Kakakku sayang

Kakakku sayang
episode 70


__ADS_3

"Nanti aku yang biacara sama mama" Lay mengelap mulutnya mengakhiri makannya.


Dia segera beranjak meninggalkanku yang masih menghabiskan sarapanku.


Tiga hari ini kurasa sangat damai,tanpa ada lagi rengekan Cath ditelingaku.


Kudengar anak itu kembali kerumahnya.


Tapi aku belum berani menghubunginya.


Lay datang lagi sambil memegang hp ditangannya.


Dia duduk kembali dikursinya.


Diteguknya minumnya,selanjutnya dia sibuk dengan hp nya.


Aku diam saja mengamati tingkah Lay.


"Ma..,aku mau ketemu.Mama dimana?"


Lay ternyata menghubungi mamanya.


"Baiklah,aku segera kesitu."


Ditutupnya panggilannya.


Selanjutnya Lay menatapku yang masih asyik makan sarapanku.


"Cepat habiskan sarapanmu,lalu kita ketempat mama" ajak Lay.


Aku mengangguk mengiyakan.


****


"Jadi,kapan kalian berangkat?" tante menatapku dan Lay bergantian.


"Dua hari lagi ,ma" jawab Lay.


"Baiklah,mama akan persiapkan tiket kalian.Berapa lama kalian di sana?"


Lay menatapku meminta pendapatku.


"Mungkin tiga hari tante" jawabku.


Tapi Lay menatapku protes.


"Tidak,seminggu saja" Lay cepat memotong ucapanku.


"Lay,itu terlalu lama" kataku protes.


Mama menatap kami bergantian untuk memastikan.


"Jadi gimana? tiga hari atau seminggu?" tante bertanya dengan nada menegaskan.


"Tiga hari"


"Seminggu"


Aku dan Lay menjawab bersamaan.Tante semakin bingung.


"Mama akan keluar dulu.Kalian putuskan dulu.Baru nanti katakan pada mama"


Tante keluar dari ruangan.


Aku menatap Lay dengan marah.


"Lay ,seminggu itu terlalu lama." Kataku.


Lay mendekatiku dan memegang kedua pipiku.Ditatapnya mataku dengan lembut.


"Dengar sayang,jika kita hanya tiga hari disana.Aku tak kan puas untuk berkeliling dan pasti akan sangat singkat" Lay berusaha membujukku.


"Kita tidak kesana untuk liburan,ingat.Kita hanya akan menghadiri pernikahan kak Aska" jelasku.


Lay berdiri tegak ,memasukkan tangan disakunya.


"Aku tau,tapi aku juga ingin kita kesana sekalian liburan.Lama banget kita gak menikmati berdua untuk liburan" Lay mengerlingkan mata nakal.


Pipiku memerah karena malu.


"Itu beda situasi Lay.Sekarang yang terpenting kita ke acara kak Aska.Ini saja kita sudah harus berbohong pada semuanya" gerutuku.


Lay tertawa dan mendekatiku.


Dicubitnya hidungku dengan gemas.


"Baiklah tuan putri,untuk sekarang aku mengalah.Tapi untuk tujuan bulan madu kita,harus aku yang menentukan"


Aku melotot ke arah Lay.


Kutinju perutnya dengan jengkel.


"Jangan bicara macam-macam"ucapku.

__ADS_1


Aku segera memutar badan dan ingin keluar dari situ.


Sebelum Lay semakin banyak bicara yang tidak-tidak.


Tapi Lay cepat tanggap denganku yang akan melarikan diri.


Cepat diraihnya pinggangku dan dipeluknya aku dari belakang.


Deg


Jantungku seakan berdetak dengan cepat.


Hidung Lay menempel ditengkuk ku.


Membuatku merinding aneh.


" Lay"bisikku


Aku mencoba melepaskan pelukan Lay.


Tapi Lay tidak ingin melepaskanku.


"Kamu mau kemana?" bisik Lay ditelingaku.


Aku bergidik geli.Kumiringkan kepalaku menghindari nafas Lay.


"Jangan begini,geli tau" kataku.


Lay tak peduli.


Dia semakin merapatkan pelukannya.


Diciumnya leherku dan merambat kepipiku.


