
Pagi ini rasanya aku benar-benar capek.
Entah apa karena pikiran atau karena semalam begadang untuk menyelesaikan tugas kuliah.
Mataku sudah terbuka,tapi aku cuma berbaring saja ditempat tidur.
Kulirik jam diatas meja 07.15.
Sudah siang, kuputuskan absen berangkat.
Aku kembali menarik selimutku.
Namun tiba-tiba pintu kamarku diketuk dari luar.
Aku diamkan saja,paling Cath.
Aku rapatkan selimut hingga menutupi kepalaku.
Kembali pintu diketuk.
"Widya... " suara Lay.
Kubuka selimut,kucoba dengar kembali.
"Widya,ini sudah siang.Apa kamu sudah bangun?" ya memang benar itu Lay.
Aku langsung duduk.
Saat hendak turun dari tempat tidur,aku bimbang.
Ah,buat apa aku buka.
Aku lagi males banget ketemu sama mereka.
Aku kembali merebahkan badanku.
Kupegang kepalaku berusaha menyingkirkan sisi egoku.
"Widya..." panggil Lay kembali.
Aku duduk lagi.Jika tidak kujawab pasti Lay khawatir padaku.
Segera kurapikan rambutku,dan berjalan ke arah pintu.
Kubuka pintu perlahan.
"Ya Lay, maaf.Aku hari ini absen.Aku tidak enak badan" jawabku.
Aku tetap berdiri dipintu kamarku,yang hanya kubuka sedikit.
Hanya kepalaku yang kukeluarkan sedikit.
Lay menatapku cemas.
"Kamu sakit? kalo gitu.Ayo kuantar kamu kedokter" Lay mencoba mendorong pintunya.
Aku menahan agar tidak terbuka lebih lebar.
"Tidak usah,aku akan tidur saja.Nanti juga enakan.Dah Lay.." kataku.
Lalu cepat kututup pintu dan kukunci.
Aku mengambil nafas panjang.
"Widya,,, buka pintunya"
Aku melihat ke arah pintu.
Lay masih belum pergi juga.
"Pergilah Lay,aku mau istirahat" jawabku.
Tidak ada jawaban.
Aku duduk di tepi ranjang,benarkah apa yang sedang kujalani sekarang.
Entahlah,hanya Tuhan yang tahu.
Kutatap foto Lay di meja belajarku.
Aku kangen masa-masa kita berdua.
Rasa sedih kembali menghampiriku.
****
"Mama,kok gak bilang dulu mau kesini.." kataku kaget.
Mama menatapku lalu mencium keningku.
"Mama kangen banget sama kamu sayang"
__ADS_1
Aku tersenyum,kupeluk mama.
"Aku juga kangen sama mama" kataku.
Kami berbincang cukup lama.
Kami makan kue yang mama bawa.
Aku bahagia dan sejenak bisa melupakan rasa gundah dihatiku.
Hingga akhirnya kulihat mobil Lay masuk kehalaman.
Cath keluar dari sana,aku baru tersadar.
Disini ada Cath,mama gak boleh tau tentang itu.
Aku segera beranjak berdiri,untuk menghentikan mereka.
"Lay sepertinya sudah pulang" terlambat mama bangkit mendahului aku.
Dan berjalan kearah pintu.
Aku merasa bingung.
Apa yang harus kulakukan.
Hp ku ada di kamar.
Terlambat untuk memberitahu Lay sekarang.
Saking senengnya mama datang,hingga aku tak ingat akan Cath.
Mama membuka pintu,Cath berdiri didepan pintu.
Dan mereka saling bertatapan.
Mama menatap tak mengerti.
Dia kira itu adalah Lay.
"Tante siapa?" tanya Cath
Mama melihat Lay keluara dari dalam mobilnya.
Lay melihat mama diambang pintu.
Lay tak kalah terkejut.
Mama menatapku yang diam kebingungan.
"Widya .. apa ini?" tanya mama padaku.
Aku bingung harus jawab apa.
Cath memandang ke arah Lay.
"Lay,kenapa kamu berdiri saja disitu.Kemarilah.Aku sudah sangat lapar"rengek Cath manja.
Aku segera berjalan kearah mama.
Sebelum Cath semakin banyak bicara.
