
Aku buka mataku perlahan,aku pasti ketiduran.
Hari sudah gelap akupun segera bangun.
Aku segera keluar kamar,sepatu Lay ada depan kamarnya.
Berati Lay sudah pulang.
Aku hendak mengetuk kamar Lay tapi kuurungkan.
Sayup-sayup kudengar suara Will.
Anak itu ada disini,kucoba lebih mendekat ke pintu
"o..jadi gitu,, " suara Lay
"ya kamu sudah paham tentang kami.." timpal Will.
Apa yang mereka bicarakan,dan kenapa juga mereka jadi akrab sekarang.
Aku terlalu dekat dengan pintu hingga tanpa sadar pintu yang sedikit terbuka itu terdorong oleh tanganku dan membuka.
Mereka serempak melihat kearahku.
Aku berdiri mematung,dan hanya bisa nyengir.
"hehehe... maaf,aku ..aku mengganggu" kataku.
Segera aku berbalik hendak pergi.
"Widya... kamu sudah bangun.." kata Will.
Dia berdiri begitu juga Lay.
"ehm..iyaa," kataku sambil kulirik Lay sekilas.
Bagaimanapun aku masih marah sama anak ini.
Lay terlihat canggung juga keliatannya.Dia daritadi diam saja.
"e.. aku siapin makan malam." kata Lay dan hendak berlalu.
Will mencegah Lay,
"apa gak sebaiknya kita makan diluar,sekaliam merayakan kepulangan Widya"
Will mencoba memberi saran.
Aku diam saja,kutatap Lay dengan tajam.
"terserah kalian kalo begitu.." kata Lay.
"aku gak mood keluar,lagian aku sudah kenyang.." kataku.
Aku segera berjalan kearah kamarku.
Entah kenapa rasanya masih sedih dan marah atas sikap Lay.
Will mencoba mengikutiku,
__ADS_1
"kenapa sih kamu,apa masih ada yang sakit?" tanya Will.
"gpp,, aku cuma masih lemas.Gak pengen kemana-mana.." jawabku.
Will mengikutiku masuk kekamarku,
"mau apa...?" tanyaku
"ng..nggak..cuma mau liat kamarmu aja.." kata Will.Dia dengan santai tiduran diranjangku.
Hal yang tidak pernah Lay lakukan selama bersamaku.
Memang sifat mereka banyak perbedaan.
Lay tau bagaimana cara menghargai wanita.
Lay selalu lembut dan baik.
Penuh pengertian bahkan terkadang dia bisa membuat orang lain bahagia meski dia terluka.
Hai,,kemana Lay.
Menghilang lagi anak itu.
Tanpa kusadari Will sudah berdiri dibelakangku,dipeluknya aku dari belakang.
Aku berusaha melepaskan diri.
"biar,, biar begini dulu untuk sejenak.Besok aku sudah pulang.." bisik Will.
Aku diam,besok Will akan kembali ke Indo*****.
Mendengar itu tiba-tiba dadaku rasanya sesak.
Kini kita akan berpisah lagi,kupejamkan mataku.Airmataku menetes jatuh dan mengenai tangan Will.
Will segera membalikkan badanku dan memelukku dari depan.
"ada apa..?kenapa kamu menangis. ?"
Diciumnya keningku,aku menunduk.
"Jangan menangis dong,," dipeluknya lagi aku lebih erat.
Aku gak bisa ngomong apa-apa.Dadaku rasanya sesak.
Aku menangis,menangis tersedu melepaskan semua rasa yang terbendung didadaku.
"boleh aku tanya sesuatu?"Will berkata lirih.
Aku mencoba mengangguk
" apa kamu suka Lay?"tanya Will.
Kulepas pelukan Will perlahan.
Aku diam tak menjawab,aku tidak mau menyakiti hati Will.
Aku tau Will sangat menyayangiku,tapi aku tak bisa lagi bohong dengan perasaanku.
__ADS_1
Aku benar-benar dilema,tapi aku sadar aku gak boleh egois.
Aku duduk di pinggir tempat tidur.
Will berjalan kearahku dan ikut duduk disampingku.
"tolong jawab yang jujur Widya,apa kamu suka padanya?" kata Will lebih tegas.
Aku tak berani menatap mata Will.
Aku hanya bisa menunduk.
"aku ...aku tidak tau.." jawabku pelan.
Will meraih tanganku dan menggenggamnya dengan erat.
"itu sudah jawaban buatku,terimakasih.." kata Will.Diciumnya tanganku.
Will melangkah keluar dari kamarku.
Ada rasa tercampakkan seolah aku tidak akan lagi bertemu dengan Will.
Aku tidak mau kehilangan Will,aku juga sayang padanya meski rasa sayang yang berbeda.
Aku hanya bisa menangis pasrah.Tak ada yang tau perasaanku.Bahuku disentuh seseorang,
"kenapa kamu menangis..? bisa ceritakan padaku,kamu punya masalah apa..?" suara Lay menirukan suara boneka jari.
Kutatap boneka jari ditangan Lay.
Anak ini selalu muncul untuk menghiburku.
"tuan putri, ayo cerita ada apa..?" lagi-lagi dia mencoba berseloroh.
Aku tertawa kecil dibuatnya..
"nah gitu dong,kalo senyum kan jadi cantik"
Aku pukul boneka jari itu pelan..
"aduh.. kok aku dipukul sih..tuan putri galak.."
Aku seka airmataku
"habis kamu juga jahat.." kataku
"aku jahat.?jahat kenapa tuan putriku..?"
Aku cemberut
"kamu gak mau nengok aku dirumah sakit ,kemana aja kamu.." kataku sambil kulirik Lay,biar dia merasa.
Lay menghela nafas panjang,dia tahu aku butuh penjelasan.
Dilepasnya boneka jari itu.Dan dia duduk disampingku.
"sini... " katanya ,menyuruhku mendekat dan bersandar dipelukannya.Aku nurut aja,
"kamu itu mikir apa sih..?" tanya Lay lembut
__ADS_1
Aku diam saja,, dan menikmati pelukan hangat ini.
Rasanya adem banget dengar suara Lay.