Kakakku sayang

Kakakku sayang
episode 63


__ADS_3

" Katakan apa yang ingin kau katakan,dengarkan isi hatimu.Dan jangan takut mengambil keputusan "


Kata-kata itu akan selalu kuingat Will.


Pesan terakhir darimu sebelum kamu benar-benar harus meninggalkanku disini.


Aku masih berdiri dihalaman bandara bersama Lay.


Dipeluknya bahuku seolah ingin menenangkan gejolak yang sedang kurasakan akibat kepergian Will.


Aku terus menatap pesawat yang baru saja meninggalkan bandara,dan membawa Will jauh dariku.


Maafkan aku Will......untuk yang kesekian kalinya,airmataku jatuh.


Meski kucoba untuk menahannya.


Lay mengelus pundakku,dan mencium keningku.


"ayo kita pulang..." ajaknya.


Aku dibimbingnya masuk kedalam mobil.


Aku tetap diam tak bicara,rasanya sedih banget hatiku.


Lay menggenggam tanganku..


Aku gak boleh egois,ada perasaan Lay yang harus kujaga juga.


Kutatap wajah Lay, Lay juga sedang menatapku.


Dia tersenyum lebar,meski aku tau senyumnya sangat kaku.


Kusandarkan kepalaku dibahunya,entah kenapa ada kenyamanan tersendiri saat aku melakukan ini.


Kupejamkan mataku,menikmati rasa ini.


Lay usap kepalaku,diciumnya keningku.


**********


"mau jalan-jalan..?" ajak Lay


Kami sedang menikmati sarapan.


Mama sekarang mengirim seseorang untuk membantu pekerjaan rumah.


Jadi sekarang Lay tidak lagi sibuk memasak dan aku terbebas dari bersih-bersih rumah.


Tapi itu malah bikin bosan,karena gak ada lagi yang bisa kami kerjakan.


Apalagi lagi liburan semester kaya gini.


"boleh.." jawabku


Kamipun melanjutkan sarapan.

__ADS_1


*********


"mau kemana sih kita...?" tanyaku


Lay masih fokus dengan kemudinya.


Kita sudah hampir satu jam perjalanan,namun belum juga kutau arah perjalanan ini.


Lay melirikku,dan tersenyum manis.


"sabar... nanti kamu juga tau.." jawabnya.


Diambilnya tanganku dan digenggamnya.


Entah kenapa aku sekarang tidak pernah menolak apapun yang Lay lakukan padaku.


Bahkan aku tak ingin protes untuk hal apapun.


Aku menyadari perasaanku,aku cinta,aku sayang Lay.


Meski aku dan Lay belum pernah mengucapkan apapun.


Namun aku tak berani untuk menanyakan dan berterus terang.


Aku takut Lay tak berkenan dengan hubungan kami.


Meski Lay baik padaku,tapi aku tidak yakin dia mencintaiku.


"hai... kenapa melamun...mikirin apa sih ..?" tanya Lay,dielusnya rambutku.


Ya aku bangga memilikinya,meski aku belum tentu bisa memilikinya.


"Lay...." aku mencoba ingin bertanya


"hemm.. ya,,?" Lay melihatku dengan serius,,lalu fokus lagi kedepan melihat jalan.


Aku ragu untuk bertanya,apa ini gak malu-maluin...


Lay menatapku lagi dengan serius,diremasnya tanganku lembut.


"kok malah diam,, ada apa?" tanya Lay


"gpp..." kataku.Aku gak berani untuk bertanya,aku malu.


Lay tertawa,dia mentertawakanku.


Kan ,, Widya kamu benar-benar malu-maluin.


*******


Kupandangi sekitarku,,


"gimana ,bagus kan.Aku sering datang kesini kalo sedang suntuk.." kata Lay.


Ya pemandangan didepanku benar-benar indah.

__ADS_1


Gak nyangka di sini ada juga tempat seindah ini.


Kupejamkan mataku,kuhirup nafas dalam.


Kunikmati semua ini,, Lay sudah berdiri rapat dibelakangku.


Membuatku kaget,ditempelkannya tanganku.


Hingga kedua tangan kami menempel satu sama lain.


Diangkatnya tangan kami hingga sejajar dengan bahu.


"pejamkan lagi matamu,dan nikmati.." bisik Lay.


Aku menuruti perkataan Lay ,kupejamkan kembali mataku.


Kami seperti akan terbang,menikmati cuaca sore hari,dengan pemandangan yang temaram.


Dan angin semilir sejuk membelai tubuh kami.


Wajah Lay menempel padaku,tanpa sengaja saat aku berpaling aku jadi mencium pipinya.


Aduh.. kok kaya terkesan aku yang ambisi gini ya.


Lay masih memejamkan matanya.


Kuamati dengan seksama,kamu benar-benar sempurna.


Baik,lembut dan mempesona.


Lay tiba-tiba membuka matanya dan langsung menatapku.


Hingga muka kami saling menempel satu sama lain.


Ini dekat sekali,tapi aku tak ingin menghindar.


Entah bagaimana mulanya,tanpa sadar bibir kami saling berciuman.


Dan aku tidak ingin menolaknya.


"i love you..." bisik Lay.


Apa aku tidak salah dengar,kutatap Lay dengan pandangan tak percaya.


"i love you..Widya.." Lay mengulang kata-katanya.


Dipeluknya tubuhku dan dengan rasa terharu kubalas pelukannya.


"i love you too..." bisikku.


Tuhan.


Terima kasih untuk jodohku yang telah kau tetapkan.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2