Perlahan dibaliknya badanku hingga kami saling berhadapan.


Dia mencium bibirku dengan lembut.


Entah kenapa aku tak ingin menolaknya.


Hatiku memberiku isyarat untuk menerima apapun yang Lay lakukan.


Lay memelukku rapat,nafasku habis rasanya.


Aku mendorong tubuh Lay.


Tapi percuma tubuh itu tak bergeming sedikit pun.Lay itu sangat suka olahraga.


Tubuhnya sangat kuat dan padat.


Nafasku semakin habis.Kugigit kecil bibir Lay.


Lay melepaskan ciumannya.


Dan menatap mataku penuh rasa sayang.


Mungkin wajahku merah saat ini.


Kuhirup udara dengan lega.


"Jangan begini,cepat lepaskan aku" kataku.


"Aku tidak mau,bahkan aku belum melakukan apa-apa" kata Lay.


Tiba-tiba diangkatnya tubuhku.


Aku menjerit kaget.


"Lay,cepat turunkan aku" bentakku.


Lay tak peduli,dia tetap melangkah gagah membopongku.


Meskipun aku meronta.


Dibukanya sebuah pintu dan ditutupnya kembali.


Ternyata ini adalah kamar Lay.


Karena didalamnya ada beberapa foto Lay dan dimeja dekat tempat tidur ada fotoku.


Lay membaringkanku diranjangnya.


Aku hendak beranjak untuk kabur.


Tapi Lay menindihku.


Di pegangnya kedua tanganku dan ditaruhnya keatas kepalaku.


"Lay,aku tak suka kamu seperti ini" kataku.


Lay tak peduli dia kembali mencium bibirku.


Aku menolak tapi percuma.

__ADS_1


Tubuh Lay berat sekali menindihku.


"Lay" kucoba melepas ciumannya.


Kumiringkan kepalaku.


"Cepat menyingkir dariku,kamu berat tau" kataku.


Lay tertawa tak merasa bersalah.


Dilepaskannya tanganku dan dia berbaring disisiku.


"Widya.." panggilnya


"hm.."


Lay memiringkan kepalanya menatapku.


"Sebenarnya gimana perasaanmu kepadaku?"


Aku menatap Lay dengan pandangan tak mengerti.


"Pertanyaan konyol macam apa ini" kataku.


Aku beranjak untuk duduk.


Lay ikut duduk disampingku.


"Aku cuma ingin memastikan,kalo kamu juga cinta sama aku" kata Lay.


Disandarkannya kepalanya dipundakku.


Ini berat Lay,batinku.


Aku geser menghindari kepala Lay.


"Kamu harusnya tau,tanpa kubilang" kataku.


"Hey,aku ingin kamu mengatakannya.Aku ingin mendengar kamu berkata cinta padaku"


Kutatap Lay


"Jangan lebhay deh" gerutuku.


Lay mendekat dipegangnya bahuku.


"Kumohon"


Masa sih aku harus bilang cinta.


"Gak ah" jawabku cepat.


"Kalo gitu,aku tidak akan melepaskanmu"


Lay tiba-tiba menarikku kembali dan membaringkan tubuhku.


Sebelum dia bertingkah lagi cepat-cepat aku berteriak.


"Lay,jangan.Iya..aku ,aku..aku sayang sama kamu!" kataku.


Lay langsung diam tak bergerak.


Dia menatapku yang ada dibawahnya.


Wajah Lay dekat sekali,ditempelkannya dahinya ke dahiku.


"Ulangi sekali lagi" bisiknya.


Aku malu Lay.


Masa harus ku ulangi.


Tapi aku gak ingin Lay berulah.


Kuhela nafas panjang.


"Aku sayang sama kamu" Bisikku.


"Aku juga,sayang banget sama kamu"


Lay segera mencium keningku.


Brakk..


Pintu kamar Lay terbuka.


"Hay,maaf.Mama tak tau kalian disini"


Aku dan Lay segera bangkit dengan cepat.


Posisi kami saat itu sangat tidak pantas.


"Mama" Hanya itu yang keluar dari mulut Lay.

__ADS_1


Sementara aku salah tingkah karena malu.


Ini gara-gara Lay.


__ADS_2