Kakakku sayang

Kakakku sayang
episode 64


__ADS_3

Bagiku cinta itu ajaib.


Ajaib karena datang secara tiba-tiba.


Disini,bersama Lay.Aku merasa sempurna dan jadi wanita paling bahagia.


***


3 bulan kemudian


Aku pulang dari kampus sendirian.Lay sedang tidak enak badan.Jadi dia meminta ijin.


Kurasa ada tamu dirumah.


Aku segera masuk kedalam rumah.


Kulihat diruang tamu,seorang wanita yang sedang menangis.


Disampingnya seorang anak laki-laki sebaya ku.


Dan Lay juga duduk disana.


Dia tersenyum padaku dan segera menghampiriku.


"ini dia,kenalkan.Dia tunanganku,Widya."


dengan bangga Lay memperkenalkanku pada mereka.


Aku membungkuk untuk memberi hormat.


Aku segera menatap Lay,berusaha menanyakan tentang tamu itu.


Lay tersenyum dan mengajakku duduk.


"Widya,ini ibu Catherin.Dan ini adiknya."


Aku menatap kedua orang itu.


Ya aku lama sekali tidak bertemu dengan Cath.


Aku menatap Lay kembali.


Tapi Lay tetap diam tak mau bicara apapun.


Kutatap adik Cath dan ibunya bergantian.


Ibu Cath mendekatiku dan memegang kedua tanganku.


"Kumohon bantu kami,"


Dia berusaha untuk membungkuk padaku.


Aku segera memegang pundaknya dan mrnyuruhnya untuk berdiri.


Aku berdiri dan kupeluk tubuh tante ini.


"Tante,ada apa ini?" tanyaku tak mengerti.


Tante itu menangis lagi.

__ADS_1


Aku berusaha menenangkannya dan menyuruhnya duduk.


Setelah agak tenang kucoba bertanya kembali.


"tante,apa tante bisa jelaskan ada apa ini?" tanyaku.


Tante itu menatapku,digenggamnya tanganku erat.


"Cath,Cath sekarang sedang dalam keadaan tidak baik.Hanya Lay yang bisa menolongnya."


Tante itu bercerita panjang tentang keadaan Cath saat ini.


Aku menutup mulutku,karena terkejut.


Cath sakit dan dia terus mengigau memanggil nama Lay.


Penyakitnya bahkan tidak bisa terdeteksi.


Mungkin akibat perasaan yang dia pendam sendiri.


Dan sekarang mama Cath ada disini untuk meminta pada Lay ada disisi Cath hingga Cath sembuh.


Kutatap Lay dengan pandangan memohon.


"Aku tidak bisa." Lay berkata penuh keyakinan dan segera berlalu.


Dia masuk kedalam kamarnya.


"Tante,aku akan membujuknya" ucapku.


"Tante mohon Widya,tolong bujuk Lay."


Aku mengangguk.


****


Dari tadi sore Lay tidak keluar dari kamarnya.


Bahkan dia belum menyentuh makan malamnya.


Kuketuk pintu kamar Lay,tidak ada jawaban.


Aku mencoba membuka pintu kamar Lay.


Tidak dikunci,segera kubuka.


Kulihat Lay berdiri menatap keluar jendela kamarnya.


Tangannya dimasukkan kedalam saku celananya.


Aku ragu untuk masuk,tapi aku harus masuk.


Aku berjalan pelan


"Jika kamu kesini untuk membujukku,lupakan.Itu sia-sia"


Lay tiba-tiba bicara,aku sejenak ragu untuk memohon.


Namun itu memang maksud kedatanganku.

__ADS_1


Aku segera menghampiri Lay,dan berdiri dibelakangnya.


"Kumohon,jangan keras kepala Lay.Cath saat ini sedang sakit.


Apa kamu tidak kasihan dengan keluarganya?" aku mencoba membujuk Lay.


Lay berbalik dan menatapku tajam


"apa kamu tau,apa yang barusan kamu bicarakan?"


Aku menundukkan pandanganku.


"Aku tahu.." jawabku.


Ya aku tahu Lay,ini artinya aku harus mengikhlaskanmu untuk mendekati Cath sementara waktu.


"Kalo kamu tahu,terus kenapa kamu berusaha membujukku!" suara Lay terdengar keras.


Dia duduk ditepi ranjangnya.


Kuhampiri Lay dan berjongkok di bawah lututnya.


Kugenggam tangan Lay dengan erat.


"Lay,ini hanya untuk sementara.Aku tahu kamu sangat mencintaiku.


Aku tidak bisa berbagi perasaan dengan wanita lain.Tapi kita lakukan ini hanya untuk kesembuhan Cath."


Aku letakkan kepalaku dipaha Lay.


Lay mengelus kepalaku dengan lembut.


Aku sebenarnya menyadari,ada sebuah perasaan sakit saat aku berusaha ikhlas.


Aku sebenarnya tidak rela.


Tapi aku sadar,dari awal Cath sangat menyukai Lay.


Ternyata mereka berdua tumbuh bersama sejak kecil dan Cath mengidolakan Lay sejak kecil.


****


"Aku melakukan semua ini hanya demi kamu."


Lay mencium keningku.


Aku mengangguk.


Kupejamkan mataku.


"hati-hati" bisikku


Lay mengangguk dan segera masuk kedalam mobil yang menjemputnya.


Kulepas kepergiannya dengan pandangan.


Tuhan..


Apa ini keputusan yang benar atau salah.

__ADS_1


Aku merasa ada sesuatu yang hilang.


Aku merasa ada kesedihan yang teramat sangat dalam hatiku.


__ADS_2