
Hari ini Will akan datang,aku harus menemuinya.Aku gak mau bikin dia kecewa.
Tapi sejuta kali aku berpikir,gimana caranya aku bisa ngeles dari Lay.
Aku gak mungkin nemuin Will dengan diantar Lay.Yang ada pasti Lay bakal laporan sama Stev.
"Lay,, nanti siang aku ada kerja kelompok dirumah teman.Jadi kamu gak usah jemput aku ya.."kami sedang dalam perjalanan menuju sekolah.
Lay menatap jalan dengan fokus.
Dia tak menyahut perkataanku.
" Lay.... dengar gak sih..!"teriakku
Lay menoleh kearahku,,diusapnya rambutku.
"iyaa aku dengar,gpp nanti aku antar kamu ke tempat teman kamu.." katanya halus
Ini anak benar-benar gak tau diri
"gak usah... aku nanti diantar temanku pulangnya.Pokoknya kamu gak usah jemput aku.. tau gak.." kataku ketus
Lay menatapku dan mengangguk saja.
nah..gitu dong tau diri dikit napa,batinku.
**********
Kumasuki Cafe tempat biasa aku ketemu Will.
dag dig dug ,
rasanya hatiku.
Will sudah menungguku,dia tersenyum melihatku datang.
Dan segera berdiri,mendekatkan diri padaku.
Aku tau dia minta cipika cipiki pasti.
Eitt..dah,,bukan muhrim.
Aku mundur,dan tersenyum getir.
Will tau kalo aku gak berkenan,dan berjalan membuka kursi untukku,aku segera duduk.
"terima kasih.." ucapku
Kok rasanya kaku banget ya pertemuan kali ini.
Kaya berkesan formal banget bagiku.
Apa karena aku mikirin pertanyaan Will kemarin,jadi pikiranku gak enak sendiri.
"mau pesan apa..." Will menyodorkan buku menu padaku.
Aku segera menerima,dan pura-pura membacanya.
__ADS_1
Untuk menyembunyikan rasa canggungku.
Will menatapku penuh makna,aku kok jadi malu ya
"Jangan melihatku gitu dong.." kataku.
Kututup mukaku dengan buku.
"kenapa sih.. aku kangen tau.." Kata Will
"maluu tau.." kataku.
Will tertawa lebar
"sejak kapan Widya jadi pemalu.." kelakarnya.
"idiiih... emang kamu kira aku cewek apaan.." kupukul Will dengan buku yang ada ditanganku.
Suasana kembali hangat dan akrab.
Ya aku memang suka dengan suasana kaya gini saat berada disamping Will.
Aku rindu cara usilnya,cara becandanya dan perhatiannya yang kadang tak bisa kumengerti.
Tapi tidak tau,apa kenyamanan ini namanya cinta.
"Widya.." Will menggenggam tanganku hangat.
Aku canggung banget.
Aku tatap mata Will,disana ada keseriusan.
Will tidak main-main.
Aku tundukkan pandanganku,kuhela nafas panjang.
"Will,, aku sudah memikirkannya baik-baik."kataku,Will terlihat tidak sabar.
" o ya.. terus..."katanya
Kutatap mata Will,kutarik tanganku kembali.
"Will,,aku sayang sama kamu.." kutundukkan kembali pandanganku.
********
Jauh disudut ruang ,,sepasang mata mengamati kami dengan serius dari kamera CCTV,Lay.
Rasanya hatinya sakit mendengar Widya berkata seperti itu.
Lay segera keluar ruangan itu tanpa ingin tau lebih lanjut pembicaraan Widya dan Will.
Sudah cukup apa yang ingin dia tau.
*********
Will menatap Widya tak percaya.
__ADS_1
"kenapa begitu...apa kamu tau yang kamu katakan.." kata Will keras.
Widya menitikkan airmata,dan mengangguk
"iya Will,ini yang terbaik untuk kita.Kita gak bisa bersama.Aku sayang sama kamu.Tapi aku gak mau karena hubungan kita,nanti akan timbul masalah baru..." jelasku
Will berdiri dan terlihat marah
"aku tak peduli.. aku akan hadapi semua.Widya..percayalah padaku." bujuk Will.
Aku tidak berani menatap Will.
Aku memang sayang pada Will,tapi aku ingin kita sebagai kakak dan adik saja.
Aku gak mau nanti ada masalah lagi.
"apa ..jangan-jangan karena perjodohanmu.Iyaa...?kamu sudah bertemu pria lain yang membuatmu jatuh cinta..!" bidik Will asal.
Kutatap Will dengan serius.
"gakk...gak ada Will.Aku bahkan belum bertemu dengannya.." jawabku
Will memegang kepalanya dengan putus asa.
Aku sebenarnya gak tega,dia gak pernah terlihat seperti itu sebelumnya.
Tapi aku gak bisa membohongi perasaanku yang sebenarnya.
********
Aku masuk kedalam rumah,sepi.
Tidak seorang pun.Lay dan Stev juga tidak nampak.
Kucari bibi didapur ,,gak ada.
Pada kemana sih ini orang.
Aku segera keluar mencari satpam yang berjaga di depan rumah.
"pak.. pada kemana ya orang rumah..?" tanyaku
Satpam segera keluar dari ruangannya dan menemuiku.
"oh. itu ,,tuan Stev mengantar tuan Lay kebandara non.." kata satpam.
Lay pulang? kok mendadak gini.
Ada apa ya..bukankah dia yang akan jadi sopir pribadiku.
Ah..bodo amat.
Biarin aja dia pergi,toh aku jadi lebih bebas.
Aku kembali masuk rumah.
Dan aku gak tau,kalo aku telah menyakiti sebuah hati.
__ADS_1