Kakakku sayang

Kakakku sayang
episode 43


__ADS_3

Dengan lunglai aku berjalan kembali ke kelas.


Apa-apaan ini,lagi sehari saja aku sekolah disini sudah kena masalah.


Pintu kelas tertutup rapat,tapi terdengar suara berisik anak-anak yang sedang bercanda riuh didalam kelas.


Kubuka pintu perlahan,seketika hening.


Kupandang seisi kelas,mereka pun menatapku tajam.


"huu.. kirain guru yang datang.."celetuk seorang murid.


Aku masuk dan menuju bangkuku kembali.


Suasana kembali riuh,kuamati sekitar.


Ada sih beberapa anak yang fokus dengan buku dan entah dia sedang menulis apa.


Hampir setengah jam,tak juga ada guru yang datang.


Katanya ini sekolah bagus dan bermutu.


Mana guru yang mengajar...


Aku mengamati murid disebelah bangkuku.


Dia terlihat pintar,sedari tadi dia terus membaca.


Buku apa yang dia baca.


Aku jadi penasaran,kudekati dia.


Kucoba intip sampul buku itu.


Yaellah.. dia baca novel.


Pengen rasanya aku tepok jidat.


Murid itu menghentikan bacanya dan melihat kearahku.


" ada yang bisa kubantu?"tanyanya


Aku tersenyum culun dan geleng kepala.


"nggak..makasih.." kataku


Aku kembali duduk dibangkuku.


Bahuku ditepuk dari belakang,aku segera menoleh ke belakang,tapi sipenepuk sudah lebih dulu didepanku.


Dia melepas kacamatanya dan duduk dimejaku.


Benar-benar gak sopan ini anak.Aku segera berdiri,tapi didorong nya lagi aku untuk duduk.


"duduk saja.." perintahnya.


Aku menatapnya dengan pandangan protes.


"jangan galak gitu dong,, oh iya kita belum kenalan..kenalin aku Ricky.."


tuh anak ngajak aku salaman.


Aku cuekin.

__ADS_1


"yang sopan dong,masa duduk dimeja"


kataku sebal.


Ricky tetap mengulurkan tangannya,lebih didekatkan lagi padaku.


"dosa lho diajak salaman gak mau.." katanya.


Dengan ogah kusambut tangannya.


"Widya..." kataku singkat sambil memalingkan muka.


Ricky dekatkan wajahnya ke arahku,sambil berbisik.


"nama yang bagus...."


Aku dorong dia ,dan segera berdiri.


Ricky ikut berdiri dan tertawa.Dia berjalan kembali kemejanya sambil memainkan polpen ditangannya.


Dia duduk sambil terus menatapku dan senyum-senyum kaya orang bego.


Sebel banget aku ngeliatinnya.


Aku duduk kembali,si cewek disebelahku meletakkan bukunya dan melihatku.


"gak usah diladenin,dia mah orangnya emang gitu.." katanya.


Aku mengangguk mengiyakan.


Musibah beneran ..aku sekolah disini.


Gimana aku harus nyari anak yang tadi pagi ya.


Atau aku nanya aja sama anak disebelahku ini.


"ehm.. maaf kita belum kenalan.Aku Widya."


kataku.Kuulurkan tanganku.


Dia sambut dan tersenyum


"Nayla.." katanya


Kita ngobrol seputar tempat tinggal.


Aku belum enak nih mau nanya-nanya cowok tadi pagi,ntar dikira aku suka sama dia kan malu.


Gimana yaa..tapi aku harus nyari tuh cowok.


"haalooo.. widya.." suara Nayla mengagetkanku.


"ehm..iya..iyaa... giman Nay..?"tanyaku.


" aah kamu itu,diajak ngobrol malah ngelamun.."gerutu Nayla.


Aku tersenyum..


"maaf Nay..aku cuma lagi kepikiran sesuatu."


kataku.


"tadi kamu nanya apa..?"

__ADS_1


"Mikirin apa sih..Aku nanya.Ngapain kamu tadi diapanggil ke BP?"


Kutatap Nayla, lebih baik aku cerita aja kali ya.


"gini Nay.. sini deh kuceritain.."


Akhirnya kuceritakan semua kejadian tadi pagi.


Nayla mengerutkan keningnya.


"nah.. gitu ceritanya..kamu tau gak.Siapa kira2 cowok tadi pagi itu?"


"wah susah juga,setauku disini emang gak ada yang merokok lho.


Emang sih ada beberapa anak yang bandel.Tapi kalo dilingkungan sekolah kayanya masih bisa mikir."


"terus..tadi pagi itu apa?" tanyaku


Nayla terlihat serius


"gini aja..nanti kutemani kamu keruang OSIS,di sana ada buku semua siswa disekolah ini.Kamu liat aja foto-fotonya.Sapa tau anak itu ada disana."


Cerdas ini anak..aku sambut dengan gembira.


"setuju..makasih ya Nay.."


Hemm.


Gak sabar segera istirahat.


Tunggu saja kamu,nanti kalo ketemu.Kamu dah bikin aku dalam masalah kaya gini.


**********


"gitu kak ceritanya,," panjang lebar Nayla mencetitakan kejadian tadi pagi pada ketua OSIS.


Aku disebelahnya cuma diam dan kadang mengiyakan.


"Ya sudah..kalian boleh nyari,tapi disini saja.Tuh buku arsipnya di meja itu"


Segera ku ambil beberapa buku murid,dan buka satu-satu.


Belum muncul juga wajah tadi pagi.


Dari buku satu kebuku yang lain,kuamati dengan seksama.


Kenapa gak ada,ini yakin buku satu sekolah.?


"kak kok gak ada ya.." kataku.


Ketua OSIS menatapku tak percaya.


"ah masa sih, cari yang betul.Semua murid ada disitu.


Gak mungkin kalo gak ada"


Nayla menatapku dengan bingung


"Kamu yakin gak ada?" tanyanya


Aku cuma mengangguk pasrah.


"ulangi lagi deh..liat yang fokus satu-satu." bujuk Nayla.

__ADS_1


Aku mengangguk dan segera kuulang dari awal.


__ADS_2