
Ting tong
Aku menggeliat malas,siapa sih pagi- pagi begini kok ada tamu.
Kulirik jam, wooi hampir jam 07.00.
Ting Tong
Aku segera bangun ,kurapikan rambutku dan melangkah keluar.
Saat itu Lay pun keluar dari kamarnya.
"siapa sih...?" kata dia dengan malas
Aku menggeleng,kami pulang dini hari dari rumah Lay setelah acara selesai.
Jadi masih tersisa rasa capek dan kantuk yang teramat sangat.
"biar aku saja.." kata Lay ketika aku berniat bukain pintu.
Aku mengangguk mengiyakan.
Aku segera duduk dimeja makan.Dan menuang air putih kedalam gelas.
Kuamati Lay yang hendak membuka pintu.
Dan...
"Kamu..." kata Lay,
"selamat pagi..." kata sebuah suara.
Kaget aku nyembur air minum dimulutku.
"uhukkk uhukk..."
Catherin datang,gawat.
Aku segera berjalan cepat kearah Cath.
"Hai... " kataku cepat.Kugeser tubuh Lay yang berdiri didepan pintu berusaha menghalangi Cath masuk.
Aku tau Lay pasti tidak berkenan Cath ada disini.
Cath tersenyum manis sekali.
Kuamati dari atas hingga bawah,anak ini cantik.
Lay acuh saja,dia segera berjalan pergi kedalam.
"masuklah" kataku
Cath mengikutiku masuk.
Dia tidak segera duduk tapi mengamati foto-foto yang terpajang diruang tamu.
"kamu dan Lay tampak akrab,," katanya
Ya foto-foto itu diambil saat kami semua liburan bareng orangtua.
Dan yang memasang disitu papa John.
Aku cuma nyengir saja mendengar Cath ngomong gitu.
"duduklah... aku akan ambilkan minum.." kataku.
"tidak ,,tidak usah.Aku ingin mengajakmu keluar jalan-jalan" kata Cath.
KELUAR ??
Aku sebenarnya capek,tapi gak enak hati juga mau nolak.
"kalo gitu aku bersiap-siap dulu.." kataku
Cath duduk dan mengangguk.
Aku segera berjalan kekamarku.
************
__ADS_1
"kemarin,,aku belum melihat cincin itu.." kata Cath.Dia menunjuk cincin dijariku
Gawat.
Aku lupa melepas cincin ini.
"a...em..ini..ini cincin mamaku,," kataku
Cath melirikku dengan curiga,mungkin dia curiga melihat ekspresiku.
Cath kembali fokus menyetir tanpa banyak bicara lagi.
Untunglah,jika tidak aku pasti bingung mau jawab apa.
Hufft.
*********
"kenapa sih ,anak itu jadi sering datang kesini..?" protes Lay
Aku tetap fokus pada baju yang sedang kusetrika.
"ya bagus dong. " jawabku
Lay berjalan mendekat kearahku.
"bagus apanya...." katanya ketus
Kulirik Lay yang berdiri menyandar ditembok.
"kamu kan tau sendiri,aku gak suka sama dia.." sambungnya.
"tapi kan dia main kesini untukku.." ralatku.
"tapi jangan ketemuan disini dong.." bantahnya.
"kalo kamu gak suka ,kamu gak usah keluar kamar aja.Kan beres.." kataku
Lay menatapku dengan kesal.
Tapi kalo Lay gak keluar kamar Cath pasti kecewa,dia bilang asal sudah lihat Lay bentar itu sudah cukup baginya.
Sebenarnya cinta macam apa sih,yang gak mengharap untuk dibalas.
"aduhhhhh.."
Kutiup jariku yang nyenggol setrika,,panas banget.
Lay segera berjalan kearahku.
Dipegangnya tanganku yang kepanasan.
"kamu gak apa-apa?" ditiupnya tanganku.
Nut nut juga rasanya terbakar,panas.
Kutarik tanganku,tapi Lay menahannya.
Tetap ditiupnya tanganku,kok dia khawatir banget ya.
"apaan sih Lay,cuma kena setrika ini.Nanti juga sembuh.." kataku
Lay tetap fokus meniup jariku,dia serius banget.
"sebentar.." katanya
Dia menuju kekamarnya,dan keluar dengan salep ditangannya.
"duduk sini.." katanya.
"e.... gak usah,sini biar aku oles sendiri.." kataku meminta salep itu.
Lay gak peduliin perkataanku.
Ditariknya aku duduk.
Dan diolesnya dengan salep itu.
Rasanya adem dan nyaman.
__ADS_1
Lay serius banget mengoles salep itu.
Kupandangi Lay ,,dia perhatian banget padaku.
"udah enakan..?" tanya Lay.
Dia tiba-tiba memandang wajahku,aku ketauan deh mengamatinya diam-diam.
Malunya,,mungkin mukaku merah saat ini.
"e..i..iya.." jawabku gugup.
Lay mendekat dan duduk disampingku.
Dipeganganya tanganku,aku kok deg deg an ya.
Kupalingkan mukaku,ni anak mau ngapain sih.
"e... aku..lanjut setrika lagi.." kataku.
Aku segera bangkit,tapi Lay menahan tanganku.
Ini anak ngapain sih,,
"duduklah dulu,,"
aku terduduk kembali,Lay lebih mendekat.
"L...Lay..." kataku,aku gak bisa geser.Ini sudah ujung kursi.
Lay mendekatkan kepalanya kearahku.
Aku mundurkan kepalaku.
"kamu mau apa..?" tanyaku cepat
Lay menatapku dengan lembut.
Dia pegang kedua tanganku,dan diciumnya dengan lembut.
Aduh...darahku mengalir dengan cepat.
Jantungku berpacu dengan cepat.
"kamu tau gak..Kenapa aku datang saat itu keIndo****?" tanya Lay tiba-tiba.
Aku menggeleng,Lay menatapku lembut.
"karena kamu,karena aku sangat ingin bertemu denganmu dan lebih mengenalmu." lanjutnya.
Lay semakin mendekatkan mukanya.
Aku sudah gak bisa mundur,sudah kepentok.
"L..Lay..jangan.." kataku.
Lay gak peduli,dia semakin mendekatkan mukanya kemukaku.
Dan menempelkan jidatnya ke jidatku.
Kami sangat dekat,dapat kurasakan desahan nafas kami yang menyatu.
Aku kok jadi merasa aneh ya.
Aku gak bisa menolak Lay.
Perasaanku berbaur jadi satu,aku tak tau.
Perasaan apa ini.
Lay semakin mendekat ,aku tau dia sedang berusaha menciumku.
"Lay..jangan..." aku berusaha menghindar.
Tapi Lay menahan kepalaku.
BRUkKkk..!!
Tiba-tiba sebuah suara mengejutkan kami.
__ADS_1
Serentak kami menoleh kearah suara itu.
Dan...