Kakakku sayang

Kakakku sayang
Episode 26


__ADS_3

Mobil Henry berjalan cepat menyusuri kota Bogor,udara sangat dingin.


Aku benar-benar kedinginan.


Entah bagaimana akhirnya kau setuju saja saat Henry menawarkan menginap dirumahnya dulu untuk sementara.


Aku mungkin sudah terlalu lelah,dan ingin istirahat.


Kuiyakan ajakannya daripada aku harus terlunta dijalanan malam ini.


"pake ini... " Henry menyodorkan sweater hitam nya padaku.


Aku menggeleng,


"gak usah ,," dia hanya pake kaos pendek.


Dia pasti akan kedinginan tanpa sweaternya.


Sebenarnya aku sudah pake baju lengan panjang.Tapi ternyata tak bisa menahan dari hawa dingin udara disini.


"gapapa,pake aja.Aku udah terbiasa disini.Jadi dah kebal dingin.Kamu bisa sakit kalo gak pake baju hangat",


Kuterima dan segera kupakai.


Hangat,dan bau lembut parfum Henry masih lekat nempel di baju ini.


Rasanya benar-benar nyaman.


Hingga akhirnya akupun tertidur.


Tidur hingga begitu pulas.


 


Aku terbangun ketika terasa ada tangan yang mengangkat tubuhku


Henry mengangkatku dari mobil.


Aku segera minta diturunkan.


" aku sudah bangun,," kataku cepat dan segera berdiri tegak


"harusnya kamu bangunkan aku saja ." gerutuku


Henry diam saja dia melangkah masuk kedalam rumah.Dan aku ikuti dari belakang.

__ADS_1


Rumah ini bagus,desainnya kental dengan nuansa jawa.


Banyak ukiran-ukiran yang terpampang disetiap sudut rumah.


Ada beberapa lukisan Nyi Roro Kidul didalam ruang tamu.


Rupanya Henry sangat menyukai adat jawa.


"kamarmu di sana ,,masuk dan istirahatlah." Henry menunjukkan sebuah kamar padaku.


"ya..terima kasih.Selamat malam.."


Aku segera melangkah memasuki kamarku.


Kubuka pintu kamar itu.


Kamar ini cukup luas,dengan sebuah dipan ditengah ruang, kasur beralaskan seprei putih ,lemari dari kayu jati tua yang besar dan sebuah meja rias berukir indah dipojok ruang..


Kututup pintu kamar,dan ku kunci dari dalam.


Tak kupungkiri aku tetap punya rasa takut pada Henry,aku takut dia macam-macam padaku.


Kurebahkan tubuhku diranjang.


Hemm,, nyamannya.Kasur ini wangi dan empuk.


Tapi tidak kulihat penghuni lain tadi.


Jam 02.18wib.Lumayan jauh berati rumah ini dari tempatku bertemu Henry tadi.Aku tertidur dan tidak tau persis lokasi ini.


Biarlah, besok aku akan cari tau.


Kupejamkan mataku dan mulai tidur.


Entah berapa kali ganti posisi tidur.


Sampai akhirnya akupun terlelap.


 


Udara begitu dingin,kubuka mataku perlahan.Kulirik jam dinding 07.45 wib.


Ini sudah siang,aku bangun terlalu siang.Malu-maluin banget sih Widya.


Buru-buru kuambil handuk dan peralatan mandi.

__ADS_1


Aku keluar kamar dan mencari kamar mandi.


Ah..segarnya air ini,dingin banget seperti air es.Tapi tubuhku jadi segar karena dari kemarin aku belum mandi.


Aku segera mengganti bajuku,dan keluar.Kucari Henry ditiap sudut rumah,tidak ada.


Kemana anak itu.


Perutku keroncongan,aku sangat lapar.


Kukeluar menuju halaman,pemandangan indah menyambutku.


Gadis-gadis pemetik teh sedang bekerja.Dihadapanku terhampar kebun teh yang begitu hijau dan sejuk.


Jadi aku mingkin ada dipuncak.


Kulihat kiri kanan, tak kujumpai Henry.


Aku masuk kembali kedalam rumah,kucari dapur.


Aku tidak menemukan apapun disitu.


Kucari Kulkas diruang makan.


Kubuka pintunya,wah banyak buah dan ada susu disitu.


Aku segera mengambil dan memakannya.


Henry masuk keruang makan,dia menatapku ,aku malu ketauan lagi makan makanannya tanpa ijin.


"hehehe.... " aku berdiri dan tertawa kaku.


"Maaf ,aku belum siapkan sarapan untukmu.." kata Henry


"gak usah, gapapa ..aku sudah makan ini kok." kataku sambil memamerkan apel yang kupegang.


"mana boleh,kamu harus makan nasi.


Aku ganti baju dulu.Nanti kita keluar cari makan."


Ganti baju???


pleash deh Henry,kamu sudah oke kok dengan baju itu.


Henry yang selalu cool dan rapi.

__ADS_1


 


__ADS_2