
Kubuka mataku perlahan,kepalaku terasa pusing.Kenapa denganku..
Kuingat-ingat,oh ya tadi aku berdebat dengan mama.
Oh Tuhan,apa yang sudah kulakukan.
Aku pasti menyakiti hati mama.
Aku harus minta maaf pada mama.
Aku segera bangkit,
tapi badanku lemas banget.
Aku rebah kembali,kepalaku pusing
"hei... kamu sudah sadar.."
Suara itu,,suara yang kukenal.Will...
"kamu...." cuma itu yang bisa keluar dari bibirku.
Will tersenyum dan mendekat,dia duduk ditepi ranjangku
Dipegangnya tanganku lembut
"maaf ya,, aku kemarin sangat kasar padamu.."
what ?? apa aku gak salah dengar
Dia meminta maaf padaku..
Mimpikah aku ya Tuhan.
"kamu,,kemana saja kamu .."
tanyaku ,,
Will menghela nafas panjang,dia pandang mataku.
"aku ada keperluan,"
"keperluan apa,sampe kamu gak bicara,gak angkat telponku,dan mematikan hpmu." kataku marah
"Mama tau kok dimana aku,lagian kenapa kamu gak berusaha mencariku."
Aku terjebak dengan kata-kataku sendiri.
Aku diam saja,iya juga ya.
Kenapa aku tidak berusaha mencari kekantor mama atau bertanya pada mama dan kak Aska.
"sudahlah,jangan mikir macam-macam."
dielusnya kepalaku.
Will tak pernah selembut ini,salah makan obatkah anak ini.
Dia berdiri dan mengambil makanan yang sudah tersedia dimejaku.
__ADS_1
"ayo,kamu makan dulu."
Dia sodorkan baki berisi bubur,buah dan segelas susu.
Aku menggeleng,
aku males makan.
Dia duduk lebij dekat
diambilnya mangkok bubur
"dokter tadi bilang kamu sakit gini karena kamu gak makan,jangan malu-maluin masa anak mama kurang makan", godanya,dia sodorkan sendok didepan mulutku,
Dia mau nyuapin aku??
Aku heran deh ,anak ini mendadak baik banget padaku
" aku makan sendiri saja.." kataku
Kuminta mangkok itu dan mulai makan.
Rasa nya sangat hambar,hambar sekali.
Seperti perasaanku,aku tanpa sadar menitikkan air mata.
Will mengambil mangkok itu dariku.
Diletakkannya dimeja,dan dia peluk aku.
Aku menangis,menangis dipelukan Will.
Tapi aku gak bisa ngomong apapun.
"sudahlah,,jangan menangis.."
Aku tetap terisak dipelukannya.
"aku sudah melakukan semua yang mama mau,"
sayup-sayup kudengar suara Will dari dalam kamar mama,pintu kamar mama terbuka sedikit.
Kuberanikan mengintip sedikit.
Will duduk di sana berhadapan dengan mama.
"Sayang,, tolong jangan bikin Widya sedih ya..biarkan dia menikmati saat-saat kebersamaan ini dengan bahagia."
kata mama,Will kulihat mengalihkan pandangannya
"ma...mama tau dari awal aku gak setuju dengan keberadaannya disini.
Tapi mama terus memaksaku mendekatinya."
Aku tutup mulutku,aku sangat terkejut.
Jadi semua ini pura-pura.
__ADS_1
Will tidak pernah suka dengan kehadiranku,
tapi sikapnya akhir-akhir ini sangat baik padaku.
Ini semua bohong,semua ide mama.
"gimana lagi,kakakmu tidak disini.Hanya kamu yang bisa bikin Widya nyaman dan betah.Mama sayang dengannya,mama gak mau liat dia sedih karena kamu terlalu keras padanya."
"jadi mama cuma mikirin perasaannya,tapi tidak perasaanku."
Will berdiri,mama menahan tangannya
Gawat kalo Will melihatku disini bisa bahaya.Aku segera pergi dari situ.
Aku masuk kekamarku,dan duduk ditepi ranjang.
Jadi aku memang harus pergi,kembali pada keluarga asliku.
Aku gak mau,,
Dan sikap Will padaku??semua palsu.
Dia sebenarnya tidak pernah menerimaku.
Kukira dia sudah berubah,tapi ini semua palsu.
Kubuka pintu kamar ibu,perawat sedang sholat.Jadi ibu sendirian.
Kulihat ibu tertidur.
Kudekati beliau,kupegang tangannya.
Maafkan aku ibu,ini yang terbaik.
Mungkin kita tidak akan bertemu lagi
Tapi aku yakin mama pasti akan menjagamu dengan baik.
Aku harus pergi,pergi dari sini.
Aku tidak ingin berada disini,Will tidak menyukaiku.Aku gak ingin
lebih merepotkan mama.
Akupun tak ingin kembali ke keluargaku.
Entah nanti aku akan kemana.
Tapi aku janji,suatu hari aku akan menjenguk ibu.
Kuseka airmataku.
Kucium kening ibu.
Dan segera keluar dari kamar itu.
__ADS_1