Kakakku sayang

Kakakku sayang
episode 49


__ADS_3

Sebuah mobil hitam masuk halaman Kedai,aku hapal itu mobil Stev.


Kenapa dia kesini,darimana coba dia tau aku ada disini.


Bahaya kalo sampe Stev melihatku.Aku segera bergegas ke arah kasir.Kuberikan selembar uang untuk membayar minumanku.


"mbak, saya mau kekamar kecil ,sebelah mana ya..?" tanyaku buru-buru


"oh ,, itu mbak sebelah sana belok kiri"kata penjaga kasir.


Tanpa berkata apa-apa lagi aku bergegas lari ke belakang.Aku harus segera pergi dari sini.


Semoga ada pintu belakang diKedai ini.


Kuintip sekilas Stev ternyata bareng sama Lay.


"karena kita terlanjur sampai sini,ayo minum susu murni Kedai ini dulu.Aku dulu saat sekolah sering minum susu disini,enak dan segar "jelas Stev pada Lay.


Ternyata mereka berniat menjemputku.


Aku masih berdiri dibalik pintu sebelah kasir.


Seorang pelayan menatapku dengan aneh.


Aku cuma tersenyum membalas tatapannya.


"mas..mas.. apa ada pintu belakang ?"tanyaku berbisik.Pelayan itu mengangguk


"ayo antar aku keluar lewat pintu belakang.."bisikku.Pelayan itu mengangguk.


Kuikuti kemana pelayan itu pergi.


drrtt.. drrttt..


hp ku bergetar, kulirik panggilan dari Will.


Segera aku berlari keluar dan menerima panggilan itu.


"ya Will.."


********


Will menatapku dengan tatapan yang lembut.Dia beda banget dengan dulu.


"kangen...."


Aku menatap Will tak percaya,apa aku gak salah dengar.Aku cuma melongo


Dipukulnya kepalaku dengan sendok kopi yang dia pegang.


"ough.. "kataku sambil pegang kepalaku.


"manja... ah,emang sakit..?"kata Will


Kupukul pelan bahunya.Will tidak mengelak.


Kutatap Will,dia banyak berubah.Potongan rambutnya lebih rapi.


Gaya berpakaian dia juga lebih dewasa.


"kebiasaan,,kalo liat cowok cakep suka gitu"

__ADS_1


celetuk Will.Mukaku merah padam.


"ngawur ih... "belaku


"terus... ngapain liatin aku kaya gitu.Kangen ya..?"goda Will


"gak... ,ada yang beda aja dari kamu.."kataku.


Kusendok es dari gelasku untuk menghilangkan rasa canggungku.


Will menatapku tak berkedip,aku canggung banget jadinya.


"apaan sih .."kataku.


Will hanya tersenyum kecil dan mengelus rambutku.


"kamu gak kangen sama mama ?"Tanyanya.


Kutatap Will, mama ? Yg dia maksud pasti mama Lilian.


"kangen lah.. tapi kan kamu tau sendiri,gimana keadaanku sekarang.."


Will mengambil cangkir kopinya.


Menikmatinya, hening....


Will ,,aku gak tau.Kenapa timbul rasa nyaman saat aku ketemu kamu.


Apa karena aku memang kangen sama kamu.


Tapi untuk apa,ketemu saja kita selalu berantem.


"Widya... "suara Will membuyarkan lamunanku.


Will menatapku,


"Bulan depan kak Aska akan menikah.Kamu bisa datang kan?"


Aku seneng banget mendengar kabar ini.


"benarkah..


Aku turut bahagia Will.Tapi untuk datang ke sana,bisakah... "kataku


Will menghela nafas dalam.


"aku tidak akan memaksamu untuk datang,jika itu akan membuatmu jadi terkena masalah.."


Diraihnya tanganku,digenggamnya dengan erat.


Aku menatap Will,Kami saling menatap dalam.


"yang penting kamu disini bahagia,itu sudah cukup untukku.."kata Will


"Will.... "cuma itu yang bisa kuucapkan.


Dipeluknya aku,, entah kenapa aku pasrah saja.


Aku sandarkan kepalaku didada Will.


"kamu tau nggak, mama kangen banget sama kamu.. "ucap Will.

__ADS_1


Aku mencoba mengangguk dalam pelukannya.


Tak terasa air mataku jatuh juga.


Dilepaskannya pelukannya dariku,


"hai.. kenapa kamu nangis.."bisik Will


Ditengadahkannya mukaku,dihapus airmataku.


"kamu gak boleh nangis.."dipeluknya lagi aku.


Rasanya nyaman banget,kupejamkan mataku.


"Widya.. aku sayang sama kamu.."


Deg.....


Aku buka mataku ,,terkejut.


segera aku lepaskan pelukan Will.


"apa kamu bilang ..."kataku tak percaya.


Will menatap mataku tajam.


"yaa.. dan aku baru menyadarinya,saat kamu pergi.Aku merasa ada yang hilang dalam hidupku.."Kata Will


Kutatap mata Will ,ada keseriusan disana.


"tidak mungkin..."tapi aku tidak bisa menerima itu.


Aku tidak boleh merusak hubungan persaudaraan kami.


"kita.. tidak boleh..."kataku


Will meraih tanganku,


"apanya yang tidak boleh.Aku sayang sama kamu.Kamu juga sayang kan sama aku..?"


Sayang ..?? Aku..??


"Will.. kita saudara.. Aku gak mungkin khianati mama Lilian,"kataku


"justru mama senang kalo kita bisa bersama."


Tegas Will.


"Widya.. tidak ada salahnya kita saling sayang,Kita bukan saudara kandung."


Iya juga sih, tapi aku masih bingung dengan perasaanku.


Jujur aku nyaman bersamamu.


Tapi apa ini juga rasa sayang?


"Kumohon Widya... "bujuk Will


Aku tundukkan pandanganku,


"entahlah Will..Aku belum bisa jawab apapun.."kataku

__ADS_1


*********


__ADS_2