Kakakku sayang

Kakakku sayang
Episode 29


__ADS_3

"sudahlah,jangan nangis terus."


Henry berusaha menghiburku.Dia buru-buru pulang ketika mengetahui bahwa ibuku,Renata meninggal.


Entah apa yang terjadi hingga ibu bisa meninggal.


Disitu hanya dikatakan ibu meninggal dan aku harus pulang.


Aku sangat ingin melihat ibu untuk yang terakhir kali.Tapi aku tidak mau jika itu membuatku harus bertemu dengan keluargaku.


"kita akan kemakam ibumu.Tapi tidak sekarang.Setelah beberapa hari kita akan kesana", Henry mengusap lembut rambutku.


Aku hanya bisa mengangguk.


Bagaimana bisa ibu meninggal, ketika kutinggalkan keadaan ibu sudah jauh lebih baik.


" kamu istirahatlah,aku mandi dulu."


Henry keluar dari kamarku.



Mobil Henry memasuki area parkir sebuah pemakaman,menurut kabar yang kutau disinilah ibu dimakamkan.


Aku segera turun,Henry mengikutiku dia berusaha mencari makam ibu,melihat papan nisan.


Akupun sama,tiba-tiba kulihat penjaga makam.


"pak..pak..tunggu,,,"


sipenjaga makam yang hendak berlalu menghampiriku.


"ya neng,,ada apa?ada yang bisa saya bantu..?"


"pak,, makam bu Renata,yang meninggal 3 hari lalu dimana ya?"


bapak itu mencoba mengingat-ingat.


"oh,, saudara Nyonya lili ya.Yang meninggal karena jatuh itu,disana non ."


katanya sambil menunjuk sebuah makam.


Aku kaget,JATUH??

__ADS_1


ibu jatuh?? mana mungkin.Ibu kan belum bisa gerak.


"maaf pak,apa bapak tau.Penyebab dia meninggal? jatuh gimana bisa jatuh dia kan gak bisa gerak.Lagi sakit."


tanyaku menggebu.


Henry memegang lenganku,mencoba menenangkanku.


Bapak itu menatapku dan terlihat agak kaget,karena aku terlalu keras saat bertanya.


"maaf ya pak, temanku ini gak sopan"


Henry mencoba menengahi.


"gapapa mas,saya gak tau neng.Saya cuma dengar sekilas.Kalo ibu itu meninggal karena jatuh itu saja non.Jika tidak ada yang lain saya permisi."


bapak itu mohon diri.


"bentar pak,,,,, ini sedikit buat bapak.terimakasih."Henry memberinya sejumlah uang.


" Alhamdulilah,,makasih banyak ya mas."


Kami berjalan ke arah makam yang ditunjukkan bapak itu.


Tak hentinya airmataku mengalir,penyesalan kenapa aku tidak ada disisi ibu saat terakhirnya.


Andai aku tidak pergi,mungkin tidak kan terjadi hal seperti ini.


Cukup lama kami berada disitu.


Hingga Henry mengajakku pulang.



Perjalanan pulang -pergi sangat memakan waktu.


Selain jauh,jalanan juga gelap karena sudah malam.Dan tiba-tiba hujan deras muncul.


Akhirnya Henry mengajakku bermalam dihotel saja.


"hujannya sangat deras,kita bermalam dulu saja.Aku gak bisa melihat jalan.Perjalanan masih jauh."


Aku mengiyakan,tapi kita cari dua kamar.Itu syaratku.Henry setuju.

__ADS_1


Mobil jalan sangat pelan,mencari penginapan tidak juga kami temui.


Tiba-tiba terlihat sebuah penginapan.


Hujan bertambah semakin deras dengan angin kencang.


Dingin sekali rasanya,akupun ingin segera tidur rasanya sangat lelah.


Mobil menepi dan masuk halaman.Henry mencari tempat turun yang terhindar dari derasnya air.


"kamu tunggu disini dulu ,aku tanyain.masih ada kamar atau tidak."


Aku mengangguk saja.


Beberapa saat Henry kembali.


Dia masuk mobil dan menatapku,


"ada kamar tapi hanya satu,disini tidak tersedia banyak kamar.Cuma 5 kamar kebetulan beberapa disewa oleh keluarga yang sedang menikahkan anaknya."


Aku diam,pergi keluar cari tempat lagi.Tempat ini sudah masuk kawasan terpencil.Hanya ada banyak pepohonan.


Sangat berbahaya jika diteruskan.


Tapi apakah tidak apa-apa jika kita satu kamar,kita bukan muhrim.


Tapi selama ini Henry sangat sopan dan tidak pernah berlaku kasar padaku.


Dan kami pun sudah tinggal satu rumah.


Tanpa terjadi apa-apa


"bagaimana? kamu keberatan? ya sudah kita cari tempat lain." Henry bersiap menyalakan mobil.


"tunggu..tidak apa-apa.kita bermalam disini saja."


kataku cepat.


Henry menatapku,diam cukup lama.


"ya sudah,ayo turun." ajaknya.


 

__ADS_1


__ADS_2