Kakakku sayang

Kakakku sayang
Episode 5


__ADS_3

Pagi yang cerah,lumayan semalam ku dapat tertidur nyenyak.Mungkin karena kemarin kubaru melewati perjalanan yang menurutku begitu melelahkan.


Kubuka tirai kamar,ternyata kamarku menghadap sebuah taman belakang.


Indah banget pemandangan disana.


Bunga-bunga tumbuh tertata rapi,bermekaran berwarna-warni.


Tiba-tiba pandanganku tertuju pada seorang anak laki-laki seusiaku mungkin,dia sedang duduk diatas sebuah batu dipinggir kolam.


Mungkinkah itu anak tante Lilian..


Sejak tiba semalam memang aku belum pernah melihat mereka.


Aku keluar dari kamar mandi dengan perasaan segar.


Pintu kamar diketuk dari luar,


"non, ditunggu nyonya untuk sarapan"


panggil orang diluar pintu


"ya..saya segera turun" balasku


Segera ku kenakan baju dan merapikan diri.Kuturuni tangga dengan perlahan.


Rumah yang masih asing bagiku.


Dimana letak ruang makan..


Kutelusuri ruang demi ruang dan akhirnya kutemukan,

__ADS_1


Dimeja makan sudah ada tante lilian.


Dia tersenyum melihatku datang dan menyuruhku duduk disampingnya.


"bik..tolong panggil william"kata tante


belum sempat bibi berlalu seseorang


datang dan duduk diseberang kursiku.


Anak laki-laki yang kulihat tadi.


Sekilas ku lihat wajahnya,mirip tante lilian.Tapi dia punya kulit lebih putih.Mungkin gen dari papanya yang orang singapura.


" will .. ayo kita sarapan.O iya,ini Widya.


Anak sahabat mami yang pernah mami critain", tidak ada tanggapan yang serius.


"Widya.. tante sudah daftarin kamu kesekolah barumu.Kamu satu sekolah dengan William lho.Besok kamu sudah bisa mulai sekolah." William melihat tante lilian dengan tatapan tak terima


Dia letakkan sendok makannya dan meminum airnya.


Lalu pergi berlalu tanpa sepatah kata.


Padahal makanan dipiringnya masih belum disentuh separuhnya.


Sepertinya,aku merasakan situasi yang tidak bersahabat.


"Biarkan saja ,,william memang keras kepala.Tapi sebenarnya dia anak yang penurut dan baik", hibur tante lilian.


Kulanjutkan makanku tanpa selera,malas sebenarnya tapi perut harus terisi.Dari semalam karena kecapean ku enggan makan malam dan langsung tertidur.

__ADS_1


Hingga sore hari aku tidak melihat Will sama sekali.Kemana dia setelah sarapan tadi.Mungkin dia ada dikamarnya,pikirku.


Aku kembali kekamarku dan merebahkan diri diatas kasur.Sebagus apapun rumah ini ,bagiku tidak senyaman rumahku di Yogya.


Aku kangen ibu,tiba-tiba rasa sedih datang lagi.Kuambil hp ku.


Kuputuskan untuk VC perawat yang menjaga ibu.Dia memberiku nomer hpnya.Dan berjanji akan selalu memberi kabar tentang ibu.


Tok tok,,


bunyi ketukan pintu.


" non dipanggil nyonya"


"ya bik,, " aku berjalan membuka pintu kamar.Kuikuti pelayan itu berjalan.


Sampailah diruang baca.


Tante Lilian berdiri disamping jendela,dan duduk disitu seorang laki-laki yang mungkin lebih tua 5 tahun dariku.Laki-laki itu tersenyum ramah padaku.


"Duduk wid.." perintah tante lilian.


Aku duduk disamping laki-laki itu,karena memang kursi diruangan ini hanya ada satu baris.


"Widya,, kenalin.ini Aska anak tertua tante." Aku sedikit terkejut


"Widya,, dulu kita pernah ketemu waktu kamu umur satu tahun" kata kak Aska.


Aku cuma membalas dengan senyuman canggung.


Tante bilang aku harus mulai terbiasa memanggil tante dengan sebutan mama dan memanggil kakak pada kak Aska,untuk William dia ternyata memang seumuran denganku.

__ADS_1


__ADS_2