Kakakku sayang

Kakakku sayang
episode 47


__ADS_3

Aku terduduk tak percaya, terharu banget rasanya.


Will masih mengingatku.Ini nomer Will yang baru mungkin.Aku tidak mengenali nomer ini.


"hallo... " suara Will mencoba memastikanku


"e...iyaa... hallo.." jawabku cepat


Aku bingung mau ngomong apa,gugup juga.


beberapa saat kami saling terdiam,


"e..Will..gimana kabarmu..?" tanyaku akhirnya


Terdengar Will menarik nafas panjang.


"aku baik saja,yahhh .. masih sama kaya dulu.." kebiasaan Will kalo bicara kaya gitu.


"syukurlah..." jawabku


"eh.. kamu sendiri gimana?udah bahagia ya disitu,sampai tadi bilang gak mau diganggu"


goda Will.


Tapi aku malas debat,jangan sampai suasana ini kacau karena aku ngomel-ngomel.Sabar Widya....


"yaa... nggak gitu juga,habisnya kamu tadi gak mau ngomong.." kataku


Will menghela nafas panjang.


"ada apa Will,kamu terlihat gelisah.." kataku


"gak juga,, aku cuma memastikan dulu kalau kamu yang nerima telponku" jawab Will.


Aku tau,aku sudah tidak boleh berhubungan lagi dengan keluarga tante Lilian.


Tapi aku pernah mereka sayangi,aku tidak bisa memungkiri rasa sayangku pada mereka.


Apalagi Will,meski dia usil dan nyebelin.


Tapi sebenarnya dia baik.


"Widya...?" suara Stev


Aku terkejut,Stev sudah didepan pintu kamarku.


Dibukanya pintu kamarku.


Segera ku letakkan hape di meja rias,aku lupa menutupnya.


"e..iya Stev.." Jawabku gugup


Stev melihat ke arah hapeku yang masih menyala,


"kamu sedang telpon.." kata Stev


Segera kuraih hapeku

__ADS_1


"e..iya. ini teman sekolah.Dia nanya PR" jawabku bohong.


Segera kututup telpon.


Dan kuletakkan kembali hapeku.


Stev terlihat percaya dan mengajakku segera turun.


Uuhh.... hampir saja.


**********


"tadi aku sempat dengar lho percakapan kalian.Terlihat kalian sudah akur"


suara Will ditelpon terlihat datar.


Aku membenarkan bantal menatanya tinggi,dan bersandar ditempat tidur.


"iyaa,, aku mencoba menerima semua ini Will.." jawabku


Will tertawa,


"ya haruslah,gimana juga itu keluargamu.Aku kenal.Stev lama,dia anak yang baik.


Meski kami tidak pernah akur."


"iyakah...?"


"yaa.. dulu kami pernah satu guru.Kami belajar beladiri bareng" jelas Will


"dimana...?" dengan semangat aku bertanya


Aku duduk tegak ,,


"ada deh.. kenapa..? kamu tertarik?" tanya Will


aku mengangguk..


"iyaa ..dulu aku pernah ikut sih..Tapi belum sampai tuntas.." jelasku


"emm.. ya besuk.Kalo kamu tertarik aku bisa menghubungi temanku.Yang ada dikotamu."


O..iya aku sempat lupa,kami sudah beda kota.


Jarak sudah memisahkan kami,Will kenapa dulu saat kita dekat kita tidak bisa jadi teman yang menyenangkan seperti ini.


Cukup lama kita ngobrol,aku bahagia.Bisa bercerita banyak,demikian juga Will.


Tapi aku tau,ini harus dengan sembunyi-sembunyi.


Aku tidak mau sampai ada masalah lagi.


**********


Aku sudah bersiap ke sekolah,aku segera turun.Kulihat sarapan sudah tertata.Hanya saja ada tiga buah piring.Tidak seperti biasa hanya dua buah,aku dan Stev.


Mungkinkah,mama pulang.pikirku

__ADS_1


Aku duduk ,kuminum susu digelasku.


Baru beberapa tegukan,datang seorang cowok ganteng masuk dan duduk disampingku.Aku tersedak,,


"uuhukk uhukk...." segera kuletakkan gelasku.


Dan mengambil tisu.


Cowok itu melihat kearahku dengan lucu.


"aku tau aku ganteng,tapi jangan terlalu kaget gitu melihatku dong.." kata cowok itu.


Apaan sih,PD banget nih cowok.


Lagian biasa aja kali..


"Pede amat sih..." kilahku


"hahaaaahaa.."dia ketawa.


Dasar cowok nyebelin,mood ku jadi ilang mau sarapan.


Stev masuk ruang makan,dia sudah rapi.


" pagi semua... "sapa Stev


Suasana hening,aku males jawab.Benci sama cowok sok kepedean ini.


" pagi juga Stev.. "jawab tuh cowok


Stev menatapku,


" kenapa kamu..?"tanya Stev padaku


Aku angkat bahu,a


"gapapa..aku berangkat dulu.." aku berdiri dan mengambil tasku.


Stev melihat gelas susuku yg masih setengah dan piringku yang masih bersih.


"gak sarapan..?" tanyanya


"sudah kenyang.." jawabku singkat


Segera aku berjalan ,tapi tanganku ditahan si cowok nyebelin.


Aku kaget dan berhenti,kutatap orang itu


Dia juga menatapku ,


"hati-hati.." katanya


deg...


Tampannya ini orang..tapi aku segera menguasai keadaan.


Kutarik tanganku,dan segera berlalu dari sana.

__ADS_1


__ADS_2