
sepanjang jalan menuju sekolah aku terus berpikir.Siapa itu cowok nyebelin.Ah mungkin teman Stev,pikirku.
drrrrrrrtt,, drrttt..
hp di saku bajuku bergetar,aku segera mengambilnya.
Sapa sih,pagi-pagi dah telepon.
Mama ,, tumben nih mama.
"ya ..halo ma, "sapaku
"ya sayang,, selamat pagi.."jawab mama,dari suaranya terdengar riang sekali.
Aku menghela nafas panjang.
"sayang,, gimana.Hari ini kamu sudah bertemu Lay ?"
what ,,Lay ? siapa dia..
"Lay ??" aku mengerutkan dahi.
"iya sayang ,, Lay..apa Stev tidak membawa Lay menginap rumah? apa Lay tidur di hotel? anak itu, aduhh.. gimana sih.."celoteh mama.
ough... pasti cowok centil pagi tadi yang mama maksud.
"ooh... itu.. iya. sudah ma.."jawabku
"benarkah..? terus terus....gimana sayang..?"
tanya mama menggebu-gebu
"apanya yang gimana ma..?"tanyaku tak mengerti.
mama terkikik disana, aneh ini orang.Pikiranku langsung tertuju pada perjodohanmu.
Jangan- jangan cowok ini yang mereka maksud bakal jadi suamiku.
Reflek timbul rasa benciku.
"ma.. aku dah sampai disekolah,nanti kutelpon lagi ya..bye.."langsung kututup telpon mama.Sebenarnya aku belum sampai sekolah,tapi aku males nanti kalo mama bahas jodoh lagi.
Hapeku bergetar lagi.Males ah,, paling mama belum puas sama jawabanku dan pengen nanya banyak-banyak.Kudiemkan saja tuh hape.
Drtt ,,drrttt ,,drrttt
Pantang nyerah juga nih orang, kulirik hapeku.
Eh,bukan mama .Itu no tak dikenal, Will.
Segera kuraih hapeku dan kuterima.
__ADS_1
"halo Widya ,,lama amat angkatnya."kata Wil
"maaf ,aku lagi dijalan.."kataku ngeles
"ough.. hai ,,hari ini aku akan kekotamu,kebetulan aku ada keperluan.
Mau ketemu??" tanya Will.
Apa ..Will mau datang kesini.? apa aku gak salah dengar..?
Aku masih diam tak percaya.
"halo..Widya.. kamu masih disitu kan..?"
"ah eh . iya.. Will tentu..jam berapa kamu..eh kita ketemu..?"kataku cepat.
"mm... mungkin siangan.Ini aku baru mau berangkat, nanti setelah urusanku beres aku hubungi kamu.."jelas Will.
"baiklah.. "kataku.
"ok.. met aktifitas bye sampai ketemu."kata Will.
"bye Will... "
gak kusangka ,hubungan kami jadi baik seperti ini.Will.. dia akan datang.
Aku turun dari mobil sambil senyum-senyum sendiri,membayangkan pertemuan kami nanti.
*********
Pikiranmu tidak bisa fokus,mengingat Lay.
Kalo benar cowok itu yang bakal jadi jodohku, aku harus pikirkan cara untuk menyingkirkannya,membuatnya tidak menyukaiku.
Aku tidak mau dijodohkan,aku tidak mau.
Jaman sudah merdeka, hari gini mana ada perjodohan macam ini.
"aku tidak mau .."kataku keras.
Teman-teman melihat kearah ku.
"hehehehe .. "aku cuma ketawa malu.
"kamu kenapa sih,,teriak-teriak gak jelas."celetuk Vina.Teman samping bangkuku.
"gpp,, aku cuma lagi gak konsen belajar,"ralatku
"aneh..."gerutu yang lain.
Huuufft... aku rasanya loyo banget.Habis satu masalah datang yang lain lagi.
__ADS_1
Untung gak ada guru dikelas.
**********
Bel jam pelajaran usai.
Will masih belum juga menghubungiku.
Kalo aku pulang dulu kerumah,pasti susah cari alesan lagi buat keluar.
Baiknya gimana ya..
Aku putar otak ,cari akal.
Apa aku hubungi Will aja ya.. Ah nggak mau.
Nanti yang ada dikira aku yang keganjenan mau ketemu.
Aku tunggu dia di Cafe Susu aja dekat sekolah.
Aku telpon supir,aku bilang ada pelajaran tambahan.
Supaya aku gak usah dijemput.Aman.
Aku segera menuju Cafe Susu dan duduk menunggu kabar dari Will.
Habis satu gelas susu murni di hadapanku,jemu juga nungguin orang.
Waktu makin siang, gimana sih ini anak.
Sebuah Chat masuk dihapeku.
"Dimana ? " Stev ..
gawat nih.. Stev spertinya curiga padaku.
Emang sih ..gak biasa nya pelajaran sampe jam segini.
Aku harus alesan apa ya..
"aku dirumah teman ,kerja kelompok"
Stev gak bales lagi.
Semoga dia percaya.
Will berapa banyak kebohongan demi kamu hari.
Jemu..
Menunggu...
__ADS_1