lebih rumit dariku..."


ucap Henry.


Ya kamu benar..


hidupku memang begitu rumit.


Entah kapan aku bisa bahagia


Seperti dulu lagi....


dan ternyata usia Henry sudah 25 tahun.


Diusia segini dia masih terlihat sangat imut,bahkan masih terkesan 20 tahun.


Jika kulihat lebih dalam,dia itu pasti bukan anak dari orang biasa.


Kebiasaan,cara hidup,dan penampilannya sangat elegan dan selalu rapi.


Terimakasih Henry,


apapun kamu,bagiku kamu itu baik.

__ADS_1


 


__ADS_2