
Sepanjang jalan aku terus memikirkan perkataan Will.Dia beri aku waktu untuk menjawab perasaanku.
Jujur aku belum tau pasti dengan rasaku.
Aku turun dari taksi dan segera masuk halaman.
Mobil Stev belum pulang,baguslah mereka belum kembali.
Aku tidak akan ketauan pulang sesore ini.
Aku segera masuk kedalam kamar,merebahkan diri diranjang.
Kupejamkan mataku,kubayangkan pertemuanku dengan Will hari ini.
Aku bahagia,tapi apa ini yang dinamakan cinta? Jujur sampai sekarang aku belum tau apa itu cinta.Aku belum pernah pacaran.
Ahhh.. mikirin apa sih.
Aku segera beringsut untuk mandi.
*******
Tok tok tok
Ketukan dipintu kamarku
"masuk.."jawabku
Pintu terbuka,aku terkejut.
"kamu...."kutatap Lay yang memasuki kamarku.
Aku segera duduk dari posisi tiduranku.
Aku duduk dipinggir ranjang ku.
Lay tersenyum manis dan mendekatiku.
"aku gak ganggu kan?" tanyanya
Aku angkat bahu,, dan menatapnya.
Dia tinggi dengan tubuh yang sepadan.
Kulitnya bersih seperti Will.Bola mata coklat yang bening.Pandangannya sangat teduh.
"ada apa...?" tanyaku memecah keheningan.
Lay bersandar di meja rias didepanku.
"Aku ingin mengajakmu makan malam,ayo tunjukan aku dimana tempat makan yang enak.."jawab Lay.
Tempat makan yang enak ?
Aku saja disini jarang keluar kalo gak sama Stev.Gimana aku mau antar dia ?
"aku capek.. sama Stev aja deh."
aku mencoba memberinya alasan,lagian memang aku benar-benar males untuk keluar.
"Seharian tadi aku sudah bersama Stev,sekarang aku ingin kamu yang menemaniku.."bujuk Lay.
Ini orang ngotot amat sih,aku males banget debat.
__ADS_1
Aku ingat,waktu itu Nayla pernah ngajakin aku makan diCafe.Hidangannya lumayan enak.
"ya udah deh.. aku ganti baju dulu.."kataku akhirnya.
Lay tersenyum penuh kemenangan.
"jangan lama-lama ya.. "katanya sambil keluar dari kamarku.
Sebenarnya males banget aku tuh ..
*********
Dalam mobil aku lebih banyak diam,gak ada bahan obrolan.Lagian aku juga gak minat ngomong apapun.Lay ini adalah orang yang dijodohkan sama aku.
Aku akan jadi orang yang membosankan dan norak didepannya.
Kalo aku malu-maluin dan membosankan pasti dia gak mau lagi sama aku.
Aku sengaja keluar pake kaos oblong dan jeans belel,sendal jepit merah.
Biarin aja,, dia pasti akan malu sama penampilanku yang kaya gini.
Lay menatapku dari ujung rambut sampai ujung kaki.Dia tersenyum kecil.
Kubiarkan saja,pandanganku terarah keluar jendela.
Rasain ,kamu malu kan...hahaha,batinku.
"aku suka penampilanmu,santai.."katanya
What...???? apa aku gak salah dengar.
Aku melihat kearah Lay,dia salah minum obat kali yaaaak.
Kualihkan kembali pandanganku keluar jendela.
Gimana bisa,anak yang terlihat gaul,dan berasal dari keluarga terpandang suka sama gadis kaya aku gini.
"ya.. tetaplah apa adanya.."kata Lay.
Aku cuma tersenyum kecut menjawabnya.
Gagal deh sesion pertama ngerjain dia.
***********
Aku membaca menu yang pelayan sodorkan padaku.Menu apa ya..yang kira-kira bisa bikin aku bisa ngerjain Lay.Aku harus makan dengan rakus.Biar dia ilfiil ngeliatin nya.
"mbak saya pesan ini aja.."kataku
Pelayan segera mencatat menu yang kutunjukkan.
"kalo gitu aku juga sama.."Kata Lay.
Aku mengernyitkan kening memandang Lay.
Lay tersenyum manis kepadaku
"kenapa pesan nya sama.."kataku
"aku percaya,yang kamu pesan pasti enak "jawab Lay.
"tapi kan kamu belum tau aku pesan apa.."kataku.
__ADS_1
"aku percaya pilihanmu.."kilah Lay.
Anak ini....
Beberapa saat kemudian pesanan kami sudah datang.
Ayam geprek level teratas.
Siap-siap kepedesan.Aku dasarnya suka pedas.
Tapi ini aku belum pernah nyoba sih.
hihihi... Lay rasain kamu.
Lay menatap hidangan didepannya dengan aneh.
"kenapa? kamu nyesel ya.Gak berani pedas..?"
godaku.Rasain kamu.Makan tuh cabe.
"gak juga... "cuma itu jawaban Lay.
Aku segera mencuci tanganku dan mulai makan.
Satu suap...Masih bisa.Dua suap masih sanggup...tiga suap..mulai kurasa lidahku terbakar.
Lay kulihat belum juga makan hidangannya.Dia melihatku dengan lucu
"liat apaan.."bentakku,antar kepedesan jadi emosi diliatin gitu.
"nggak.. ayo makan lagi.."bujuk Lay.
Ini anak malah yang jadi ngerjain aku.
Aku suap lagi,, gila lidahku panas..
aku segera minum dan mengambil tisu.
Lay menyingkirkan makanan yang ada didepanku.
Aku menatapnya dengan protes.
"jangan dimakan lagi.."katanya
"kenapa...? bawa sini.."kataku.Aku berusaha rebut piringku kembali.
"gak boleh..kamu mau mati kepedesan.."kata Lay.
Dia sodorkan minumannya padaku.
"minum ini dan kita pulang.Aku akan memasak untukmu dirumah.."kata Lay
Bibirku emang udah panas banget.Gila ini pedes beneran.
Aku gak bisa ngomong lebih banyak.
Lay tersenyum melihatku yang kelabakan.
Duh... kok aku jadi malu yaaaak...
Mungkin mukaku sekarang sudah kaya kepiting rebus.
Gagal lagi Sesi ke 2 misiku.
__ADS_1
Duh Widya..kamu gak ada bakat jadi penjahat deh.