
Pintu kamar terbuka,Steven masuk.
Jadi...
Aku beneran dirumah mama Maria.
Aku berontak dan berusaha melepas tanganku kembali.
"cepat lepaskan aku,,!"
Steven mendekat dan duduk ditepi ranjang.
Dia berusaha merapikan rambutku yang memang berantakan.
Aku geserkan kepalaku menolak,
"jangan sentuh aku,, cepat lepaskan aku."
Stev diam aja,dia menatapku.
Dan melangkah kearah pintu.Hendak meninggalkanku
"berhenti ! kamu mau kemana,lepaskan aku dulu.." kataku.
Stev menoleh kearahku,tidak peduli diapun keluar dan menutup pintu.
" dasar brengsek.." makiku
Aku berusaha melepas ikatan tanganku,terlalu kencang dan berulang-ulang mengikatnya.
Tapi aku tidak pantang menyerah ,aku harus bisa melepaskannya,pikirku.
Aku harus bisa bebas dari sini.
Aku gak mau tinggal disini.
Akhirnya dengan susah payah aku bisa melepas ikatan tanganku.
Aku segera turun dari tempat tidur.
Kubuka pintu kamar sedikit,mengamati keadaan.
Sepi...
Kututup kembali pintu,dan melihat lewat kaca jendela,jendela kamar ini menghadap ke arah taman belakang rumah.
Lebih baik aku keluar lewat pintu saja.
Aku segera menuju pintu dan keluar,mengendap-endap.
Rumah ini begitu besar dan bagus.
Harusnya ini adalah rumahku juga.
Tapi entah kenapa aku tidak merasa senang berada disini.
Aku berjalan terus,mengendap dari satu ruangan ke ruangan lain.
"baik aku paham.."
tiba-tiba kudengar suara Stev disebuah ruangan.
Dia ada didalam sana,pintu itu sedikit terbuka.
Ada seorang laki-laki juga disana bersamanya.
__ADS_1
Sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu yang penting.
"saya sudah membawa tersangka kekantor polisi,semalam kami langsung mengamankannya begitu dia pulang."
Tunggu sebentar,aku jadi tertarik dengan pembicaraan mereka.
Aku pasang posisi lebih aman.
"Baguslah,aku ingin dia dihukum yang berat.Karena sudah berani menyembunyikan adikku.Jangan ampuni dia."
Aku terkejut,mungkinkah yang mereka bicarakan adalah Henry....
Tidak ..! tidak boleh..!
Henry tidak boleh ditangkap, aku harus menolongnya.
Dia tidak bersalah.Aku harus gimana
Aku berusaha menahan isak tangisku.
Sekarang yang terpenting aku harus keluar dulu dari sini.
Aku mengendap kembali.
Mencari arah pintu keluar dengan waspada.
Hampir aku berpapasan dengan pembantu.
Untung aku bisa sembunyi di balik tirai.
Aku segera keluar dari rumah itu.
Beruntung pintu depan tidak dikunci.
Bagaimana bisa aku melewatinya.
Aku diam,dan sembunyi di balik mobil yang terparkir dihalaman.
Tiba-tiba ada suara orang hendak keluar.
Aku ketakutan, aku harus sembunyi.
Ku coba buka pintu mobil.
terbuka,, mobil ini tidak dikunci.
Aku segera masuk dan sembunyi dibalik jok belakang.
Sementara aman.Orang itu keluar bersama Stev.
Dan menuju mobil tempatku sembunyi.
Bagus lah,ternyata mobil ini miliknya.
Dia masuk kemobilnya dam segera keluar dari halaman rumah ini.
Akhirnya aku bisa keluar.
Sekarang saatnya aku harus cari cara untuk keluar dari mobil ini.
Aku merasa kepanasan.Tapi aku bertahan.Aku tidak boleh ketauan.
Hp orang itu berdering.
Dia angkat teleponnya.
__ADS_1
"ya hallo,, " Entah itu telepon dari siapa.
"maaf saya tidak jelas dengan kata-kata anda,ini siapa..."
beb beb beb ...
tiba-tiba terdengar baterai hp orang itu habis.
Dan teleponpun mati.
"sial ,hp ku lowbat.lupa ngecas",
Dia berusaha menyolokkan hpnya pada kabel charger.
Tak berapa lama dia berhenti di sebuah warung makan padang.
Aku harus keluar dari mobil,ini kesempatan yang bagus.
Dia parkirkan mobilnya,dan segera keluar.
Aku mengendap begitu melihatnya masuk kedalam rumah makan itu.
Aku berusaha cari suasana sepi untuk keluar.
Dan akhirnya aku bisa mengendap keluar.
Rasanya aku benar-benar lega,
Pengap dan sangat panas bersembunyi didalam sana.
Aku terus berjalan menjauhi mobil itu.
Aku tidak membawa apapun.
Aku haus dan lapar,aku harus kemana.
Bahkan ini didaerah mana pun aku tidak tahu.
Aku terus berjalan,hingga akhirnya aku baca alamat sebuah ruko.
BEKASI
aku ada didaerah Bekasi.
aku tidak punya kenalan disini.
Aku capek banget,tapi aku tidak boleh menyerah ,aku harus menyelamatkan Henry.
Dimana Henry sekarang ,aku tidak tau.
Aku menangis sambil berjalan.
Tak kuhiraukan orang-orang yang memandangku aneh.
Aku kacau ,dengan piyama dan sendal jepit milik pembantu mungkin.
Tadi aku asal pake.
Rambut terurai berantakan.
Aku benar-benar kacau.
Pikiranku kalut,gimana caraku menolong Henry.
__ADS_1