
Atas ide Stev untuk menyambut kepulangan mama,kita akan buat perayaan kecil.
Ya semisal makan malam dirumah,aku sangat setuju dengan ide itu.
Tapi dengan syarat aku sendiri yang akan memasak semua hidangan.
Sudah lama aku gak memasak,dulu saat bersama ibu aku sering bantuin dia saat memasak.
Ibu selalu mengajariku ketrampilan apapun yang harus perempuan kuasai.
Hemm..kangen banget sama ibu.
Siang ini kuputuskan untuk berbelanja beberapa keperluan untuk memasak.
Besok mama akan pulang,
aku harus segera bersiap.
Segera kucari pembantu yang biasa mengurus dapur.
"bi... biasanya kalo belanja dimana?"tanyaku
Bibi mengerutkan kening nya
" non Widya ada kepingin apa? nanti bibi bikinin.."katanya
Aku tersenyum dan kudekati dia
"gak bi... aku cuma pengen cari beberapa kebutuhan,bibi bisa antar aku kesana?"
Bibi tampak bingung dengan kata-kataku.
" gini bi...besok mama kan pulang,aku pengen masak buat mama,"jelasku
"o gitu non.. "
"nah... ayo sekarang bibi antar aku belanja."
ajakku.Kugandeng bibi segera
"non..tunggu,, biar saya saja yang keluar untuk beli.Non Widya dirumah saja." bibi menahan langkahku.
Aku mengerutkan kening,ini orang kenapa sih.
"hahahahaaa ... " aku tertawa karena melihat ekspresi bibi.
"bibi pasti takut kalo aku keluar rumah kan.."
Bibi mengangguk lemah
"tenang saja bi,, Stev sekarang sudah baik.Lagian kan ini rencana kami berdua."
Bibi memandang ku tak percaya.
"sudah ..jangan buang-buang waktu ayo"
Kutarik bibi segera keluar,bibi pasrah saja.
__ADS_1
Hemm pasti dia takut sama Stev kan ,takut kalo aku kabur,hihi.
********
Kami turun dari taksi ,,letak pasar tradisional cukup jauh dari rumah.
Sebenarnya di pasar modern ada sih,tapi aku lebih suka belanja di pasar tradisional.
Selain harganya lebih murah juga lebih lengkap.
Dulu waktu di Yogya aku selalu belanja di pasar tradisional.
Jarang sekali masuk swalayan.
Bedanya disini pasar tradisional pun sudah bagus ,bangunannya sangat modern.
Setelah memilih beberapa kebutuhan,aku putuskan untuk segera pulang.
Bahaya kalo Stev mencariku dan aku belum pulang.
"bi.. ayo kita segera pulang."ajakku
Bibi mengangguk ,
kami segera mencari taksi untuk pulang.
**************
Huftttt ,, lumayan capek juga.Kuhela nafas panjang dan duduk di kursi makan.
" bi.. buatin juice tomat dong"pintaku
Dari jendela kulihat mobil Stev masuk ke halaman.
Aman Stev baru pulang dan tidak tau aku kaluar,haha Widya dilawan.
Bibi masuk dan meletakkan juice diatas meja.
Terlihat sangat segar.
Segera saja ku raih dan kunikmati.
Stev masuk dan duduk didepanku.
"dapat apa aja tadi .." tanyanya.
Hampir muncrat juice dalam mulutku.
Kok.. Stev bisa tau aku tadi keluar.
Aku tersenyum kalem,,
Stev meraih juice ditanganku yang masih tersisa separuh gelas dan segera meneguknya sampai habis.
Tak peduli tatapan mataku yang protes.
Lagi nikmat-nikmatnya minum,dasar jail.
__ADS_1
"gak usah sembunyi-sembunyi kalo mau keluar.Kamu bebas melakukan apapun yang kamu mau,kecuali kembali kekediaman Will."
Stev letakkan gelas kosong itu dan segera pergi.
Sudah kuduga,
Stev begitu membenci Will.
Sebenarnya ada apa sih.
Tapi ya sudahlah,aku akan cari tau pelan-pelan.
Yang penting aku sudah tidak terlalu dikekang disini.
*************
Sebuah mobil mewah masuk ke halaman rumah,kulirik jam tanganku pukul 13.20 wib.
Mundur 20 menit dari perkiraan.
Kulihat dari balik kaca ,
mama keluar dari dalam mobil.
Dia selalu tampak cantik meski umurnya sudah tidak muda lagi.
Aku segera merapikan gaunku,gaun merah yang pernah mama belikan buatku dan belum pernah kupakai.
Aku ingin mama yang pertama melihatku memakainya.
Stev kulihat sudah keluar dan menyambut mama dengan pelukan hangatnya.
Aku berjalan dengan malu-malu,
rasanya masih canggung dan malu aku dengan suasana ini.
Pintu terbuka dan mama masuk,aku tersenyum kaku.
Mama dan Stev menatapku dan terdiam.
Aku jadi merasa malu dan serba salah.
"se.. selamat datang ...m.. ma..mamaaa"
kataku terbata.Mama tersenyum
Diserahkannya tas tangannya pada Stev.
Dan segera dia berjalan kearahku,
"sayang...." dia peluk aku dengan erat.
Kubalas pelukannya,mama menciumiku.
"Sayang.... mama bahagia sekali..oh..putriku.."
Setitik air bening menetes dipelupuk mataku,dan segera kuhapus.
__ADS_1
Sebelum ada yang melihatnya.