Kakakku sayang

Kakakku sayang
Episode 10


__ADS_3

Brakk ,,suara keras pintu terbuka mengejutkanku.Aku ketiduran karena kecapean.


"bangun...!" Will menarikku dengan kasar.Aku terduduk dilantai,Will jongkok didepanku dan mendongakkan kepalaku .Kasar sekali dia,


"beraninya kamu membuat masalah disekolah,kamu mau bikin malu mama.!" bentak Will


Aku menangis ketakutan,


"jawab..! kamu kira dengan menangis semua akan baik-baik saja!"


Aku terdiam aku bingung harus mengatakan apa,Will sudah terlanjur sangat marah.


"kamu harusnya sadar,disini bukan tempatmu.Kalo kamu sadar diri,kamu harus segera pergi dari sini.."


Will berdiri dan berbalik.


Aku terdiam lemas,Will benar.


Aku memang tidak pantas ada disini.


 


Mama,kak Aska dan Will menatapku dengan serius.Aku ceritakan semua yang terjadi padaku hari ini.


Mama beranjak dan duduk disampingku,dia peluk aku.


"sayang..mama tau,semua berat untukmu.Mama janji,ini tidak akan terjadi lagi." mama kecup keningku,


Lagi-lagi aku merasa tenang dan damai dipelukan mama.


"Will ,bagaimana pun Widya adalah saudaramu.Kamu harusnya bisa menjaganya.Dan tidak membiarkannya ditindas."


"tidak harus begitu kak,, dia sudah besar.Harusnya bisa jaga dirinya sendiri"


Will membela diri.


Mama mendekati Will,


"sayang..mami mohon,bersikaplah baik.

__ADS_1


Mami tau kamu anak yang baik.Tolong bantu mami jaga Widya."


mama menggenggam tangan Will.


Will diam saja.


 


Terimakasih Tuhan ,karena telah memberiku keluarga yang baik.


Aku bersyukur jadi bagian dari kluarga ini.


Aku duduk ditepi kolam dihalaman belakang,disini pertama kali aku melihat Will.


Kuamati sekelilingku,taman bunga tertata rapi.


Dengan kolam kecil terdapat ikan berwarna warni.


Suara gemericik air membuat suasana nyaman dan sejuk.


Benar-benar betah berada disini lama-lama.


Baru kali ini aku rasakan suasana nyaman selama aku berada disini.


Kuhirup nafas dalam-dalam,kunikmati suasana ini.


Suara langkah kaki dibelakangku,


aku membuka mata dan menoleh.


Kak Aska tersenyum dan memeluk bahuku,


"Widya,, besok kakak kembali ke Singapura."


Aku diam saja,kulihat kak Aska mengambil makanan ikan.


Menrbarkannya dikolam,dalam seketika ikan-ikan disana mengerumi makanan itu.Menimbulkan suara gaduh air.


Aku masih tidak tau apa yang harus kuucapkan,aku terdiam dan membisu.

__ADS_1


Tiba-tiba kak Aska tertawa,


"hai.. kenapa kamu jadi mematung gitu..,sinii kemarilah ,,"


Aku tersenyum ,


"Kak,,bolehkah aku tanya sesuatu..?"


kataku hati-hati


"tentu saja,, "


aku dekati kak Aska,


"Papa,,ehm..maksudku om.Apa dia tau kalo mama mengangkatku jadi anak mama Lilian.?"


Kak Aska mencubit hidungku,,


"tentu sajaa,, mama bukan orang yang sembarangan memutuskan sesuatu.Tidak hanya papa,dengan anak-anaknya pun mama selalu bilang apa yang akan dia lakukan." jelas kak Aska.


Aku lega ,dari kemarin aku sebenarnya memikirkan masalah itu.


"kalo boleh aku tau ,,om itu seperti apa.Em..maksudku apa om menakutkan.?" tanyaku polos


lagi-lagi kak Aska tertawa


"ya... Papa itu galak,menyeramkan,dan suka memukul gadis kecil."


aku memandang kak Aska dengan tak percaya.


Kak Aska bangkit dan menepuk bahuku pelan.


"kamu akan tau kalo bertemu dengan papa,"


Dia melangkah pergi meninggalkanku yang masih berpikir tidak percaya.


Entahlah..


 

__ADS_1


__ADS_2