
"kalian sedang apa,,?"
Sebuah suara mengejutkan kami.
Will segera melepas tanganku,
"Tania ,, " kataku kaget
Kuhampiri Tania ,dia langsung memelukku erat
"Tania... kamu mau membunuhku,aku gak bisa bernafas..."
Tania langsung melepas pelukannya,
"aku kangen banget sama kamu,kamu jarang memberi kabar.Sudah melupakanku .."
Kupegang wajah Tania,"itu nggak benar.."
Kupeluk lagi Tania.
"darimana kamu tau aku disini..?"
"perawat yang memberi tauku.."
aku mengerutkan keningku seakan tak percaya,jadi selama ini saat aku tak disini pun sahabatku ini selalu menjenguk ibu.
Kupegang tangan Tania,"terima kasih.."
Denis muncul dan berhenti didepan pintu kamar,
"Deniss ,,, " kutatap Tania
"Kalian berdua.." kupandang Tania dan Denis bergantian.Sejak kapan Tania bisa dekat dengan cowok.
Ini suatu hal yang hebat.Aku tertawa kecil,seakan tak percaya.
Tania menunduk malu,dia memukulku pelan.
"Apa kabar ,Wid.." Denis mendekatiku dan mengulurkan tangannya.
Aku berdiri dan kami berjabat tangan,seketika Will melepaskan tangan kami
"sudah cukup kangen-kangennya? Aku lapar ,segera siapkan makan malam."
kata Will dia menatapku tajam.Dan pergi keluar.
Aku tersenyum ,,"maaf ya,jangan diambil hati.dia memang begitu.Tapi sebenarnya dia baik kok."
Kuajak Denis dan Tania keruang tamu.
Tak kulihat Will ,kemana anak itu pergi.
Sarah,anak mbok yum tetangga yang menjaga rumahku datang.Dia membawa nampan berisi teh hangat dan cemilan.
Kebetulan banget,,, tapi hanya dua
"oh..ada teman mbak Widya ya.Sarah gak tau.Nanti kubuatkan lagi minumannya.." katanya sambil menaruh gelas dimeja.
"gak usah dik,gak usah repot-repot" kata Tania.
"gapapa mbak,Gak merepotkan kok ..". sarah segera berlalu.
"Diminum nih.." kataku pada mereka.
Kami berbincang cukup lama.
Mereka undur diri karena ada acara yang penting.Kuantar mereka hingga ke mobil.
__ADS_1
Hening.....
Kemana Will,, dari tadi aku tak melihatnya.Kubereskan meja tamu.Dan menutup pintu.
Sudah malam,,,
Gawat..tadi Will minta kusiapkan makan malam.Aku lupa ,,ya sudah aku belikan sekarang saja.
Aku menuju kamarku hendak mengambil uang..
Will berbaring diranjang kamar depan,kamr yang kutempati.
Dia tertidur ??Aku berjalan hati-hati takut membangunkannya.Kuambil dompetku.Dan berjalan mengendap-endap keluar kamar
"kamu benar-benar berbakat jadi pencuri.." kuhentikan langkahku
Aku tersenyum saja ..kugaruk kepalaku.
"aku takut membangunkanmu.."
Will turun dan berjalan kearahku
"o ya.." Sebelum dia berbuat yang tidak-tidak aku harus kabur,pikirku
Aku berbalik dan siap berlari,Will tarik bajuku.
"mau kemana,,buru-buru gitu.."
aku kepentok pintu,Will tutup pintu itu.
Dia berdiri dibelakangku,terasa banget punggungku nempel didadanya.
Ada perasaan yang aneh yang kurasa.
Seluruh tubuhku terasa panas,jantungku berdegub sangat kencang.
Aku takut dan bingung,perasaan apa ini.
"berikan padaku.." bisik Will ditelingaku
Aku tak mengerti apa yang dia maksud.
"apa.." suaraku terdengar gemetar.
Menahan seluruh rasa yang membuatku tak berdaya.
"cepat berikan, atau kau kutinggal pulang.." aku semakin tak mengerti.
Dia balikkan badanku,hingga kami saling berhadapan.Dia mendekat ,sangat dekat.
Aku segera tersadar,gak boleh.Ini gak boleh.Dadanya hampir menyentuh dadaku.
Kudorong dia,tapi dia terlalu kuat.Dia semakin nekat mendekat.
Aku mundur kebelakang dan kepentok pintu.Matanya nyata didepan mataku,nafasnya terasa nyata diwajahku.Kuberanikan diri menatap wajah Will.
Kami saling menatap ,,
"manaa..." bisik Will
Tak lagi kuhiraukan omongan Will,aku terlanjur jatuh pada perasaan yang menenggelamku.
"jadi kamu gak mau berikan.."
suara Will terdengar sedikit mengancam.
Aku segera tersadar,"aku gak tau maksud kamu.."
__ADS_1
"kartu nama itu..." kata Will.
Dia rebut dompetku.
Dia buka dan keluarkan semua isinya.
"kamu cari apa sih ." kataku berusaha merebut dompetku.
"kartu nama yang dia berikan.."
aku mengernyitkan kening.
Kartu nama??
oohh ,, pasti kartu mana Henry.
"tidak disini.." kurebut dompetku,
aku berjalan mencari tasku,
kuambil kertas kecil disaku depan.
kusodorkan pada Will,dia cepat merebutnya.
Disobek-sobek nya kecil ,sangat kecil.
Lalu dibuangnya begitu saja.
Tanpa merasa bersalah dia keluar kamar..
meninggalkanku sendiri.
"Widya.....!"
aku segera berlari keluar,"ngapain sih teriak-teriak"
"masih berani nanya,mana makananku"
Will menunjuk meja makan yang masih kosong
gawat,masalah baru lagi deh.
"tadi aku mau beli,tapi kamu menahanku.." aku berkilah
"gak ada alasan,kamu mau aku mati kelaparan.buruan masak aku gak mau kamu beli.Harus masak sendiri"
Nih anak jahat banget,gak tau apa aku capek banget.
"aku masak tapi besok,sekarang sudah malam kita beli dulu ya,aku ajak kamu ketempat kuliner yang enak disini." rayuku.
"gak mau.." Will kenapa sih kamu keras kepala.
"terserah deh,, aku mau keluar cari makan.kalo kamu gak mau ikut ya udah."aku segera berjalan keluar.
" tunggu,aku mau.tapi kamu harus bayari semua.Sebagai permintaan maaf kamu harus traktif aku."
Permintaan maaf??
gak salah dengar..?
aku salah apa coba..
Tapi gak ada gunanya debat dengan Will.
Ya sudahlah,aku hanya bisa pasrah.
__ADS_1