
Tiba-tiba pandanganku tertuju pada seseorang yang berjalan didepan sebuah toko peralatan olahraga.Kurasa aku tidaka asing dengan wajah itu.
Ya.. dia anak itu,anak yang disekolah.Anak pembawa masalah yang sedang kucari.
Tanpa basa-basi aku segera beranjak dan berlari mengejar anak itu.
Dia berjalan berdampingan dengan seorang anak wanita.
Mereka berjalan dengan cepat seakan takut tertinggal sesuatu.
Aku tetap berlari mengejarnya.
"hei, berhenti..." teriakku
Mereka tak mendengarkanku,dan terus berjalan.
Lalu lalang orang banyak dan suara beberapa toko yang memutar musik cukup keras membuat mereka tak mendengarkanku.
Langsung kuraih pundak anak itu,tertangkap.
"hei,,berhenti..!" anak itu berhenti dan menaikkan topinya.Menatapku dengan pandangan aneh.
"kamu...." katanya
aku tatap dia dengan tajam dan berkacak pinggang.
"akhirnya,aku bisa menemukanmu.." kataku gusar.
Dia tersenyum dan menatapku dengan aneh.
"ada apa kamu mencariku.." katanya datar
aku dorong dia kebelakang
"ada apa kamu bilang,, gara-gara kamu aku diskors.Kamu harus tanggung jawab"
Cewek yang ada disamping nya maju dan balas mendorongku.
"hei,, yang sopan" katanya
Aku melotot ke arah cewek itu,
"jangan ikut campur,ini bukan urusanmu" kataku
"ini urusanku juga,jika ryan kena masalah akulah yang pertama akan membelanya.." Cewek itu makin galak padaku.
Males banget rasanya,gimanapun juga aku harus bisa membuat anak ini bertanggung jawab.
"ada apa ini sebenarnya.." tiba-tiba Stev sudah ada disampingku.
__ADS_1
"Stev..." bisik anak itu.
What. ??? dia mengenal Stev..
Aku semakin penasaran,,
Stev menatap anak itu,
"Ryanaa...." kata Stev terkejut
Kutatap Stev dan anak itu dengan pandangan heran.
"Kalian saling kenal...." kataku
Anak itu ganti melihat ke arahku,
"Stev,, dia siapa ?" tanya anak itu pada Stev.
Stev menatapku dan tersenyum
"dia adikku.." kata Stev
Dia terlihat terkejut ,dan menatap Stev.
"apa yang terjadi disini.." kata Stev
Anak itu menatapku.
Aku menatap anak itu dengan terkejut,dia bilang dia tidak tau.
Anak ini benar-benar keterlaluan sekali.
"kamu...." hanya itu yang mampu aku katakan.
"katakan, ada apa ini..kamu bisa jelaskan" kata Stev padaku.
Kuhembuskan nafas dengan kuat,
Sebenarnya aku tidak ingin Stev sampai tau,tapi gimana lagi.
Akhirnya kukatakan semua yang terjadi hari itu.
Stev menatap ku dengan seksama.
Anak itu terlihat lebih terkejut dan menatapku dengan tajam.
"tidak mungkin..." katanya pelan.
"apanya yang tidak mungkin,,ini sudah terjadi.Kamu harus bertanggung jawab." kataku
__ADS_1
"Ryana... kamu tau apa yang harus kamu lakukan.." kata Stev.
Ryana...??
aku baru memikirkan nama itu,maksud nama itu apa?
"kamu,, cewekkah??" tanya ku spontan
Ryana menatapku dengan terlihat marah,dia acungkan telunjukan ke mukaku.
"jaga bicaramu ...!!" bentaknya
Aku mundur ,ngeri banget ini orang.
Stev segera menguasai keadaan.
"sudah...sudah..Widya ayo kita pulang." kata Stev.
Dia menarikku mengikutinya.
Sempat kulirik dua orang itu,mereka terlihat menakutkan.
Ah terserah deh,yang penting aku suda selamat dari kasus sekolah.
**********
Mataku menatap langit-langit kamar,tidak bisa aku menutup mataku.
Aku capek dan mengantuk,tapi susah sekali aku memejamkan mataku.
Pikiranku langsung tertuju pada peristiwa siang tadi.Tak kusangka anak yang sedang kucari itu adalah anak perempuan.
Dan kenapa Stev mengenalnya,dan sepertinya kenal dekat dengan anak itu.
Siapa anak itu,dia terlihat bukan anak perempuan biasa.
Aku harus bertanya pada Stev,tapi sejak pulang tadi Stev pergi lagi dan hanya menurunkanku digerbang.
Sampai kini belum pulang lagi.
Hapenya juga tidak bisa kuhubungi.
Biarlah..lagian apa peduliku anak itu siapa,
Yang penting,aku sudah bebas dari masalah disekolah.
Sedikit terobati juga hatiku,bebanku sedikit hilang.
Tanpa sadar akupun terlelap juga.
__ADS_1
Night.......