
Tiga bulan sudah aku tinggal diJakarta.
Seperti tau rasa rinduku pada ibuku,liburan ini mama mengirimku keJogja.Bahagianya aku begitu mendengar bahwa aku akan segera menemui ibu.
"besok kamu berangkat ,Will akan menemanimu selama disana." jelas mama.
Aku gak nyangka,kalo aku bakal keJogja dengan itu anak.
Tapi gak mungkin juga aku untuk protes ke mama.
"ini penerbangan pertamamu,jika Will tidak mendampingimu nanti kamu akan bingung.Mama gak mau kamu kenapa-napa."
Ow,,jadi gitu alasannya,aku akan pulang menggunakan pesawat.
"baiklah ma,,"
Hari keberangkatan
"ayo buruan nanti ketinggalan pesawat,kita harus tiba dibandara lebih awal." Will berteriak didepan pintu kamarku.
Aku terburu-buru mengenakan jaketku.
Semua barang,tas sudah masuk kemobil.
Aku segera menyusul Will menaiki mobil.
Sopir mengantar kami menuju bandara.
Selama ini Will sudah mendingan,juteknya lumayan berkurang.Meski jail nya kumat-kumatan.
Tapi tetap aja dia masih sok cool,apalagi didepan para gadis.
Mobil melaju menuju bandara,sepanjang jalan kami lebih banyak diam.
Ini pengalaman pertamaku naik pesawat,lumayan grogi juga sih.
Takut juga iya,selama ini banyak berita tentang kecelakaan pesawat,gimana coba kalau pas aku naik pesawat itu terus jatuh ,ich ngeri.
Aku gak mau membayangkan itu.
Akhirnya kami tiba di bandara,setelah sopir menaruh barang dia pamit untuk pulang.
Tinggalah aku dengan Will,kami duduk dikursi tunggu penumpang.
Tiba-tiba Will berdiri ,,aku ikut berdiri danengikuti Will pergi.
Will berbalik dan berkacak pinggang
"kamu kenapa mengikutiku.."
__ADS_1
Aku diam tak mengerti,kenapa aku gak boleh mengikutinya.
"kamu duduk saja dulu,aku mau ketoilet.."
Ya Tuhan,, kenapa tidak bilang dari tadi.
Aku kembali ketempat dudukku.
Menunggu Will dengan tidak sabar.
Takut ah disini sendiri...
Tiba-tiba seorang cowok duduk disebelahku.Kulitnya putih,tangannya penuh tato,dan saat kuperhatikan telinganya bertindik,dia mengenakan anting dikuping kirinya.
Aku melihat cowok itu dengan perasaan ngeri,wow tatonya keren.Tapi aku takut.
Kenapa sih Wilk belum juga kembali.
"mau kemana ,," cowok itu bertanya padaku.Aku takut ,, aku cuma nyengir
Will cepat dong balik..
Apa kususul aja ditoilet ya.Tapi dimana letak toilet..
Cowok itu melihat kearah pandanganku yang memandang jauh kearah Will tadi pergi.
"kamu nungguin seseorang..?" dia kembali bertanya padaku
"siapa,,orangtuamu kah?.."
"bukan.."
"lalu...?"
Ah ,ni orang banyak tanya.Berisik banget gak tau apa kalo aku itu lagi ketakutan.
Awas kamu Will kalo muncul.
"hei kenalan dulu dong.Aku henry ,," cowok itu mengulurkan tangannya
Kalo aku tidak mau berjabat tangan,pasti dikira aku sombong.pikirku
Kuulurkan tanganku"Widya..." jawabku.
"Widya salam kenal, kamu mau kemana.."
"Jogja.." jawabku singkat.
"kebetulan banget dong,kita satu tujuan."Aku terkejut,kupandang Henry.
Cowok ini imut banget,kulit wajahnya bersih dengan setitik tato dihidungnya.
__ADS_1
Manis banget nih cowok.
Kemana sih Will,apa jangan-jangan dia meninggalkanku.Masa ketoilet lama banget.
Tiba-tiba terdengar pengumuman , Henry mengajakku menuju pesawat.
Tapi aku bingung,Will belum muncul.
Tapi tidak ada salahnya,toh nanti Will juga satu pesawat denganku.Biar kutunggu saja Will dipesawat ,pikirku.
Lagian kalo Will memang tega meninggalkanku.
Masih ada Henry yang bisa kuikuti sebagai penunjuk jalanku.
Kuiyakan ajakan Henry,.tempat duduk kami terpisah dia duduk dibelakangku.
Braakk,,
Aku terkejut dan menoleh,,,Will.
Dia banting tas kecilnya di kursi
" bukankah aku sudah bilang,tunggu aku" aduh Will marah nih
"Kamu lama banget,aku takut sendirian disana..lagian.."
"lagian apa,..kamu itu ya.Tidak pernah dengerin omonganku.Kalo memang kamu sudah pandai,sudah bisa naik pesawat sendiri.Gak perlu mama nyuruh aku nemani kamu." bentak Will
Henry berdiri dan melihat Will
"jangan kasar sama perempuan bung."
Will melihat kearah Henry
"jangan ikut campur."
"dia tidak bersalah,aku tadi yang mengajaknya naik pesawat" terang henry.Will menatapku tajam
"sudah kubilang,jangan berbicara dengan orang asing.Apalagi mengikutinya."
Aku berpikir,kapan kamu pernah bilang gitu Will.
Pemgumuman ,para penumpang disuruh duduk dan mengenakan sabuk pengaman.
Huft tertolong,Will dan Henry duduk dengan tenang.Syukurlah suasana sudah teratasi.
Ternyata tidak ,,Will berbisik kepadaku
"Awas kamu,kamu harus bertanggung jawab dengan ini semua."
Oh Willl ,, apa lagi sih.
__ADS_1