" Ma,ini anu Catherin.Dia..dia teman Widya dan Lay.Kami satu kampus"kataku cepat.
Kupegang tangan mama dan mencoba membawa mama masuk.
Mama melihat ke arah Lay yang berjalan mendekat.
"O jadi tante mamanya Widya,salam kenal tante.Saya Catherin" kata Cath sambil mengulurkan tangannya.
Mama tidak membalas uluran tangan Cath.
Dan berjalan ke arah sofa lalu duduk disana.
Aku berjalan menghampiri mama,dan duduk disampingnya.
Cath berjalan melalui kami dan masuk kedalam.
"Apa dia tinggal disini?" tanya mama tiba-tiba.
Lay ikut duduk disofa.
"iya ma" jawwbku.
Mama terlihat kaget tak percaya.
"Bukankah dirumah ini cuma ada dua kamar?" tanya mama.
Aku menatap Lay.
"Dia menempati kamar belakang ma,yang dulu gudang" jelasku.
__ADS_1
Mama menatap tajam Lay.
"Aku merasa ada yang tidak beres disini.Sayang ceritakan apa yang terjadi"
Insting mama memang tajam.
Tapi aku tak bisa bicara apapun.
Aku tidak bisa cerita jika Lay dan Cath dekat dan mereka pacaran.
Karena mama pasti akan marah.Karena mama tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.
"Saya yang salah tante" Lay tiba-tiba buka suara.
Aku menatap Lay terkejut.
Jangan sampai Lay bicara apapun.Aku melotot kearah Lay.
Mencoba menghentikannya.
"Apa maksudmu?" tanya mama.
Lay menghela nafas,dia menatapku sejenak.
Aku mencoba memohon dengan isyarat untuk menghentikannya.Tapi Lay tetap tak peduli.
Akhirnya Lay menceritakan semua yang terjadi.
Mama terlihat terkejut dan marah.
"Maaf Widya,aku tak bisa terus seperti ini.Aku tidak bisa melihatmu tersiksa terus,dan aku ingin semua permainan ini segera berakhir"
kata Lay.
Aku cuma bisa menatap nya dan mama bergantian.
"Apa yang ada dipikiran kalian sih.Kalian mengorbankan hubungan kalian untuk orang asing.Apapun alasannya mama tak bisa mengerti" kata mama.
Tiba-tiba Cath keluar dari dalam.
Dia terlihat menangis sesenggukan.
Ternyata dari tadi dia menguping pembicaraan kami.
Aku segera berdiri
"Cath..." kataku kaget
"Aku kecewa sama kalian.Kalian benar-benar jahat." Cath berkata dengan marah.
"Cath,,tidak seperti itu" kataku
"Diam kamu Widya ! bukankah kamu dari dulu temanku.Kamu tau kan aku sayang sama Lay.Kenapa kamu merebutnya dariku"
Mama berdiri dan menampar Cath.
Aku menutup mulutku dengan tangan karena terkejut.
"Diam kamu, kamu tidak tahu apa-apa.Jangan asal bicara perempuan tidak tahu diri" Kata mama marah.
Cath memegang pipinya yang merah.
"Ma sudah.. " kataku putus asa.
Aku pun ikut menangis,aku tak menduga.
Semua akan jadi seperti ini.
Lay menghampiriku dan memelukku.
"Dengar,asal kamu tahu.Lay dan putriku sudah bertunangan sejak mereka masih kecil.Dan sebentar lagi mereka akan menikah.Jadi kuharap kamu tahu diri dan segera pergi dari sini !" usir mama.
Cath memandangku dan Lay bergantian dengan api kemarahan dimatanya.
Aku merasa kasihan pada Cath.
Tapi aku bingung mau berbuat apa.
Cath mundur dan berlari pergi.
Aku berusaha mengejar.
"Widya,biarkan dia pergi" kata mama.
Aku tak berdaya,kutatap Lay.
"Lay kejar dia" bisikku.
"Tidak akan lagi aku mendengarkan permintaan konyolmu.Aku sudah cukup tersiksa dengan kemauanmu yang akhirnya membuat kita sakit.Maaf sayang" Lay mencium keningku.
Ada rasa bahagia dalam hatiku sekaligus khawatir pada Cath.
__ADS_1