Kakakku sayang

Kakakku sayang
episode 51


__ADS_3

Aku duduk dimeja makan dengan malas.


Stev duduk berseberangan denganku.


"harusnya kamu gak boleh lakuin itu"Stev terus ceramah menasehati ku.


Aku males banget untuk membantah.


Lay masuk dari dapur pelayan mengikutinya dibelakangnya.


Membawa aneka macam masakan.


Kulirik jam tangan,,


Satu jam.


Tepat dengan apa yang dijanjikan Lay,dia akan memasak dalam waktu satu jam.


"Taraaraaaa.... sudah siap... "


Entah,bagaimana bisa ini anak.Dalam keadaan apapun selalu ceria dan bahagia.


"wah mantap.. aku sudah tidak sabar.Hemm harum banget baunya.pasti enak.."Stev tak kalah menimpali.


Aku ogah-ogahan mengambil sendokku.


Kalo gak makan pasti Stev tambah panjang kali lebar menceramahi ku lagi.


"tentu,, ayo sekarang dicoba dong Masakan Chef Lay.."kata Lay bersemangat.


Dia duduk di sampingku.


Bodo amat ,batinku.


Mulai kusendok makanku,Lay melihatku tak berkedip.Aku tau ,,dia menanti ekspresi ku terhadap masakannya.


Kumakan sedikit,,


hayyy,, bagaimana mungkin,Rasa masakan ini.


Sepertinya aku kenal,ini tidak asing bagiku.


Enak,, dan khas.Tapi siapa,aku rasanya akrab dengan rasanya.


Yaaa... ini persis rasa masakan mama Renata diYogya dulu.Aku tak percaya..


Kuambil lagi dan kumakan,,yaa tidak salah lagi.


"mustahil... "ucapku.


Lay mengerutkan kening,gak paham.


"apanya yang mustahil..,gimana? enak tidak?"


tanya Lay menggebu

__ADS_1


Kupandang wajah Lay,dia selalu tersenyum riang.


"gimana...gimana..."tanyanya sambil menaikan alisnya.Ekspresinya lucu banget.


Aku cuma bisa mengangguk.


Gimana bisa dia memasak makanan yang rasanya sama kaya punya mama Renata.


"darimana kamu belajar masak.."tanyaku.


Lay yang mulai makan menghentikan suapannya,


"mamaku.."jawabnya singkat


"oooh.. "mamanya pasti pandai masak.


Stev menatapku dan Lay bergantian.


"aku sudah selesai makan, kalian lanjutin makannya.."kata Stev.


Dia lalu berlalu dari ruang makan dan masuk ke kamarnya.


Hemm ,aku tau dia pasti sengaja.


Mau beri waktu buat aku dan Lay berdua saja.


Lay terus makan tanpa bersuara.


Aku beranikan diri menatapnya.


drtt drrrt drrtt ,hp ku bergetar.


Will telepon disaat yang tidak tepat.


Lay melirik hpku yang ada dimeja.


Lalu melirikku,


"kenapa gak diangkat...."katanya


Aku menggeleng


"gapapa,biarin aja.."kataku


Will..maafin aku,kalo aku angkat pasti jadi masalah lagi.


drtt.. drrtt


Haduh .. kenapa ngotot banget sih sih Will.


Lay hendak meraih hp ku,buru-buru kuambil dan kumatikan.


"sudah..hehehe.."aku tersenyum kaku.


Lay menatapku,tampak kecurigaan dimatanya

__ADS_1


"aneh..."katanya


Dia teruskan makannya tanpa peduli lagi padaku.


Aku sudah kenyang,tapi mau beranjak rasanya gak enak.


Lay belum selesai makan.


"Ambilin air putih lagi dong.."pinta Lay sambil menyodorkan gelasnya padaku.


Huft.. seenaknya saja nyuruh-nyuruh.


Aku terima gelas itu dan segera ke dapur untuk mengisi air putih.


drrtt drrtt drtt..


Will ,,,aku segera angkat teleponnya.


"yaa Will..."kataku pelan.


"kemana aja sih.. gak diangkat dari tadi"Suara Will terlihat marah.


"maaf,,tadi ada e..ada Stev."kataku boong.


Belum waktunya aku cerita soal Lay.


Besok kalo ketemu aja baru aku bilang.


"Will.. nanti aku telepon kamu lagi .."kataku


"ya sudah tapi jangan bohong lho.."jawab Will.


"iyaa.. aku janji.Dah dulu.yaa,bye.."kataku.


Segera ku matikan telepon dan berbalik untuk mengantar minum Lay.


Brukkk..


"aduhh.. "aku menabrak Lay.


"kamu.... "Sejak kapan dia disini.


Lay menatapku dengan tajam.


Dia mendekatiku,aku ketakutan.Jangan-jangan dia mendengarkanku tadi.


Lay tambah mendekat.


Aku mundur ketakutan.


"L.. Lay .. aku.. aku bisa jelaskan.."kataku terbata-bata


Aku harus gimana nih..


Tanganku memegang gelas dengan gemetaran..

__ADS_1


__ADS_2